UNSERAUNSERA
Seminar Nasional Pengabdian MasyarakatSeminar Nasional Pengabdian MasyarakatSampah organik menjadi salah satu jenis sampah yang paling dominan dan dapat menimbulkan masalah lingkungan serius jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan ini adalah melalui edukasi pengelolaan sampah sejak dini di lingkungan sekolah. Kota Cilegon sebagai wilayah industri menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang cukup kompleks, termasuk di sektor pendidikan. Kegiatan pelatihan ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa SMA Islam Al Azhar 6 Cilegon mengenai pengolahan sampah organik dengan metode Takakura. Metode ini dipilih karena sederhana, tidak berbau, dan cocok diterapkan di lingkungan sekolah. Pelatihan berlangsung selama satu minggu, terdiri dari perencanaan, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari siswa, namun proses pengomposan belum sepenuhnya berhasil akibat kendala teknis seperti kelembapan media, ukuran limbah, dan kurangnya pengadukan. Meskipun demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah. Diperlukan pelatihan lanjutan dan pendampingan intensif agar hasil lebih optimal. Program ini diharapkan dapat mendorong budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar dan mendukung terciptanya sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan pelatihan pengelolaan sampah organik dengan metode Takakura di SMA Islam Al-Azhar 6 Cilegon menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis langsung mampu meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah rumah tangga.Meskipun pelaksanaan berjalan lancar dan partisipasi siswa sangat aktif, hasil praktik menunjukkan bahwa proses pengomposan belum berhasil secara optimal.Hal ini ditunjukkan oleh tidak terjadinya fermentasi aktif pada beberapa media (keranjang), yang kemungkinan besar disebabkan oleh ketidakseimbangan komposisi media kultur, kelembapan yang tidak sesuai, kurangnya pengadukan, serta ukuran sampah yang terlalu besar.Untuk itu, disarankan pelatihan lanjutan dengan pendampingan teknis yang lebih intensif, penggunaan alat bantu seperti termometer kompos, serta pembiasaan dokumentasi rutin guna sangat meningkatkan efektivitas implementasi metode Takakura di lingkungan sekolah.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas program pengelolaan sampah organik di sekolah. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi komposisi media kultur terhadap kecepatan dan kualitas proses pengomposan menggunakan metode Takakura. Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan berbagai kombinasi bahan organik dan bahan penambah mikroorganisme untuk menemukan formula yang paling optimal. Kedua, penelitian tentang pengaruh kelembapan media terhadap aktivitas mikroorganisme pengurai sampah organik dalam sistem Takakura juga sangat penting. Dengan mengontrol tingkat kelembapan secara presisi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses dekomposisi dan menghasilkan kompos yang berkualitas lebih baik. Ketiga, pengembangan sistem monitoring otomatis untuk mengukur suhu dan kelembapan dalam keranjang Takakura dapat memberikan informasi real-time tentang kondisi fermentasi, sehingga memungkinkan penyesuaian yang tepat waktu untuk menjaga kondisi optimal. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas program pengelolaan sampah organik di sekolah dan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
| File size | 368.85 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSERAUNSERA Permasalahan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah masih menjadi tantangan serius, terutama dalam menciptakan budaya peduli lingkungan di kalangan siswaPermasalahan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah masih menjadi tantangan serius, terutama dalam menciptakan budaya peduli lingkungan di kalangan siswa
UNSERAUNSERA Penyuluhan, demonstrasi pengelolaan sampah organik dan anorganik, kemudian pendampingan dalam pembuatan tempat pemilahan sampah merupakan metode yang akanPenyuluhan, demonstrasi pengelolaan sampah organik dan anorganik, kemudian pendampingan dalam pembuatan tempat pemilahan sampah merupakan metode yang akan
UNSERAUNSERA SD ZAIS dipilih karena warga sekolah masih kurang memahami jenis sampah seperti organik, an-organik, dan bahan berbahaya beracun (B3) dan kurang kesadaranSD ZAIS dipilih karena warga sekolah masih kurang memahami jenis sampah seperti organik, an-organik, dan bahan berbahaya beracun (B3) dan kurang kesadaran
UNSERAUNSERA Metode pendekatan edukatif yang digunakan meliputi pembelajaran partisipatif, diskusi kelompok, dan praktik langsung yang menekankan nilai tanggung jawabMetode pendekatan edukatif yang digunakan meliputi pembelajaran partisipatif, diskusi kelompok, dan praktik langsung yang menekankan nilai tanggung jawab
UNSERAUNSERA Salah satu contohnya terlihat di Sekolah TAUD SAQU Insan Cerdas yang menerapkan aturan untuk tidak membawa makanan ultra proses. Aturan ini secara tidakSalah satu contohnya terlihat di Sekolah TAUD SAQU Insan Cerdas yang menerapkan aturan untuk tidak membawa makanan ultra proses. Aturan ini secara tidak
UNSERAUNSERA Kesimpulan dari kegiatan yang dilakukan pada KKM Kelompok 20 adalah dengan kegiatan yang telah terlaksana diharapkan warga sekolah lebih paham dalam kegiatanKesimpulan dari kegiatan yang dilakukan pada KKM Kelompok 20 adalah dengan kegiatan yang telah terlaksana diharapkan warga sekolah lebih paham dalam kegiatan
UNSERAUNSERA Peningkatan pemahaman siswa, guru, dan staf sekolah tentang pemilahan sampah mencapai 90% setelah intervensi dilakukan. Selain itu, penyediaan sarana prasaranaPeningkatan pemahaman siswa, guru, dan staf sekolah tentang pemilahan sampah mencapai 90% setelah intervensi dilakukan. Selain itu, penyediaan sarana prasarana
UNSERAUNSERA Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan positif yang mendukung tujuan pembangunanDengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan positif yang mendukung tujuan pembangunan
Useful /
UNSERAUNSERA Aktivitas pengabdian yang dilaksanakan di SMK Pasundan 1 Kota Serang sukses meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa terhadap masalah sampah, terutamaAktivitas pengabdian yang dilaksanakan di SMK Pasundan 1 Kota Serang sukses meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa terhadap masalah sampah, terutama
UNSERAUNSERA Eco enzim sebagai produk ramah lingkungan dihasilkan dari fermentasi limbah organik (kulit buah, sisa sayuran) dengan gula merah dan air (rasio 3:1:10).Eco enzim sebagai produk ramah lingkungan dihasilkan dari fermentasi limbah organik (kulit buah, sisa sayuran) dengan gula merah dan air (rasio 3:1:10).
UNSERAUNSERA Diharapkan, kegiatan ini dapat dijadikan sebagai model edukasi lingkungan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi lokal. KegiatanDiharapkan, kegiatan ini dapat dijadikan sebagai model edukasi lingkungan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi lokal. Kegiatan
UNSERAUNSERA Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra berhasil memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), mengajukan sertifikasi halal, memiliki kemasan yang layak jual,Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra berhasil memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), mengajukan sertifikasi halal, memiliki kemasan yang layak jual,