UNSIMARUNSIMAR

Mosintuwu Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatMosintuwu Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Kaputihan adalah desa di kecamatan Jatiwaras, Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia. Dengan jumlah penduduk 6616 dan luas daerah 16 Ha, pemerintah desa seringkali menghadapi tantangan dalam memetakan batas wilayah dan menentukan titik lokasi bangunan fasilitas umum. Ketidakakuratan dan keterlambatan dalam pemetaan tersebut tidak hanya mengganggu proses administrasi, tetapi juga menyulitkan pengunjung dari luar desa dalam menemukan lokasi tujuan. Dampak ini berpotensi menghambat berbagai aspek pengembangan desa, mulai dari perencanaan infrastruktur hingga penyediaan layanan publik yang efektif. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pemasaran produk UMKM masyarakat setempat, dimana sebagian besar penduduk Desa Kaputihan menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan, pertanian, dan peternakan. Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan, pengabdian ini bertujuan mendampingi Perangkat Desa Kaputihan dan Masyarakat pelaku UMKM untuk meningkatkan tata wilayah Desa Kaputihan dan memasarkan produk UMKM ke luar Desa Kaputihan sehingga produksi nya dikenal dan bisa di pesan oleh Masyarakat di luar Desa Kaputihan.

Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kompetensi pelayanan prima dan penguatan tata kelola wilayah berbasis SIG partisipatif.Keberhasilan ini tercermin dari peningkatan skor pengetahuan peserta, kemampuan teknis dalam pemetaan, serta tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan data dan pembangunan desa.Dengan adanya implementasi sistem informasi geografis, proses pemetaan batas wilayah dan penentuan titik lokasi menjadi lebih akurat, sehingga dapat mengatasi tantangan dalam pemasaran produk UMKM dan mempermudah akses bagi pengunjung dari luar desa.

Berdasarkan hasil pengabdian ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan aplikasi SIG yang lebih interaktif dan mudah digunakan oleh masyarakat awam, termasuk fitur navigasi yang terintegrasi dengan platform pemasaran online untuk UMKM. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaan data spasial dalam pengambilan keputusan pembangunan desa, dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Terakhir, penelitian dapat diarahkan untuk mengembangkan model pelatihan SIG yang berkelanjutan bagi perangkat desa dan masyarakat, sehingga kemampuan mereka dalam mengelola dan memanfaatkan data geografis dapat terus ditingkatkan secara mandiri. Pengembangan ini penting untuk memastikan keberlanjutan program dan memaksimalkan manfaat SIG bagi kemajuan Desa Kaputihan, serta dapat direplikasi di desa-desa lain dengan karakteristik serupa. Penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan tata kelola wilayah yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.

  1. J-ICON: Jurnal Komputer dan Informatika. web based geographical information system school spread tasikmalaya... ejurnal.undana.ac.id/index.php/jicon/article/view/9808J ICON Jurnal Komputer dan Informatika web based geographical information system school spread tasikmalaya ejurnal undana ac index php jicon article view 9808
  2. Integrating participatory GIS into spatial planning regulation: The case of Merauke District, Papua,... thecommonsjournal.org/articles/10.18352/ijc.759Integrating participatory GIS into spatial planning regulation The case of Merauke District Papua thecommonsjournal articles 10 18352 ijc 759
Read online
File size1014.63 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test