UNIHAZUNIHAZ

ENEN

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kondisi pengelolaan sampah oleh masyarakat setempat, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta peran pihak terkait. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan 25 informan kunci yang terdiri dari warga, Ketua RT, petugas kebersihan, serta organisasi lingkungan, dan dilengkapi dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di lokasi penelitian masih dilakukan secara konvensional dan belum terstruktur. Sebagian besar masyarakat belum melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, sarana pendukung seperti tempat sampah terpilah dan TPS resmi belum tersedia, serta edukasi dan sosialisasi dari pemerintah setempat belum optimal. Kesadaran masyarakat masih rendah dan tanggung jawab pengelolaan sampah sebagian besar diserahkan kepada petugas kebersihan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan program sosialisasi, penyediaan sarana pendukung, serta pembentukan bank sampah untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar bagi pihak terkait dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif dan berkelanjutan.

Pengelolaan sampah di Komplek Perumahan Cempaka Permai masih belum efektif dan sistematis, dengan mayoritas warga membuang sampah secara bercampur tanpa pemilahan organik‑anorganik.Tingkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat rendah, fasilitas pendukung seperti tempat sampah terpilah dan bank sampah tidak tersedia, sehingga masyarakat sangat bergantung pada petugas kebersihan.Upaya sosialisasi dari RT dan organisasi lingkungan belum optimal karena kurangnya partisipasi warga dan dukungan pemerintah, sehingga prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) belum terimplementasi.

Penelitian lanjutan dapat mempelajari (1) bagaimana penerapan program pilot pemilahan sampah berbasis komunitas di kompleks perumahan Cempaka Permai mempengaruhi tingkat partisipasi warga dan kualitas pemilahan, dengan menggunakan desain eksperimental berkelompok dan metode survei serta observasi sebelum‑dan‑sesudah. (2) Sejauh mana penggunaan platform edukasi digital (aplikasi seluler atau media sosial) meningkatkan pengetahuan dan perilaku pemilahan sampah dibandingkan pendekatan sosialisasi tradisional, melalui uji coba acak terkontrol pada kelompok rumah tangga yang berbeda. (3) Apakah model bank sampah yang melibatkan insentif ekonomi bagi rumah tangga dapat berkelanjutan secara finansial dan meningkatkan volume material yang terdaur ulang, dengan melakukan analisis biaya‑manfaat serta studi kasus pada beberapa kompleks perumahan serupa di kota Bengkulu. Ketiga studi tersebut diharapkan memberikan bukti empiris yang kuat untuk merumuskan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.

  1. Pemanfaatan Sampah Organik Dan Anorganik Untuk Mendukung Go Green Concept Di Sekolah | Abdimas: Papua... doi.org/10.33506/pjcs.v1i1.348Pemanfaatan Sampah Organik Dan Anorganik Untuk Mendukung Go Green Concept Di Sekolah Abdimas Papua doi 10 33506 pjcs v1i1 348
  2. Sosialisasi Pemilahan Sampah Organik dan Non-Organik Serta Pengadaan Tempat Sampah Organik dan Non-Organik... ebsina.or.id/journals/index.php/djpm/article/view/103Sosialisasi Pemilahan Sampah Organik dan Non Organik Serta Pengadaan Tempat Sampah Organik dan Non Organik ebsina journals index php djpm article view 103
Read online
File size640.74 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test