ISKIISKI

Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaJurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Penelitian ini menguji tantangan yang dihadapi oleh UMKM yang dimiliki perempuan di Jakarta Selatan, menyoroti kesenjangan gender dan digital yang persisten yang menghambat pembangunan ekonomi inklusif. Menggunakan kombinasi metode kualitatif, termasuk diskusi kelompok terfokus dan wawancara mendalam, penelitian ini menyelidiki hambatan untuk adopsi digital, seperti literasi digital yang terbatas, norma budaya, dan kendala infrastruktur. Berdasarkan Model Penerimaan Teknologi (TAM) dan prinsip-prinsip pembangunan inklusif, penelitian ini menekankan pentingnya strategi komunikasi yang spesifik konteks dan solusi yang digerakkan oleh masyarakat untuk mendorong pemberdayaan dan kesetaraan gender dalam transformasi digital. Temuan mengungkapkan bahwa meskipun inisiatif pemerintah seperti program Jakpreneur telah memberikan pelatihan dan sumber daya penting, kesenjangan tetap ada dalam pendekatan partisipatif yang mengatasi realitas sosial dan budaya perempuan yang unik. Penelitian ini mengadvokasi penguatan program literasi digital berbasis masyarakat, model pembelajaran sejawat, dan skema pendampingan yang memanfaatkan pengetahuan dan jaringan sosial lokal.

Penelitian ini menegaskan bahwa inklusi digital tidak dapat dicapai hanya melalui infrastruktur atau pelatihan standar, tetapi melalui praktik komunikasi yang partisipatif, empatik, dan berlandaskan konteks.Program seperti Jakpreneur menunjukkan potensi dukungan pemerintah, namun model top-down seringkali mengabaikan realitas sosial dan emosional perempuan pengusaha.Dengan merangkul pendekatan yang berpusat pada manusia dan inklusif, penelitian ini berkontribusi pada pengetahuan baru tentang bagaimana literasi digital dapat berkembang menjadi proses relasional, adaptif, dan berbasis komunitas, yang pada akhirnya memberdayakan perempuan pengusaha untuk menjadi agen aktif dalam ekonomi digital Indonesia.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengidentifikasi strategi komunikasi yang paling efektif dalam meningkatkan literasi digital di kalangan perempuan pengusaha, dengan mempertimbangkan perbedaan usia, tingkat pendidikan, dan jenis usaha. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi peran jaringan sosial dan komunitas dalam memfasilitasi adopsi teknologi, serta bagaimana program pendampingan dapat dirancang untuk memanfaatkan potensi ini secara optimal. Ketiga, penting untuk meneliti dampak kebijakan pemerintah terhadap kesenjangan digital, dan bagaimana kebijakan tersebut dapat disesuaikan untuk lebih mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan bagi perempuan pengusaha di Indonesia.

  1. Acehnese's Digital Literacy Skills in Verification News from Social Media | Jurnal Komunikasi Ikatan... jurnal-iski.or.id/index.php/jkiski/article/view/752Acehneses Digital Literacy Skills in Verification News from Social Media Jurnal Komunikasi Ikatan jurnal iski index php jkiski article view 752
  2. Bridging the Digital Gap: Empowering Women Entrepreneurs through Inclusive Development Communication... jurnal-iski.or.id/index.php/jkiski/article/view/1373Bridging the Digital Gap Empowering Women Entrepreneurs through Inclusive Development Communication jurnal iski index php jkiski article view 1373
Read online
File size558.44 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test