UNTAGUNTAG

JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi PublikJPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik

Fasilitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang diselenggarakan oleh pemerintah adalah puskesmas. Puskesmas merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat dalam membina peran serta masyarakat juga memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat. Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya. Pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas adalah pelayanan kesehatan menyeluruh yang meliputi pelayanan: kuratif (pengobatan), preventif (upaya pencegahan), promotif (peningkatan kesehatan), dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perencanaan, koordinasi, pengembangan SDM dan penilaian kinerja terhadap kinerja manajemen Puskesmas. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel perencanaan memiliki koefisien beta terstandarisasi tertinggi, yang mengindikasikan pengaruh dominan terhadap kinerja manajemen puskesmas. Untuk meningkatkan manajemen puskesmas, perlu dilakukan perencanaan yang baik di tingkat puskesmas, koordinasi antar puskesmas, pengembangan SDM, dan penilaian kinerja puskesmas.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan, koordinasi, pengembangan SDM, dan penilaian kinerja secara signifikan mempengaruhi kinerja manajemen puskesmas.Variabel perencanaan memiliki pengaruh dominan terhadap kinerja manajemen puskesmas.Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja manajemen puskesmas, perlu dilakukan perencanaan yang baik di tingkat puskesmas, koordinasi antar puskesmas, pengembangan SDM, dan penilaian kinerja puskesmas.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih dalam mengenai faktor-faktor kualitatif yang mempengaruhi perencanaan puskesmas, seperti partisipasi masyarakat dan dukungan pemerintah daerah. Hal ini penting untuk memahami bagaimana melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan memastikan adanya dukungan yang kuat dari pemerintah daerah. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi model koordinasi yang paling efektif antar puskesmas, dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah dan sumber daya yang tersedia. Model koordinasi yang baik dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi dampak pelatihan dan pengembangan SDM terhadap peningkatan kinerja puskesmas, dengan fokus pada keterampilan manajemen dan komunikasi. Pelatihan yang relevan dapat meningkatkan kompetensi petugas puskesmas dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Read online
File size334.8 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test