PEDSCIJPEDSCIJ

Pediatric Sciences JournalPediatric Sciences Journal

Prematuritas, yang didefinisikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), merujuk pada bayi yang lahir sebelum 37 minggu kehamilan yang telah selesai. Kelahiran prematur terkait dengan berbagai komplikasi, baik segera maupun jangka panjang, salah satunya adalah anemia prematuritas (AOP). AOP adalah kondisi umum pada neonatus prematur dan ditandai dengan penurunan signifikan kadar hemoglobin, yang terjadi lebih cepat dan parah dibandingkan dengan bayi yang lahir cukup bulan. Sementara bayi yang lahir cukup bulan biasanya mengalami penurunan kadar hemoglobin yang ringan, seringkali tanpa gejala, bayi prematur menghadapi anemia yang lebih parah, yang mungkin memerlukan intervensi medis. Penyebab mendasar AOP bersifat multifaktorial, termasuk kekurangan produksi eritropoietin (EPO), masa hidup sel darah merah yang lebih pendek, dan pengambilan sampel darah yang sering. Faktor-faktor ini membuat neonatus prematur sangat rentan terhadap onset awal anemia, yang dapat mengganggu pengiriman oksigen dan mempengaruhi perkembangan mereka secara keseluruhan.

Studi ini menekankan profil risiko tinggi neonatus prematur yang menerima transfusi sel merah yang dipadatkan, yang menegaskan pentingnya ambang transfusi individual dan pemantauan pasca-transfusi yang ketat untuk meningkatkan hasil klinis.

Untuk mengurangi risiko dan meningkatkan hasil klinis, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan protokol transfusi yang lebih individual dan berbasis bukti untuk neonatus prematur. Studi prospektif yang melibatkan berbagai pusat perawatan neonatal di Indonesia dapat membantu mengidentifikasi faktor prediktif dan mengevaluasi keamanan serta efektivitas biaya dari berbagai ambang transfusi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi intervensi komplementer seperti penundaan pemotongan tali pusat, pengambilan sampel darah minimal, nutrisi yang memadai, suplemen besi, dan EPO rekombinan manusia untuk mengurangi ketergantungan transfusi dan mempertahankan kadar hemoglobin. Dengan memahami komorbiditas dan karakteristik klinis neonatus prematur yang menerima transfusi, kita dapat mengembangkan strategi transfusi yang lebih efektif dan aman, meningkatkan hasil kesehatan bagi populasi berisiko tinggi ini.

  1. 0. loading doi.org/10.1542/neo.24-6-e3700 loading doi 10 1542 neo 24 6 e370
  2. Risk factors for anemia of prematurity among 30-35-week preterm infants. risk factors anemia prematurity... jstage.jst.go.jp/article/fms/69/2/69_2022-21/_articleRisk factors for anemia of prematurity among 30 35 week preterm infants risk factors anemia prematurity jstage jst go jp article fms 69 2 69 2022 21 article
  3. Effects of Liberal vs Restrictive Transfusion Thresholds on Survival and Neurocognitive Outcomes in Extremely... jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2769262Effects of Liberal vs Restrictive Transfusion Thresholds on Survival and Neurocognitive Outcomes in Extremely jamanetwork journals jama fullarticle 2769262
  4. Preterm Birth: An Overview | Cureus. preterm birth overview cureus home specialties browse articles posters... doi.org/10.7759/cureus.33006Preterm Birth An Overview Cureus preterm birth overview cureus home specialties browse articles posters doi 10 7759 cureus 33006
Read online
File size242.31 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test