STIKBARSTIKBAR

Public Health of IndonesiaPublic Health of Indonesia

Latar belakang: Tes skrining diperlukan untuk membantu mendeteksi Tuberkulosis (TB) paru pada pasien positif HIV. Dengan keterbatasan spesifisitas tes skrining dan kebutuhan untuk dikombinasikan dengan alat laboratorium untuk meningkatkan spesifisitas tersebut, maka kombinasi dengan pemeriksaan standar masih diperlukan, terutama untuk fasilitas kesehatan yang terbatas.

Skrining TB paru pada pasien HIV dengan riwayat demam dapat dilakukan dengan menggabungkan secara lengkap manifestasi klinis, pemeriksaan fisik, dan rontgen.Variabel Night Sweat, Enlarged Lymph Nodes, left rhonchi breath sounds, dan pulmonary upper lobe infiltrates dapat digunakan secara bertahap.

Untuk meningkatkan efektivitas skrining TB pada pasien HIV, perlu dikembangkan strategi skrining yang lebih komprehensif. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan algoritma skrining yang menggabungkan berbagai tes diagnostik, termasuk tes molekuler, untuk meningkatkan akurasi diagnosis. Selain itu, perlu dilakukan studi untuk mengevaluasi efektivitas strategi skrining yang berbeda di berbagai fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil, untuk memastikan akses yang adil dan tepat waktu terhadap layanan kesehatan bagi semua pasien HIV.

  1. Journal of Clinical Gastroenterology. journal clinical journals.lww.com/jcge/citation/1981/03000/current_medical_diagnosis___treatment_1980.28.aspxJournal of Clinical Gastroenterology journal clinical journals lww jcge citation 1981 03000 current medical diagnosis treatment 1980 28 aspx
  2. Pulmonary Tuberculosis among HIV/AIDS Patients: Chest X-ray Characteristics. pulmonary tuberculosis patients... doi.org/10.21608/scumj.2020.36013.1014Pulmonary Tuberculosis among HIV AIDS Patients Chest X ray Characteristics pulmonary tuberculosis patients doi 10 21608 scumj 2020 36013 1014
Read online
File size177.18 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test