RISETILMIAHRISETILMIAH

Impression : Jurnal Teknologi dan InformasiImpression : Jurnal Teknologi dan Informasi

Artisanal and Small-Scale Gold Mining (ASGM) di Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan, khususnya terhadap kondisi vegetasi dan mineralisasi permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi indikasi degradasi lingkungan akibat aktivitas ASGM menggunakan data penginderaan jauh dari satelit Landsat-9. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan indeks vegetasi seperti NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) serta indeks oksida besi (Fe-Oxide) melalui rasio spektral band 4/2 dan 4/3. Hasil penggabungan spasial menunjukkan bahwa zona dengan nilai NDVI ≤ 0.1 dan rasio Fe-oxide tinggi terkonsentrasi pada lokasi pertambangan aktif. Temuan ini mengindikasikan tekanan lingkungan kuat terhadap vegetasi, yang dapat digunakan sebagai indikator awal untuk delineasi wilayah risiko. Total area yang teridentifikasi sebagai zona tekanan lingkungan mencapai ±65,33 hektar dari total area studi ±2.278 hektar.

Analisis citra Landsat-9 OLI tahun 2024 menunjukkan bahwa aktivitas Artisanal and Small-Scale Gold Mining (ASGM) di Kecamatan Lantung memberikan dampak nyata terhadap kondisi biofisik lingkungan, terutama terkait kerusakan vegetasi dan paparan mineral permukaan.Hasil ekstraksi NDVI mengidentifikasi zona dengan nilai NDVI ≤ 0.1 sebagai area dengan tingkat degradasi vegetasi tinggi, yang banyak ditemukan di sekitar lokasi penggalian aktif dan tumpukan tailing.Sementara itu, indeks Fe-Oxide yang dihitung melalui rasio band 4/2 dan 4/3 menunjukkan intensitas anomali mineral oksida besi pada area yang sama, mengindikasikan keterbukaan lapisan tanah kaya mineral akibat aktivitas tambang.Overlay kedua indeks tersebut mengungkapkan bahwa luas zona tekanan lingkungan mencapai ±65,33 hektar dari total wilayah studi ±2.278 hektar—luasan yang cukup signifikan secara ekologis karena berada terpusat pada daerah hulu dan zona tangkapan air yang sensitif.Korelasi kuat antara kedua indikator (Pearson −0.8185) memperlihatkan bahwa degradasi vegetasi berhubungan erat dengan peningkatan paparan Fe-Oxide permukaan, yang secara ilmiah dapat berpotensi memicu pelindian logam berat pada kondisi kimia lingkungan tertentu.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan pemantauan berkala menggunakan kombinasi citra resolusi tinggi dan sampel lapangan untuk validasi kimia tanah dan air, guna memastikan tingkat kontaminasi logam berat di wilayah ASGM. Kedua, studi serupa dapat diterapkan di wilayah ASGM lain di Nusa Tenggara Barat atau daerah tambang rakyat lainnya di Indonesia, untuk menguji konsistensi kerangka analisis dan memahami dampak lingkungan secara lebih luas. Ketiga, penelitian dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan data penginderaan jauh dengan model simulasi lingkungan, untuk memprediksi dampak jangka panjang aktivitas ASGM terhadap kualitas air dan tanah.

Read online
File size891.2 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test