STAI MUSADDADIYAHSTAI MUSADDADIYAH

Jurnal Hukum Ekonomi SyariahJurnal Hukum Ekonomi Syariah

Instagram merupakan salah satu jenis media sosial yang saat ini sedang dianut oleh berbagai kalangan. Instagram telah menjadi salah satu platform media sosial paling populer di Indonesia. Baik untuk foto pribadi, pengalaman, atau acara penting, atau untuk tujuan bisnis seperti toko online, dll. Oleh karena itu, penting untuk membuat kesan yang berbeda di Instagram, yang dapat dicapai dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan memperbanyak jumlah followers. Keuntungan memiliki banyak pengikut Instagram di toko online, seperti meningkatkan kepemilikan akun bisnis. Selanjutnya, dampak paling besar akan dirasakan oleh pengguna Instagram yang memanfaatkan akunnya untuk menjual produk. Dengan semakin banyaknya pelaku bisnis yang menggunakan pengguna media sosial, yang juga dikenal sebagai influencer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara kerja praktik jual beli followers Instagram, serta pandangan hukum Islam terhadap praktik jual beli followers Instagram. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para sarjana masa depan dan dapat digunakan sebagai referensi atau referensi bagi mereka.

Penelitian mengidentifikasi praktek jual beli followers Instagram melibatkan kontrak tertulis atau telepon, penentuan jumlah, harga, dan metode pembayaran.Jual beli followers pasif dianggap ilegal karena tidak memiliki kepemilikan sah, sedangkan followers aktif memiliki risiko lebih rendah namun tetap menghadapi potensi pemblokiran.Kedua jenis transaksi dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam karena mengandung unsur gharar dan ketidakjelasan hak milik.

Bagaimana efektivitas metode promosi manual berbasis kreativitas konten terhadap peningkatan jumlah followers organik pada akun Instagram bisnis kecil dapat diteliti melalui eksperimen lapangan dengan kontrol variabel intensitas posting. Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi persepsi pengguna Instagram terhadap keabsahan hukum Islam jual beli followers dengan mengkaji sikap dan pengetahuan melalui survei kuantitatif pada beragam demografis. Analisis komparatif antara algoritma deteksi bot Instagram dan mekanisme verifikasi manual dapat dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat keberhasilan dalam membedakan followers aktif dan pasif. Studi kasus terhadap platform penyedia layanan jual beli followers dapat menggali implikasi ekonomi mikro serta potensi risiko finansial bagi pembeli dan penjual dalam konteks regulasi digital Indonesia. Akhirnya, pengembangan kerangka etika digital yang mengintegrasikan prinsip syariah dalam praktik media sosial dapat dipelajari untuk memberikan pedoman yang berkelanjutan bagi pelaku bisnis online.

Read online
File size711.61 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test