INDOJOURNALPMRINDOJOURNALPMR

Indonesian Journal of Physical Medicine and RehabilitationIndonesian Journal of Physical Medicine and Rehabilitation

Merokok adalah penyebab utama penyakit yang dapat dicegah, seperti penyakit paru obstruktif kronis. Latihan pernapasan telah muncul sebagai terapi komplementer yang bertujuan untuk meningkatkan fungsi paru-paru pada perokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas latihan pernapasan dalam meningkatkan fungsi paru-paru pada perokok dewasa. Metode yang digunakan adalah melakukan pencarian komprehensif terhadap literatur peer-reviewed dari PubMed, Semantic Scholar, dan Google Scholar selama sepuluh tahun terakhir. Studi yang memenuhi kriteria inklusi adalah penelitian acak terkendali (RCT), studi eksperimental kuasi, dan studi pilot yang meneliti dampak latihan pernapasan terhadap fungsi paru-paru pada perokok dewasa. Hasil dari sembilan studi yang memenuhi kriteria menunjukkan bahwa latihan pernapasan diafragma, tiupan balon, dan latihan pernapasan dengan umpan balik secara signifikan meningkatkan parameter paru-paru, termasuk rasio FEV1/FVC, volume tidal, volume cadangan inspirasi, kapasitas inspirasi, kapasitas vital, dan aktivitas otot pernapasan. Satu studi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada FVC (3,77 ± 0,30) dan FEV1 (3,13 ± 0,54) setelah latihan (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah teknik pernapasan dapat menjadi terapi komplementer yang bermanfaat untuk meningkatkan fungsi paru-paru, terutama dalam hal kontrol saraf vagus dan keseimbangan antara sistem simpatis dan parasimpatis, serta kinestetik dan fisiologi dinamika paru-paru. Temuan ini terbatas oleh desain studi, ukuran sampel, dan protokol intervensi. Penelitian selanjutnya harus fokus pada RCT berkualitas tinggi dengan follow-up jangka panjang untuk mengevaluasi efek jangka panjang.

Teknik pernapasan dapat menjadi terapi komplementer yang bermanfaat untuk meningkatkan fungsi paru-paru, terutama dalam hal kontrol saraf vagus dan keseimbangan antara sistem simpatis dan parasimpatis, serta kinestetik dan fisiologi dinamika paru-paru.Temuan ini terbatas oleh desain studi, ukuran sampel, dan protokol intervensi.Penelitian selanjutnya harus fokus pada RCT berkualitas tinggi dengan follow-up jangka panjang untuk mengevaluasi efek jangka panjang.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada studi yang lebih komprehensif dengan ukuran sampel yang lebih besar dan desain penelitian yang lebih kuat. Penelitian ini dapat mengeksplorasi efek jangka panjang dari latihan pernapasan pada perokok dewasa, termasuk dampak pada kualitas hidup dan keberhasilan berhenti merokok. Selain itu, studi dapat dilakukan untuk menilai efektivitas berbagai jenis latihan pernapasan dan memeriksa apakah kombinasi latihan pernapasan tertentu dapat memberikan manfaat lebih besar. Penelitian juga dapat menyelidiki mekanisme biologis di balik perbaikan fungsi paru-paru yang disebabkan oleh latihan pernapasan, termasuk perubahan pada sistem saraf otonom dan respons inflamasi. Dengan memahami mekanisme ini, intervensi terapi pernapasan dapat disesuaikan dan ditingkatkan untuk meningkatkan hasil kesehatan perokok.

  1. EFFECT OF ONE MONTH DIAPHRAGMATIC BREATHING ON PEAKEXPIRATORY FLOW RATE AND BREATH HOLDING TIME | International... doi.org/10.32553/ijmbs.v5i9.2202EFFECT OF ONE MONTH DIAPHRAGMATIC BREATHING ON PEAKEXPIRATORY FLOW RATE AND BREATH HOLDING TIME International doi 10 32553 ijmbs v5i9 2202
Read online
File size600.3 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test