ORLIORLI
Oto Rhino Laryngologica IndonesianaOto Rhino Laryngologica IndonesianaGangguan pendengaran merupakan disabilitas yang signifikan namun seringkali terabaikan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, di mana akses ke perawatan khusus masih terbatas. Studi retrospektif ini meninjau pengalaman selama 15 tahun layanan implan koklea di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo pada anak-anak berusia 0–18 tahun dengan gangguan pendengaran berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 255 pasien (318 telinga) menerima implan koklea, dengan mayoritas berusia 3–5 tahun (37,6%), dan 54,5% berjenis kelamin laki-laki. Komplikasi pasca operasi terjadi pada 4,3% pasien, dengan stimulasi saraf wajah sebagai efek samping paling umum (36,4%). Meskipun layanan telah berkembang, hambatan masih ada, termasuk biaya yang tinggi, akses terbatas ke perawatan khusus, dan distribusi pakar ahli yang tidak merata. Mengatasi tantangan ini sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan perbaikan pendengaran pasien, dan memastikan keberlanjutan program implan koklea di Indonesia.
Meskipun layanan telah berkembang, hambatan masih ada, termasuk biaya yang tinggi, akses terbatas ke perawatan khusus, dan distribusi pakar ahli yang tidak merata.Mengatasi tantangan ini sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan perbaikan pendengaran pasien, dan memastikan keberlanjutan program implan koklea di Indonesia.Upaya kolaboratif antara penyedia layanan kesehatan dan pemerintah sangat penting untuk menjembatani kesenjangan ini dan mendukung pengembangan program implan koklea di seluruh Indonesia.
Berdasarkan pengalaman 15 tahun di Cipto Mangunkusumo, penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada beberapa area penting. Pertama, perlu dilakukan studi untuk mengeksplorasi efektivitas model layanan implan koklea terdesentralisasi, dengan memanfaatkan teknologi telemedis untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses ke spesialis. Kedua, penelitian kualitatif mendalam diperlukan untuk memahami secara komprehensif hambatan finansial yang dihadapi keluarga dalam mengakses implan koklea, serta mengidentifikasi strategi intervensi yang efektif untuk meringankan beban tersebut. Ketiga, penting untuk mengembangkan dan mengevaluasi program pelatihan khusus bagi audiolog dan terapis wicara di daerah-daerah terpencil, guna memastikan ketersediaan tenaga ahli yang kompeten untuk mendukung rehabilitasi pasien implan koklea.
| File size | 446.72 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
ITSPKUITSPKU PTPN IV Regional I PKS Rambutan telah berhasil mengurangi risiko kecelakaan kerja dan mencapai status Zero Accident selama dua tahun terakhir melalui penerapanPTPN IV Regional I PKS Rambutan telah berhasil mengurangi risiko kecelakaan kerja dan mencapai status Zero Accident selama dua tahun terakhir melalui penerapan
MALAHAYATIMALAHAYATI Abdul Moeloek Provinsi Lampung mengenai cara menjaga kesehatan telinga dan faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan pendengaran. Perbedaan pemahaman caraAbdul Moeloek Provinsi Lampung mengenai cara menjaga kesehatan telinga dan faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan pendengaran. Perbedaan pemahaman cara
MARANATHAMARANATHA Presbikusis lebih banyak ditemukan pada perempuan, kelompok usia ≥65 tahun, dengan keluhan utama tinnitus dengan derajat gangguan dengar derajat sedang.Presbikusis lebih banyak ditemukan pada perempuan, kelompok usia ≥65 tahun, dengan keluhan utama tinnitus dengan derajat gangguan dengar derajat sedang.
INSPIRAINSPIRA Terapi mandi air hangat efektif dalam menurunkan insomnia lansia. Terdapat penurunan insomnia dilihat dari rerata skor insomnia yaitu dari 10,10 menjadiTerapi mandi air hangat efektif dalam menurunkan insomnia lansia. Terdapat penurunan insomnia dilihat dari rerata skor insomnia yaitu dari 10,10 menjadi
INSPIRAINSPIRA Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekwensi dan persentase dan bivariat menggunakanInstrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekwensi dan persentase dan bivariat menggunakan
INSPIRAINSPIRA Sampel pada penelitian ini sebanyak 31 orang. Pengukuran penedengaran menggunakan garputala 512 HZ dengan menggunakan uji Rinne, Weber, dan Swabach. Hasil:Sampel pada penelitian ini sebanyak 31 orang. Pengukuran penedengaran menggunakan garputala 512 HZ dengan menggunakan uji Rinne, Weber, dan Swabach. Hasil:
INSPIRAINSPIRA Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif, dimana disusun berdasarkan laporan asuhan keperawatanMetode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif, dimana disusun berdasarkan laporan asuhan keperawatan
UMUSLIMUMUSLIM Bengkel Las adalaha salah satu tempat terpajannya bising saat bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui skrinning awal gangguan pendengaranBengkel Las adalaha salah satu tempat terpajannya bising saat bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui skrinning awal gangguan pendengaran
Useful /
UNTRIMBALIUNTRIMBALI Penelitian ini bertujuan untuk menentukan. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Badan Perencanaan Daerah Penelitian dan Pengembangan KabupatenPenelitian ini bertujuan untuk menentukan. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Badan Perencanaan Daerah Penelitian dan Pengembangan Kabupaten
UNTRIMBALIUNTRIMBALI Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa kepercayaan pelanggan sangat besar terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaanBerdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa kepercayaan pelanggan sangat besar terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan
UNUJAUNUJA Kepemimpinan transformasional kepala sekolah berdampak signifikan pada pembentukan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan psikologis anggota sekolah.Kepemimpinan transformasional kepala sekolah berdampak signifikan pada pembentukan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan psikologis anggota sekolah.
MARANATHAMARANATHA Penangkapan radioaktivitas pada jantung oleh 9mTc-PYP lebih baik dari 99mTc- MDP berdasarkan penilaian kuantitatif maupun semikuantitatif (penilaian visual).Penangkapan radioaktivitas pada jantung oleh 9mTc-PYP lebih baik dari 99mTc- MDP berdasarkan penilaian kuantitatif maupun semikuantitatif (penilaian visual).