UKSWUKSW

Jurnal Ekonomi dan BisnisJurnal Ekonomi dan Bisnis

Tingkat pemahaman literasi keuangan dapat menjadi tolak ukur individu dalam bijak atau tidak mengambil keputusan keuangan, di dukung dengan tingkat materialisme dan pemahaman persepsi risiko, ketiganya menjadi penting untuk melihat tingkat utang yang terjadi, khususnya pada Generasi Milenial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Utang pada Generasi Milenial dilihat dari Literasi Keuangan, Materialisme, dan Persepsi Risiko menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada 190 responden dengan teknik pengambilan sampel kepada individu dengan rentang kelahiran dari tahun 1980-2000 dan pernah memiliki utang (purposive sampling). Teknik analisis data SEM (Structural Equation Modeling) dengan SmartPLS 4.0 digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian, literasi keuangan dan persepsi risiko berpengaruh negatif terhadap utang, Sementara materialime berpengaruh positif terhadap utang. Penelitian tersebut menemukan bahwa rendahnya literasi keuangan dapat mengakibatkan perencaan keuangan yang kurang baik, materialism yang tinggi mengakibatkan kurang mensyukuri hal yang sudah dimiliki, serta rendahnya persepsi risiko akan membuat kesadaran nilai uang yang juga tidak baik. Implikasi penelitian ini adalah literasi keuangan dapat meningkatkan kesadaran akan masalah uang dan keterampilan, sikap, dan perilaku yang diperlukan untuk kesejahteraan finansial mereka di masa depan, serta kesadaran impulsif dan mereka akan perlunya menghindari mempertimbangkan risiko dengan hati-hati saat mengambil keputusan.

Generasi milenial sebagian besar mengalami kesulitan keuangan karena kurangnya kebiasaan menabung.Literasi keuangan dan persepsi risiko terbukti menurunkan tingkat utang, sedangkan materialisme meningkatkan propensi berhutang.Temuan ini mendukung teori perilaku terencana yang menyatakan bahwa sikap, norma sosial, dan kontrol perilaku memengaruhi perilaku keuangan individu.

Penelitian selanjutnya dapat menguji pengaruh faktor psikologis tambahan seperti impulsivitas, kontrol diri, dan optimisme konsumen terhadap tingkat utang generasi milenial, dengan merancang survei yang memasukkan skala psikometri terstandarisasi. Selain itu, studi komparatif antara sub‑generasi milenial (misalnya, generasi pertama vs. generasi kedua) dapat mengidentifikasi variasi perilaku utang yang dipengaruhi oleh tahapan kehidupan, pendapatan, dan status pekerjaan, sehingga memberikan wawasan yang lebih tersegmentasi. Selanjutnya, penelitian longitudinal yang melacak perubahan perilaku utang selama siklus ekonomi (inflasi, pengangguran, kebijakan fiskal) akan memperjelas interaksi antara kondisi makroekonomi dan variabel psikologis seperti literasi keuangan, materialisme, dan persepsi risiko, sehingga memberi dasar kebijakan yang lebih responsif terhadap fluktuasi ekonomi.

  1. How to Improve the Propensity to Indebtedness of Shopee Paylater Gen Z Users? | Arkus. improve propensity... hmpublisher.com/index.php/arkus/article/view/295How to Improve the Propensity to Indebtedness of Shopee Paylater Gen Z Users Arkus improve propensity hmpublisher index php arkus article view 295
  2. Theory of Reasoned Action dan Literasi Teknologi terhadap Adaptasi Perubahan Teknologi | Setiawan | Jurnal... doi.org/10.21456/vol11iss1pp51-61Theory of Reasoned Action dan Literasi Teknologi terhadap Adaptasi Perubahan Teknologi Setiawan Jurnal doi 10 21456 vol11iss1pp51 61
  3. Financial Literacy, Financial Technology and Saving Behavior | Proceeding of The International Conference... ijconf.org/index.php/iceb/article/view/198Financial Literacy Financial Technology and Saving Behavior Proceeding of The International Conference ijconf index php iceb article view 198
Read online
File size326.88 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test