BKUBKU

Jurnal Adiguna KeperawatanJurnal Adiguna Keperawatan

Jumlah penderita hipertensi secara global meningkat dua kali lipat pada 2019, mencapai 1,3 miliar orang, dengan 1 dari 3 orang dewasa terdampak. Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada penduduk usia di atas 18 tahun meningkat dari 25,8% pada 2013 menjadi 34,1% pada 2018. Data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun 2022 menunjukkan bahwa penderita hipertensi usia di atas 15 tahun berjumlah 706.051 orang. Di Puskesmas Neglasari, terdapat 661 penderita hipertensi, terdiri dari 453 perempuan dan 208 laki-laki. Terapi nonfarmakologi untuk hipertensi mencakup aktivitas fisik seperti senam hipertensi. Studi ini bertujuan mengetahui pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah lansia di Prolanis Puskesmas Neglasari, Kota Bandung. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimen dengan one-group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh lansia aktif di Prolanis, dengan sampel sebanyak 33 responden. Instrumen penelitian meliputi sphygmomanometer, SOP senam hipertensi, dan lembar ceklis. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah dengan p-value 0,003 (p<0,05). Karakteristik responden meliputi 27 perempuan, 16 berusia 55-65 tahun, dan 24 berpendidikan SD. Rerata tekanan darah sebelum senam adalah 145/88 mmHg, sedangkan setelah senam menurun menjadi 138/83 mmHg. Hasil ini menunjukkan bahwa senam hipertensi efektif dalam menurunkan tekanan darah lansia di Prolanis Puskesmas Neglasari, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi pendukung dalam pengelolaan hipertensi.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa tekanan darah rata-rata sebelum melakukan senam hipertensi adalah 145,52 mmHg untuk sistol dan 88,58 mmHg untuk diastol.Setelah melakukan senam hipertensi, tekanan darah rata-rata mengalami penurunan menjadi 138,48 mmHg untuk sistol dan 83,94 mmHg untuk diastol.Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna dari senam hipertensi terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Prolanis Puskesmas Neglasari Kota Bandung Tahun 2024.

Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan desain uji coba terkontrol secara acak dengan sampel yang lebih besar dan melibatkan beberapa puskesmas di wilayah Bandung untuk menilai efek jangka panjang senam hipertensi terhadap tekanan darah dan kejadian kardiovaskular pada lansia. Selanjutnya, diperlukan perbandingan efektivitas antara senam hipertensi dengan jenis aktivitas fisik lainnya, seperti yoga atau tai chi, dalam menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kualitas hidup pada penderita hipertensi lansia. Terakhir, studi harus mengeksplorasi faktor-faktor kepatuhan, motivasi, dan karakteristik sosiodemografis yang memengaruhi keberhasilan program senam hipertensi, termasuk penggunaan teknologi pemantauan digital untuk meningkatkan partisipasi dan memantau perubahan fisiologis secara real‑time.

  1. Perspektif Sosiologi Ekonomi Dalam Pemutusan Hubungan Kerja Karyawan Perusahaan Di Masa Pandemi Covid-19... ejournals.umma.ac.id/index.php/point/article/view/902Perspektif Sosiologi Ekonomi Dalam Pemutusan Hubungan Kerja Karyawan Perusahaan Di Masa Pandemi Covid 19 ejournals umma ac index php point article view 902
  2. PENYULUHAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS KABILA KECAMATAN KABILA KABUPATEN GORONTALO |... doi.org/10.55606/jpikes.v2i3.629PENYULUHAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS KABILA KECAMATAN KABILA KABUPATEN GORONTALO doi 10 55606 jpikes v2i3 629
Read online
File size388.6 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test