UNISBAUNISBA

MIMBAR : Jurnal Sosial dan PembangunanMIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan

Artikel ini membahas keberadaan Indonesia sebagai negara agraria di Asia Tenggara di tengah ancaman deagrarianisasi yang terjadi secara global. Penelitian ini menggunakan pendekatan Grant dengan menggabungkan hasil-hasil studi kuantitatif statistik untuk memberikan penjelasan yang lebih lengkap dan jelas mengenai gejala deagrarianisasi dari perspektif makro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deagrarianisasi sedang berlangsung di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari enam indikator utama, yaitu: penurunan PDB sektor pertanian, penurunan jumlah rumah tangga pertanian, penurunan jumlah daerah pedesaan, penurunan populasi pedesaan, penurunan partisipasi tenaga kerja di sektor pertanian, serta penurunan luas lahan pertanian. Indikator-indikator tersebut menunjukkan bahwa pertanian tidak lagi menjadi sektor primer, melainkan telah beralih menjadi sektor sekunder.

Analisis makro mengidentifikasi bahwa deagrarianisasi di Indonesia terus berlanjut, ditandai oleh penurunan PDB pertanian, jumlah rumah tangga pertanian, desa pedesaan, populasi pedesaan, partisipasi tenaga kerja pertanian, serta luas lahan pertanian, yang menandakan pergeseran sektor pertanian dari sektor primer ke sekunder.Pergeseran ini menimbulkan risiko kemiskinan baru karena ketimpangan akses terhadap modal ekonomi yang diperlukan untuk beralih ke sektor non‑pertanian.Oleh karena itu, kebijakan harus mempertimbangkan prasyarat ekonomi dan sosial bagi komunitas pedesaan agar proses transisi dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya sebaiknya meneliti secara mendalam strategi mata pencaharian rumah tangga yang telah beralih dari pertanian, dengan tujuan mengidentifikasi mekanisme adaptasi dan tingkat ketahanan mereka dalam menghadapi deagrarianisasi; hal ini dapat dilakukan melalui survei lapangan dan wawancara mendalam di beberapa daerah pedesaan. Selain itu, diperlukan evaluasi kebijakan pertanian yang telah diterapkan, dengan memanfaatkan data longitudinal untuk menilai sejauh mana intervensi pemerintah berhasil menahan atau memperlambat proses deagrarianisasi serta dampaknya terhadap keamanan pangan; pendekatan kuantitatif gabungan analisis regresi panel dapat memberikan gambaran yang komprehensif. Selanjutnya, penting untuk mengkaji peran akses modal dan kredit bagi petani dalam proses transisi ke sektor non‑pertanian, misalnya dengan melakukan studi kasus pada program pembiayaan mikro di provinsi dengan tingkat deagrarianisasi tinggi, sehingga dapat mengungkap faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat keberhasilan keluar dari pertanian. Dengan tiga arah penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih holistik tentang dinamika deagrarianisasi serta dasar ilmiah bagi perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan inklusif.

  1. Deagrarianization Problem and The Implications on Agricultural Policy in Indonesia | Pujiriyani | MIMBAR... doi.org/10.29313/mimbar.v0i0.9415Deagrarianization Problem and The Implications on Agricultural Policy in Indonesia Pujiriyani MIMBAR doi 10 29313 mimbar v0i0 9415
Read online
File size231.7 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test