UNILAKUNILAK

JURNAL TEKNIKJURNAL TEKNIK

Analisis perbandingan biaya menggunakan konsep BIM merupakan hal yang penting untuk diimplementasikan, agar dapat mengetahui seberapa besar pengaruh BIM terhadap biaya proyek dan seberapa efektif penggunaan BIM dalam mengurangi biaya proyek secara maksimal. Penggunaan BIM pada suatu proyek konstruksi dapat menghemat waktu 50% lebih cepat dari pada menggunakan metode konvensional. Ini dikarenakan metode konvensional tidak dapat merencanakan sebuah desain bangunan secara bersamaan, berbeda dengan BIM, metode yang diberikan untuk pengguna/perencana bisa berkolaborasi antar desain yang dibuat secara bersamaan, sehingga pada proses perencanaan tidak ada lagi pekerjaan yang tertunda. Salah satu sarana yang harus ditingkatkan adalah halte bus rapid transit, yang mana transportasi umum yang semakin meningkat terutama di daerah ibukota DKI Jakarta jumlah populasi manusia yang semakin meningkat maka kebutuhan dasar manusia untuk bergerak juga harus ditingkatkan. Oleh karena itu pada tugas akhir ini akan berfokus pada Revitalisasi Halte XXX Transjakarta Halte XXX yang mana akan melakukan penelitian terkait biaya dan waktu menggunakan metode Building Information Modelling (BIM) dengan program Autodesk Revit. Berdasarkan hal tersebut maka, penulis yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas penggunaan metode BIM dan konvensioal untuk menghitung volume pekerjaan, anggaran biaya dan waktu. Metode penelitian yaitu dengan melakukan studi literatur untuk mendapatkan data-data yang akan dimodelkan menggunakan perangkat lunak autodesk. Berdasarkan hasil penelitian volume beton total menunjukkan volume konvensional lebih mendekati aktual yaitu -5.04% atau -37.90m3 sedangkan volume BIM terhadap aktual yaitu -5.04% atau -37.90m3 dan pada volume tulangan total menunjukkan volume konvensional lebih mendekati aktual yaitu 2,52% atau -2.116,41kg sedangkan volume BIM terhadap Aktual yaitu -3,15% atau -2.630,59kg. Selanjutnya perhitungan biaya beton total dengan aktual menunjukkan biaya konvensional lebih mendekati aktual yaitu yaitu -5,04% atau -Rp34.150.157,91, sedangkan biaya BIM terhadap aktual yaitu -5,19% atau -Rp35.110.720,54, sedangkan selisih estimasi harga atau biaya lebih mendekati aktual yaitu -2,52% atau - tulangan total dengan aktual menunjukkan biaya konvensional Rp.35.145.093,36, sedangkan biaya BIM atau Revit terhadap aktual -3,15% atau -Rp43.683.037,32.

Revit berhasil menghasilkan daftar kuantitas volume untuk berbagai elemen struktural pada revitalisasi halte Transjakarta.Perbandingan volume menunjukkan metode konvensional lebih mendekati nilai aktual baik untuk beton maupun tulangan, sedangkan BIM menghasilkan volume sedikit lebih rendah.Pada sisi biaya, estimasi konvensional lebih akurat dibandingkan BIM, namun penggunaan BIM secara signifikan mengurangi waktu pengerjaan dan meningkatkan efisiensi proses desain.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi akurasi estimasi volume BIM pada berbagai tipe struktur dan material selain beton, untuk menentukan faktor-faktor yang memengaruhi deviasi terhadap nilai aktual. Selanjutnya, perlu dikembangkan model kalibrasi biaya BIM yang mengintegrasikan data real‑time dari proyek lapangan sehingga perkiraan biaya menjadi lebih tepat dan responsif terhadap perubahan desain. Selain itu, studi komparatif tentang dampak penggunaan BIM terhadap jadwal konstruksi dan produktivitas pada proyek infrastruktur transportasi skala besar, termasuk analisis kolaborasi antar pemangku kepentingan, akan memperluas pemahaman tentang manfaat BIM dalam konteks manajemen proyek yang kompleks.

Read online
File size2.24 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test