IMADIKLUSIMADIKLUS
Lifelong Education JournalLifelong Education JournalTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kader dalam pencegahan kasus stunting di Kelurahan Ngijo, dan mendeskripsikan mengenai hambatan dan solusi dalam pencegahan kasus stunting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa peran kader posyandu berkaitan dengan cara pencegahan kasus stunting di Kelurahan Ngijo. Terdapat empat peran kader posyandu dalam mencegah kasus stunting, yaitu: 1) pelayanan kesehatan, 2) penyuluh kesehatan, 3) penggerak dan pemberdayaan masyarakat, dan 4) pemantauan kesehatan. Dalam menjalankan tugas dan peran, kader posyandu didampingi oleh petugas lapangan atau petugas kesehatan dari Puskesmas Sekaran. Kader posyandu diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam pencegahan kasus stunting. Kader posyandu merupakan orang yang dianggap dekat dengan masyarakat, sehingga diharapkan mampu menyampaikan informasi-informasi yang berkaitan dengan stunting. Selain itu, terdapat juga beberapa hambatan dalam pelaksanaan pencegahan kasus stunting, diantaranya adalah kurangnya motivasi kader, kurangnya sarana dan prasarana, dan pendanaan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kader posyandu memiliki empat peran dalam upaya pencegahan kasus stunting di Kelurahan Ngijo.Keempat peran tersebut adalah sebagai pelayanan kesehatan, penyuluh kesehatan, penggerak dan pemberdayaan masyarakat, dan pemantauan kesehatan.Kurangnya motivasi kader, sarana dan prasarana, serta pendanaan menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan program pencegahan stunting.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling mempengaruhi motivasi kader posyandu, sehingga dapat dirumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan semangat kerja mereka. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak intervensi yang dilakukan oleh kader posyandu terhadap penurunan angka stunting di wilayah kerja, dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosioekonomi dan demografi yang relevan. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman ibu hamil dan balita terkait peran kader posyandu dalam memberikan edukasi dan dukungan gizi, sehingga dapat diidentifikasi kebutuhan dan harapan mereka untuk meningkatkan kualitas pelayanan posyandu. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang peran kader posyandu dalam pencegahan stunting, serta dapat dirumuskan rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran untuk meningkatkan efektivitas program gizi di tingkat masyarakat.
| File size | 247.21 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN CURUPIAIN CURUP Amilun (sebuah kelompok dengan cukup keterampilan) 4. Marifah (pemahaman budaya masyarakat) 5. Yaqin memiliki kemampuan untuk mandiri). Pesantren adalahAmilun (sebuah kelompok dengan cukup keterampilan) 4. Marifah (pemahaman budaya masyarakat) 5. Yaqin memiliki kemampuan untuk mandiri). Pesantren adalah
UPSUPS Evaluasi diri meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan, meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasanEvaluasi diri meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan, meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan
ALFARABIALFARABI Tujuan utama dari mempelajari psikologi kepribadian dalam pendidikan adalah untuk membantu pengajar memahami karakteristik unik dari setiap mahasiswa,Tujuan utama dari mempelajari psikologi kepribadian dalam pendidikan adalah untuk membantu pengajar memahami karakteristik unik dari setiap mahasiswa,
ALFARABIALFARABI Beliau tidak hanya berperan sebagai Educator dengan terus mengembangkan diri dan mendorong budaya belajar positif, tetapi juga sebagai Manager yang efektifBeliau tidak hanya berperan sebagai Educator dengan terus mengembangkan diri dan mendorong budaya belajar positif, tetapi juga sebagai Manager yang efektif
OJSOJS Kurikulum ini menekankan pemahaman ajaran Islam, keterampilan sosial, serta pembelajaran berkelanjutan. Tantangan implementasi guru, sumber daya, dan interpretasiKurikulum ini menekankan pemahaman ajaran Islam, keterampilan sosial, serta pembelajaran berkelanjutan. Tantangan implementasi guru, sumber daya, dan interpretasi
IMADIKLUSIMADIKLUS Tahap interpretasi merupakan tahap mensosialisasikan program kepada masyarakat agar paham arah dan tujuan program. Tahap pengorganisasian terdiri dariTahap interpretasi merupakan tahap mensosialisasikan program kepada masyarakat agar paham arah dan tujuan program. Tahap pengorganisasian terdiri dari
IMADIKLUSIMADIKLUS Era globalisasi yang tinggi ini, setiap orang harus mampu memiliki kecakapan hidup yang melekat pada dirinya, karena kecakapan hidup merupakan upaya pendidikanEra globalisasi yang tinggi ini, setiap orang harus mampu memiliki kecakapan hidup yang melekat pada dirinya, karena kecakapan hidup merupakan upaya pendidikan
IMADIKLUSIMADIKLUS Setelah mengikuti pelatihan, warga belajar dapat memperoleh pekerjaan atau menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang lebih baik, serta dapat membuka usahaSetelah mengikuti pelatihan, warga belajar dapat memperoleh pekerjaan atau menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang lebih baik, serta dapat membuka usaha
Useful /
BIARJOURNALBIARJOURNAL Studi ini menemukan bahwa negara maju lebih unggul dalam menerapkan AI untuk audit forensik, didukung oleh infrastruktur kuat, profesional terlatih, danStudi ini menemukan bahwa negara maju lebih unggul dalam menerapkan AI untuk audit forensik, didukung oleh infrastruktur kuat, profesional terlatih, dan
STIKKUSTIKKU Faktor dominan supervisi (p=0,028). Kesimpulan: Puskesmas Kota Cirebon perlu melakukan konseling gizi kepada masyarakat. Terdapat hubungan yang bermaknaFaktor dominan supervisi (p=0,028). Kesimpulan: Puskesmas Kota Cirebon perlu melakukan konseling gizi kepada masyarakat. Terdapat hubungan yang bermakna
STIKKUSTIKKU Instrumen penelitian adalah lembar observasi dan pengukuran. Sumber data adalah data primer. Analisis data meliputi univariat, bivariat dengan uji KorelasiInstrumen penelitian adalah lembar observasi dan pengukuran. Sumber data adalah data primer. Analisis data meliputi univariat, bivariat dengan uji Korelasi
OJSOJS Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pemahaman mahasiswa terhadap MBKM, tidak ada pengaruh antara kesiapan mahasiswa terhadap MBKM, danHasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pemahaman mahasiswa terhadap MBKM, tidak ada pengaruh antara kesiapan mahasiswa terhadap MBKM, dan