UNISMAUNISMA
Yurispruden: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam MalangYurispruden: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam MalangKebijakan jaminan kesehatan bagi purnatugas menteri sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 121 Tahun 2024 menimbulkan polemik terkait keadilan dan implikasinya terhadap akuntabilitas keuangan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kebijakan tersebut dengan prinsip keadilan sosial dan akuntabilitas keuangan negara dalam pengelolaan anggaran publik. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, serta kasus berdasarkan pada asas-asas umum pemerintahan yang baik (AUPB), terutama asas keadilan, kepatutan, dan efisiensi anggaran publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini berpotensi menciptakan ketidakadilan sosial karena memberikan fasilitas istimewa kepada elite politik tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi mereka secara objektif. Selain itu, kebijakan ini berisiko membebani APBN secara tidak proporsional dan mengganggu alokasi anggaran sektor publik esensial. Disimpulkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi diuji melalui judicial review karena bertentangan dengan prinsip tata kelola keuangan negara yang baik.
Peraturan Presiden Nomor 121 Tahun 2024 mengenai jaminan kesehatan bagi menteri purnatugas dinilai tidak mencerminkan prinsip keadilan sosial dan mandat Konstitusi 1945 karena mengalokasikan anggaran negara kepada kelompok elite yang sudah mapan, sementara masyarakat rentan terabaikan, sehingga menciptakan ketidaksetaraan.Kebijakan ini juga gagal memenuhi prinsip akuntabilitas keuangan negara—baik substantif, prosedural, maupun hasil—yang terbukti dari manfaat publik yang terbatas, kurangnya transparansi proses, dan dampak distribusi yang tidak adil.Oleh karena itu, reformasi kebijakan melalui uji kelayakan, skema pembayaran bersama, sistem pengawasan berbasis teknologi, dan realokasi anggaran yang lebih pro-rakyat sangat diperlukan untuk memastikan kebijakan publik sejalan dengan keadilan sosial, efisiensi anggaran, dan keberlanjutan fiskal sesuai amanat konstitusi.
Mengingat temuan penelitian ini tentang potensi ketidakadilan sosial dan beban keuangan negara dari kebijakan jaminan kesehatan menteri purnatugas, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat penting untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai bagaimana sebuah sistem uji kelayakan atau means-testing yang transparan dan objektif dapat dirancang serta diimplementasikan secara efektif di Indonesia. Penelitian ini bisa menyoroti tantangan praktis dalam mengumpulkan data keuangan pejabat purnatugas dan bagaimana sistem tersebut dapat mencegah celah yang bisa disalahgunakan, sekaligus memastikan bantuan hanya menyasar mereka yang benar-benar membutuhkan, tidak lagi didasarkan pada status jabatan masa lalu semata. Kedua, selain fokus pada satu kebijakan ini, riset selanjutnya dapat memperluas cakupan untuk menganalisis dampak kumulatif jangka panjang dari berbagai kebijakan yang memberikan fasilitas istimewa kepada elite politik atau pejabat negara (baik yang masih aktif maupun purnatugas) terhadap stabilitas fiskal negara. Hal ini penting untuk memahami seberapa besar beban wajib ini membatasi fleksibilitas anggaran dan menghambat alokasi dana untuk program-program publik yang lebih mendesak dan pro-rakyat. Ketiga, sebuah studi empiris akan sangat berharga untuk mengukur secara langsung bagaimana persepsi masyarakat umum terhadap kebijakan-kebijakan yang memberikan keistimewaan kepada elite berdampak pada tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah dan institusi demokrasi. Penelitian ini dapat membandingkan sentimen publik di berbagai lapisan masyarakat, mengidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat atau melemahkan legitimasi kebijakan, serta bagaimana pengalaman mereka dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memengaruhi pandangan tersebut. Ketiga area penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar yang lebih kuat bagi perumusan kebijakan yang adil, efisien, dan akuntabel di masa depan, demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
- Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran, Pengendalian Akuntansi dan Sistem Pelaporan terhadap Akuntabilitas... jea.ppj.unp.ac.id/index.php/jea/article/view/463Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran Pengendalian Akuntansi dan Sistem Pelaporan terhadap Akuntabilitas jea ppj unp ac index php jea article view 463
- TRANSPARASI DAN AKUNTABILITAS DALAM PENCEGAHAN FRAUD DIINSTANSI PEMERINTAH (STUDI KASUS KANTOR KEC. CIWIDEY)... doi.org/10.59820/emba.v2i1.110TRANSPARASI DAN AKUNTABILITAS DALAM PENCEGAHAN FRAUD DIINSTANSI PEMERINTAH STUDI KASUS KANTOR KEC CIWIDEY doi 10 59820 emba v2i1 110
- The Constitutionality of the Retired Minister's Health Insurance Policy Based on Social Justice... doi.org/10.33474/yur.v8i2.23804The Constitutionality of the Retired Ministers Health Insurance Policy Based on Social Justice doi 10 33474 yur v8i2 23804
| File size | 381.01 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIVERSITASMBOJOBIMAUNIVERSITASMBOJOBIMA Kemudian teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif, yang dimulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi dan pengambilanKemudian teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif, yang dimulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi dan pengambilan
UAIUAI Kebijakan dapat diartikan sebagai salah satu instrumen pemerintah untuk menciptakan keteraturan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, salah satuKebijakan dapat diartikan sebagai salah satu instrumen pemerintah untuk menciptakan keteraturan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, salah satu
APPIHIAPPIHI Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan teknologi komputasi modern dapat memperkuat peran wakaf sebagai instrumen pembangunan sosial yangSelain itu, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan teknologi komputasi modern dapat memperkuat peran wakaf sebagai instrumen pembangunan sosial yang
UNIPEMUNIPEM Auditor internal memiliki peran penting dalam menjamin akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan regional, sehingga laporan keuangan harus transparanAuditor internal memiliki peran penting dalam menjamin akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan regional, sehingga laporan keuangan harus transparan
STAITTDSTAITTD Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) serta mendeskripsikan keterampilan kolaborasiPengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) serta mendeskripsikan keterampilan kolaborasi
POLINEMAPOLINEMA Artikel ini membahas mengenai bagaimana penyalahgunaan power dilakukan oleh legislatif terjadi dalam proses pengalokasian sumberdaya di anggaran, peranArtikel ini membahas mengenai bagaimana penyalahgunaan power dilakukan oleh legislatif terjadi dalam proses pengalokasian sumberdaya di anggaran, peran
UNIMAUNIMA Pelaksanaan program Dana Desa telah sesuai regulasi pemerintah dan bersifat transparan serta partisipatif melalui gotong-royong masyarakat, dengan pelaporanPelaksanaan program Dana Desa telah sesuai regulasi pemerintah dan bersifat transparan serta partisipatif melalui gotong-royong masyarakat, dengan pelaporan
POLTEK STPAULPOLTEK STPAUL Apabila terjadi penambahan pada nilai alokasi anggaran, maka nilai kualitas pelayanan juga akan bertambah. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukanApabila terjadi penambahan pada nilai alokasi anggaran, maka nilai kualitas pelayanan juga akan bertambah. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan
Useful /
UPGRIPLKUPGRIPLK Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan alasan bahwa sumber data dalam penelitian ini adalah orang, ruang, danPendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan alasan bahwa sumber data dalam penelitian ini adalah orang, ruang, dan
UPGRIPLKUPGRIPLK Aspek klelincahan tubuh anak, 10% BSB, 15% BSH, MB 1% dan BB 50%. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan permainan tradisional Manyipet secara rutinAspek klelincahan tubuh anak, 10% BSB, 15% BSH, MB 1% dan BB 50%. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan permainan tradisional Manyipet secara rutin
UACUAC Namun, implementasi memiliki kelemahan seperti kegiatan rutin yang mengaburkan pemahaman dan pendekatan yang tidak sesuai perkembangan psikologis, menyebabkanNamun, implementasi memiliki kelemahan seperti kegiatan rutin yang mengaburkan pemahaman dan pendekatan yang tidak sesuai perkembangan psikologis, menyebabkan
UACUAC Future studies should incorporate more extensive and diverse samples, spanning multiple educational locations, and demographic characteristics. Moreover,Future studies should incorporate more extensive and diverse samples, spanning multiple educational locations, and demographic characteristics. Moreover,