APTISIAPTISI

Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT)Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT)

Makalah ini didorong oleh posisi tawar menawar keuangan Islam yang masih lemah dalam konstelasi kebijakan pengembangan. Faktanya, keuangan Islam memiliki berbagai keunggulan dibandingkan konvensional, dan memiliki berbagai instrumen yang dapat dikembangkan. Salah satu inovasi dalam pengembangan instrumen keuangan Islam adalah kombinasi sukuk dan wakaf atau disebut sukuk yang terkait wakaf. Pengembangan sukuk yang terkait wakaf adalah salah satu inovasi dan manifestasi pentingnya merumuskan tujuan yang berasal dari nilai-nilai agama dan ilahi atau dikenal sebagai Hubungan String Tawhidi (TSR). Pendekatan TSR menekankan kebenaran yang datang dari Tuhan, sambil menekankan pentingnya berusaha mencapai manfaat dunia. Prinsip TSR adalah kesatuan Allah SWT yang dikenal sebagai Tauhid yang bertindak sebagai metode utama untuk pengembangan keuangan Islam. Kesatuan Allah SWT diwakili dalam Al-Quran yang kemudian disandingkan dengan As-Sunnah. Berdasarkan pendekatan TSR, makalah ini menyarankan bahwa ada banyak argumen atau argumen dasar untuk pentingnya mengembalikan sektor keuangan kembali ke ekonomi syariah yang berasal dari Al-Quran dan As-Sunnah. Korelasi lemah ini menyebabkan hasil inovasi dalam ekosistem untuk pengembangan sukuk yang terkait wakaf menjadi lemah. Oleh karena itu, perlu untuk memperkuat kesimpulan keuangan Islam yang harus benar-benar berbasiskan ekosistemnya pada dasar Al-Quran dan As-Sunnah sebagai fondasi untuk pengembangan sukuk yang terkait wakaf.

Makalah ini menyimpulkan bahwa kelemahan ekosistem sukuk yang terkait wakaf disebabkan oleh pengetahuan yang lemah mengenai TSR.Worldview Tauhidi yang merupakan worldview Islam seharusnya menjadi masalah dasar dalam memahami perilaku ekonomi dan transformasinya yang inheren dalam sistem dunia.Karena, dari worldview ini, makna moral dan etika kemudian berasal dari premis epistemologi dan kesatuan pengetahuan.Kegiatan manajemen pengetahuan, jika dilihat lebih dekat, memiliki sejumlah kesamaan dan perbedaan dengan proses shuratic.Dengan pendekatan yang serupa, pengetahuan taktis dan eksplisit yang telah dijelaskan dalam spiralisasi pengetahuan di bagian manajemen pengetahuan memiliki kesamaan dengan cara Al-Quran dan Sunnah digunakan sebagai panduan oleh umat Islam untuk beribadah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dalam arti proses shuratic.Perbedaannya, manajemen pengetahuan memiliki dimensi horizontal yang lebih besar (muamalah).Sementara proses shuratic melibatkan aspek horizontal (muamalah) dan vertikal (ibadah) dengan memasukkan komponen Allah SWT sebagai awal dan akhir dari semua pengetahuan.Plus peran kitab suci Al-Quran dan Sunnah Rasul sebagai bagian integral dari keseluruhan gerakan alam semesta yang menjadi sumber referensi pengetahuan bagi manusia.Hal ini menunjukkan adanya kerangka hubungan manusia yang saling melengkapi dan komprehensif dan tidak melihat manusia hanya sebagai manusia ekonomi.Manajemen pengetahuan dapat dikatakan memainkan peran utama dalam menjadi kerangka dasar untuk memahami proses shuratic.Proses shuratic dapat dimulai dari memahami penerapan manajemen pengetahuan plus aspek spiritual dalam bentuk memahami sumber pengetahuan dalam Islam, yaitu Al-Quran dan Sunnah serta ijtihad, qiyas dan konsensus sebagai bentuk kodifikasi pengetahuan.Dari deskripsi ini, makalah ini berkontribusi pada kekurangan literatur tentang pengembangan sukuk yang terkait wakaf, terutama inovasi terbatas dalam pemerintahan sukuk yang terkait wakaf sehingga dapat mempengaruhi kinerja sektor keuangan syariah secara umum.Artikel ini mampu memperkaya literasi dan konsep teoritis, terutama yang terkait dengan TSR, bagaimana mengelola kelebihan dan kekurangan aspek internal dan eksternal sukuk yang terkait wakaf.Kontribusi lain adalah merumuskan instrumen keuangan syariah yang inovatif yang dapat didasarkan pada Al-Quran dan As-Sunnah.

Untuk mendorong inovasi dalam keuangan syariah, terutama dalam pengembangan sukuk yang terkait wakaf, perlu ada upaya untuk memperkuat pengetahuan tentang Tawhidi String Relationship (TSR). TSR menawarkan kerangka kerja yang komprehensif untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan praktik ekonomi, yang dapat mendorong inovasi dan memastikan bahwa produk keuangan selaras dengan nilai-nilai inti syariah. Selain itu, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan strategi yang komprehensif untuk memperkuat ekosistem sukuk yang terkait wakaf, termasuk strategi pengembangan ekosistem wakaf dan strategi pengembangan pasar modal syariah. Strategi-strategi ini dapat mencakup peningkatan profesionalisme dalam pengelolaan wakaf, terutama oleh Nazhir, serta pengembangan produk pasar modal syariah dan infrastruktur yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan keuangan syariah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan sejalan dengan nilai-nilai agama.

  1. One moment, please.... moment please wait request verified doi.org/10.34306/attOne moment please moment please wait request verified doi 10 34306 att
  2. Tawhidi String Relationship (TSR) Approach to Entrepreneurial Growth in Waqf Linked Sukuk | Aptisi Transactions... att.aptisi.or.id/index.php/att/article/view/638Tawhidi String Relationship TSR Approach to Entrepreneurial Growth in Waqf Linked Sukuk Aptisi Transactions att aptisi index php att article view 638
Read online
File size316.82 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test