UnimorUnimor
JASJASFitobiotik merupakan senyawa bioaktif yang berasal dari tanaman herbal maupun tanaman lain sebagai imbuhan pakan (feed additive) pada ternak. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji efektifitas tanaman obat temulawak sebagai fitobiotik terhadap performa dan kualitas karkas broiler. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri 5 ulangan yang terdiri 3 ekor broiler setiap ulangan. Varibel penelitian meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, konsumsi air minum, persentase karkas, persantase karkas, Bobot dan persentase boneless, serta rasio boneless dan tulang. Hasil penelitian menunjukaan tidak ada pengaruh yang nyata (P>0,05) pada variabel yang diukur. Penggunaan tepung temulawak level 1% hingga 2% pada pakan bukan level optimal dalam meningkatkan performa dan kualitas karkas broiler. Terdapat kecenderungan penurunan bobot badan dan persentase boneless serta rasio boneless dan tulang karkas dengan meningkatnya dosis temulawak, walaupun secara statistik tidak berpengaruh nyata dengan perlakuan tanpa penggunaan tepung temulawak. Penggunaan tepung temulawak level 1% hingga 2% pada pakan tidak mempengaruhi performa dan kualitas karkas broiler selama 28 hari.
Penggunaan tepung temulawak level 1% hingga 2% pada pakan tidak mempengaruhi performa dan kualitas karkas broiler selama 28 hari.
Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengoptimalan penggunaan temulawak sebagai fitobiotik pada broiler, mengingat temuan bahwa dosis 1% hingga 2% dalam bentuk tepung belum memberikan dampak positif signifikan dan bahkan cenderung mengurangi konsumsi pakan. Salah satu arah penelitian yang menjanjikan adalah eksplorasi rentang dosis yang lebih luas, baik pada konsentrasi yang lebih rendah dari 1% untuk mencari titik optimal yang tidak memengaruhi palatabilitas, maupun pengembangan formulasi alternatif seperti ekstrak temulawak atau bentuk mikroenkapsulasi yang dapat mengurangi rasa pahit sekaligus meningkatkan bioavailabilitas senyawa aktifnya. Penting juga untuk membandingkan secara langsung efektivitas pemberian temulawak melalui pakan dan air minum, mengingat metode pemberian dapat memengaruhi respons performa broiler secara substansial. Selain itu, mengingat durasi penelitian saat ini hanya 28 hari, studi jangka panjang yang mencakup seluruh siklus pemeliharaan broiler hingga bobot panen optimal dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak temulawak terhadap pertumbuhan otot dan kualitas karkas. Terakhir, penelitian kolaboratif yang menguji kombinasi temulawak dengan aditif pakan lain seperti probiotik, prebiotik, atau enzim pencernaan, dapat mengungkap potensi sinergis untuk meningkatkan efisiensi pakan, kesehatan usus, dan performa broiler secara keseluruhan, mengatasi keterbatasan yang ditemukan dalam studi ini dan membuka jalan bagi solusi nutrisi yang lebih inovatif.
| File size | 259.44 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
IBRAHIMYIBRAHIMY Masing-masing perlakuan di uji dengan 3 kali ulangan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung caulerpa sp konsentrasi 20% (C) dapatMasing-masing perlakuan di uji dengan 3 kali ulangan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung caulerpa sp konsentrasi 20% (C) dapat
UMGUMG Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan frekuensi pemberian pakan dapat meningkatkan biomassa udang vaname, namun tidak memberikan pengaruhHasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan frekuensi pemberian pakan dapat meningkatkan biomassa udang vaname, namun tidak memberikan pengaruh
IPBIPB Penelitian ini dilakukan pada bulan September–November 2022 dan metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)Penelitian ini dilakukan pada bulan September–November 2022 dan metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)
UNSULBARUNSULBAR dengan nilai berturut‑turut 0,95 cm, 0,56 g, 95,55 %, 1,09 g dan 42,04 %. Rataan pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, lajudengan nilai berturut‑turut 0,95 cm, 0,56 g, 95,55 %, 1,09 g dan 42,04 %. Rataan pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, laju
ITBMITBM Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pakan maggot yang difermentasi terhadap sintasan dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus)Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pakan maggot yang difermentasi terhadap sintasan dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus)
IBRAHIMYIBRAHIMY Kelangsungan hidup ikan pada perlakuan tersebut mencapai 91,67%, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.meskipun efisiensi pemanfaatan pakan dan rasioKelangsungan hidup ikan pada perlakuan tersebut mencapai 91,67%, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.meskipun efisiensi pemanfaatan pakan dan rasio
UMGUMG chanos), udang vaname (L. vannamei), dan rumput laut G. verucossa. Peningkatan produktivitas tambak (optimasi) dapat dilihat dengan adanya peningkatanchanos), udang vaname (L. vannamei), dan rumput laut G. verucossa. Peningkatan produktivitas tambak (optimasi) dapat dilihat dengan adanya peningkatan
UNIDAUNIDA Laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, konsumsi pakan, tingkat kelangsungan hidup, dan kualitas air telah dievaluasi. Kisaran laju pertumbuhan spesifik,Laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, konsumsi pakan, tingkat kelangsungan hidup, dan kualitas air telah dievaluasi. Kisaran laju pertumbuhan spesifik,
Useful /
IBRAHIMYIBRAHIMY Perairan Jembrana dikenal sebagai kawasan dengan potensi perikanan yang signifikan, baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor. Namun, meningkatnya aktivitasPerairan Jembrana dikenal sebagai kawasan dengan potensi perikanan yang signifikan, baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor. Namun, meningkatnya aktivitas
ITBMITBM Penelitian ini dilakukan dengan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) di Sungai Tommo. Hasil menunjukkan komposisi ikan yang tertangkap paling tinggi padaPenelitian ini dilakukan dengan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) di Sungai Tommo. Hasil menunjukkan komposisi ikan yang tertangkap paling tinggi pada
ITBMITBM Hasil menunjukkan bahwa telur ikan tuna dari tingkat kematangan gonad IV memiliki kadar air 69,94%, kadar abu 4,04%, protein 20,43%, lemak 0,94%, besiHasil menunjukkan bahwa telur ikan tuna dari tingkat kematangan gonad IV memiliki kadar air 69,94%, kadar abu 4,04%, protein 20,43%, lemak 0,94%, besi
IBRAHIMYIBRAHIMY Tri Mitra Makmur secara umum telah dilaksanakan dengan cukup baik pada tujuh dari delapan kunci sanitasi. Kendala utama terdapat pada ketersediaan fasilitasTri Mitra Makmur secara umum telah dilaksanakan dengan cukup baik pada tujuh dari delapan kunci sanitasi. Kendala utama terdapat pada ketersediaan fasilitas