UMUSLIMUMUSLIM

LENTERA ( sains, teknologi, ekonomi, sosial dan budaya)LENTERA ( sains, teknologi, ekonomi, sosial dan budaya)

Kejadian seks berisiko sangat berdampak buruk bagi masa depan remaja tunarungu, khususnya kesehatan reproduksinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang memengaruhi kejadian perilaku seks berisiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel diperoleh dengan total sampling yaitu 26 orang. Instrumen lembar kuesioner dengan memberikan 40 pertanyaan. Data dianalisis dengan Chi-Square test dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan hubungan ada pengaruh pengetahuan terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu (p<0,002). Ada pengaruh tindakan terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu (p<0,007). Ada pengaruh paparan media terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu (p<0,007). Adapun faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian perilaku seks berisiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018, yaitu faktor pengetahuan dengan nilai p significancy yaitu 0,002.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018, maka penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut.Berdasarkan hasil perhitungan data terdapat pengaruh pengetahuan terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018.Berdasarkan hasil perhitungan data terdapat pengaruh tindakan terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018.Berdasarkan hasil perhitungan data terdapat pengaruh paparan media terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan intervensi pengetahuan tentang bahaya perilaku seksual berisiko pada remaja tunarungu. Orangtua, guru, dan teman sebaya dapat berperan aktif dalam memberikan informasi dan edukasi tentang kesehatan reproduksi. Selain itu, perlu ada kerjasama antara orangtua dan guru dalam meningkatkan kesadaran remaja tunarungu tentang pentingnya menjaga diri dari perilaku seksual berisiko. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi intervensi yang efektif, termasuk penggunaan teknologi dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja tunarungu tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seksual yang bertanggung jawab.

  1. #pengetahuan remaja#pengetahuan remaja
  2. #kesehatan reproduksi remaja#kesehatan reproduksi remaja
Read online
File size201.23 KB
Pages4
Short Linkhttps://juris.id/p-2Eh
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test