UMKLAUMKLA
TRIAGE Jurnal Ilmu KeperawatanTRIAGE Jurnal Ilmu KeperawatanLatar Belakang: Hipotermia pascaoperasi merupakan komplikasi umum yang sering terjadi pada pasien yang menjalani anestesi spinal. Kondisi ini dapat memperlambat pemulihan, meningkatkan risiko infeksi luka, dan memperpanjang lama rawat inap. Salah satu metode yang digunakan untuk menjaga suhu tubuh pasien adalah penggunaan blanket warmer. Tujuan: Mengetahui efektivitas penggunaan blanket warmer dalam mencegah terjadinya hipotermia pada pasien pascaoperasi yang menjalani anestesi spinal. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case study dengan pendekatan pretest-posttest dan kelompok tanpa kontrol. Sampel terdiri dari 12 pasien post operasi di Ruang Pemulihan RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo yang menjalani prosedur pembedahan dengan anestesi spinal. Kelompok intervensi diberikan blanket warmer selama 10 menit dalam fase pemulihan pascaoperasi. Pengukuran suhu tubuh dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan termometer aksila selama 1 menit. Hasil: Penggunaan blanket warmer menunjukkan peningkatan signifikan pada suhu tubuh pasien sebelum dan sesudah diberikan blanket warmer (p value 0,001<0,05). Mayoritas pasien pada kelompok intervensi berhasil mempertahankan suhu tubuh dengan rerata (mean) 36,32°C. Kesimpulan: Blanket warmer efektif dalam mencegah hipotermia pada pasien pascaoperasi dengan anestesi spinal. Penggunaan alat ini direkomendasikan sebagai bagian dari standar perawatan pascaoperasi untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pasien.
Intervensi menggunakan Blanket Warmer telah terbukti efektif dalam mencegah dan mengatasi hipotermia pada pasien pascaoperasi dengan anestesi spinal.Dengan pemberian blanket warmer secara tepat dan terkontrol mampu membantu stabilisasi suhu tubuh pasien dan mempercepat proses pemulihan pasca anestesi spinal.Oleh karena itu, penting bagi tenaga medis untuk melakukan pemantauan suhu tubuh secara ketat dan menerapkan strategi pemanasan menggunakan Blanket Warmer yang tepat guna mengurangi komplikasi terkait hipotermia pada pasien yang menjalani anestesi spinal.
Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada efektivitas Blanket Warmer dalam jangka waktu panjang pascaoperasi atau efeknya terhadap kelompok pasien dengan BMI yang sangat rendah. Selain itu, perlu diuji perbandingan antara Blanket Warmer dan metode pemanasan alternatif (seperti infus cairan hangat). Studi multikenter juga direkomendasikan untuk memvalidasi hasil pada populasi yang lebih beragam dan kondisi lingkungan yang berbeda.
- Jenis Anastesi Dengan Kejadian Hipotermi Di Ruang Pemulihan RSUD Banyumas | Adi Husada Nursing Journal.... doi.org/10.37036/ahnj.v7i1.189Jenis Anastesi Dengan Kejadian Hipotermi Di Ruang Pemulihan RSUD Banyumas Adi Husada Nursing Journal doi 10 37036 ahnj v7i1 189
- Factors Associated with Hypothermia Post Spinal Anesthesia in the Central Surgical Installation in 2023... doi.org/10.58812/wsis.v1i09.1582Factors Associated with Hypothermia Post Spinal Anesthesia in the Central Surgical Installation in 2023 doi 10 58812 wsis v1i09 1582
| File size | 241.89 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Hasil uji chi-kuadrat menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan statistik yang signifikan dalam jumlah kasus DBD antara laki-laki dan perempuan di Kota BandungHasil uji chi-kuadrat menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan statistik yang signifikan dalam jumlah kasus DBD antara laki-laki dan perempuan di Kota Bandung
STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA 088 publikasi yang diidentifikasi melalui tiga database online. Hasil analisis menunjukkan Water (rendahnya akses masyarakat terhadap air bersih dan sumber088 publikasi yang diidentifikasi melalui tiga database online. Hasil analisis menunjukkan Water (rendahnya akses masyarakat terhadap air bersih dan sumber
UMLAUMLA Variabel independen adalah kepatuhan mencuci tangan dengan Fuerbringer. Variabel dependen adalah kejadian infeksi nosokomial. Penelitian ini dianalisisVariabel independen adalah kepatuhan mencuci tangan dengan Fuerbringer. Variabel dependen adalah kejadian infeksi nosokomial. Penelitian ini dianalisis
MARANATHAMARANATHA Masalah yang kurang mendesak seperti abfraksi, resesi gingiva, malposisi gigi, serta gigi yang hilang dapat diterapi setelah operasi katup jantung. PasienMasalah yang kurang mendesak seperti abfraksi, resesi gingiva, malposisi gigi, serta gigi yang hilang dapat diterapi setelah operasi katup jantung. Pasien
MEDIKASUHERMANMEDIKASUHERMAN Hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan pola ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pola asuh ibuHal tersebut dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan pola ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pola asuh ibu
MEDIKASUHERMANMEDIKASUHERMAN Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Dilakukan di SMP IT Putri Abu Hurairah Mataram padaJenis penelitian ini menggunakan kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Dilakukan di SMP IT Putri Abu Hurairah Mataram pada
MEDIKASUHERMANMEDIKASUHERMAN Diabetes mellitus gestasional adalah salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi serta sangat berbahaya karena mengakibatkan komplikasi yang seriusDiabetes mellitus gestasional adalah salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi serta sangat berbahaya karena mengakibatkan komplikasi yang serius
STIKESMUCISSTIKESMUCIS Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan sangat penting selama penyebaran virus COVID‑19. Oleh karena itu,Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan sangat penting selama penyebaran virus COVID‑19. Oleh karena itu,
Useful /
UMLAUMLA Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), insidensi ulkus dekubitus di rumah sakit dapat mencapai 10-30%, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada pasienMenurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), insidensi ulkus dekubitus di rumah sakit dapat mencapai 10-30%, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada pasien
UMLAUMLA Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 pasien TB ParuPenelitian kuantitatif ini menggunakan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 pasien TB Paru
ITBITB Selain itu, dijelaskan prosedur review, kebijakan pengungkapan konflik kepentingan, dan langkah‑langkah yang harus diambil bila ditemukan kesalahan padaSelain itu, dijelaskan prosedur review, kebijakan pengungkapan konflik kepentingan, dan langkah‑langkah yang harus diambil bila ditemukan kesalahan pada
MARANATHAMARANATHA Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik sosis hati ayam dalam sosis ayam untuk memenuhi kecukupan zat besi remaja putri. PenelitianTujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik sosis hati ayam dalam sosis ayam untuk memenuhi kecukupan zat besi remaja putri. Penelitian