STISHUSNULKHOTIMAHSTISHUSNULKHOTIMAH

Khidmatul Mujtama': Jurnal Pengabdian kepada MasyarakatKhidmatul Mujtama': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Baiturrahman, Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, pada pukul 18.30 - 19.00. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran ibu-ibu di desa tersebut melalui kegiatan halaqoh dan tahsin. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah talaqi, yaitu pembelajaran yang mengutamakan interaksi langsung antara pengajar dan peserta. Kegiatan utama dalam program ini adalah tilawah dan tahsin, yang bertujuan membaguskan bacaan Al-Quran para ibu. Pelaksanaan program ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari ibu-ibu di Desa Paniis, yang terlihat dari keterlibatan aktif mereka selama sesi berlangsung. Program ini menunjukkan pentingnya kegiatan pembelajaran Al-Quran dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi ibu-ibu dalam meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap Al-Quran.

Program halaqoh tahsin yang dilaksanakan di Masjid Baiturrahman, Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, berhasil mencapai tujuan utama yaitu meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran ibu-ibu di desa tersebut.Melalui metode talaqi, para peserta menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam aspek tajwid, makhraj huruf, dan pengucapan Al-Quran dengan benar.Keberhasilan program ini juga didorong oleh antusiasme tinggi peserta yang secara aktif terlibat dalam setiap sesi, serta dukungan dari pengajar yang memberikan pembimbingan secara langsung.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi ibu-ibu dalam mengikuti program tahsin, termasuk peran dukungan keluarga dan lingkungan sosial. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran talaqi yang lebih adaptif terhadap berbagai tingkat kemampuan membaca Al-Quran, sehingga dapat menjangkau lebih banyak peserta dengan kebutuhan yang beragam. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi integrasi program tahsin dengan kegiatan keagamaan lainnya di desa, seperti pengajian rutin atau kegiatan sosial keagamaan, untuk menciptakan ekosistem pembelajaran Al-Quran yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan program pemberdayaan ibu-ibu melalui tahsin dapat memberikan dampak yang lebih luas dan signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

Read online
File size132.74 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test