ABDINUSABDINUS
Jurnal Antara Abdimas KeperawatanJurnal Antara Abdimas KeperawatanKesehatan anak merupakan faktor utama dalam membangun generasi yang berkualitas. Masa emas tumbuh kembang, terutama pada 100 hari pertama kehidupan, memerlukan perhatian terhadap imunisasi dan gizi seimbang. Posyandu berperan penting dalam pemantauan status gizi anak melalui pengukuran tinggi dan berat badan. Penelitian ini dilakukan di Kp. Kadu Gede, Desa Cilember, bekerja sama dengan Posyandu Mawar. Intervensi mencakup edukasi imunisasi, gizi, dan terapi bermain, serta pengukuran tinggi dan berat badan anak. Hasil analisis menunjukkan berbagai masalah seperti rendahnya cakupan anak yang mendapatkan imunisasi dasar (45%), kurangnya konsumsi gizi seimbang (23% anak jarang makan sayur dan buah), dan keterbatasan aktivitas bermain anak (8% tidak mampu melakukan kegiatan bermain). Penelitian ini menegaskan bahwa intervensi melalui edukasi imunisasi, peningkatan konsumsi gizi seimbang, dan stimulasi aktivitas bermain dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, peran aktif posyandu dan orang tua sangat diperlukan dalam meningkatkan kesehatan anak secara menyeluruh.
Kegiatan Pengabdian Kesehatan Masyarakat Desa ini memberikan pengaruh positif bagi masyarakat Desa Cilember, terutama melalui peningkatan pendidikan kesehatan dan pengetahuan tentang imunisasi serta asupan gizi seimbang yang krusial bagi pertumbuhan dan kesehatan anak.Kolaborasi dalam pengukuran timbang dan berat bayi serta anak juga berhasil meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang.Selain itu, terapi bermain terbukti esensial dalam memengaruhi perkembangan fisik, mental, dan sosial anak.Dengan demikian, diharapkan kesadaran masyarakat meningkat dan mereka mampu menerapkan pendidikan kesehatan anak dengan baik, mengingat kesehatan anak adalah fondasi utama untuk membangun generasi yang sehat, produktif, berkualitas, dan memiliki risiko rendah terhadap berbagai penyakit di kemudian hari.
Untuk memperkuat temuan program pengabdian masyarakat ini, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam dan komprehensif. Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal yang mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi edukasi imunisasi, gizi seimbang, dan terapi bermain terhadap status kesehatan dan perkembangan anak secara konkret di Kp. Kadu Gede Desa Cilember. Penelitian ini dapat mengukur secara objektif perubahan pada cakupan imunisasi lengkap, peningkatan konsumsi makanan bergizi, dan perkembangan motorik serta sosial-emosional anak dalam periode waktu yang lebih panjang, misalnya 6 bulan atau 1 tahun setelah intervensi awal, bukan hanya berdasarkan evaluasi pengetahuan sesaat. Ini akan memberikan bukti nyata mengenai efektivitas program dalam menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Kedua, sangat penting untuk melakukan studi kualitatif untuk memahami lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan partisipasi orang tua dan adopsi praktik kesehatan yang diajarkan. Misalnya, apa saja hambatan dan motivasi yang dihadapi orang tua dalam menerapkan pola gizi seimbang atau membawa anak untuk imunisasi lengkap setelah program berakhir? Menggali persepsi dan pengalaman mereka akan memberikan wawasan berharga untuk merancang program yang lebih relevan dan berkelanjutan di masa depan. Ketiga, perlu diteliti lebih jauh bagaimana peran kader posyandu, bidan desa, dan guru PAUD dapat dioptimalkan dan diperkuat sebagai agen perubahan dalam skala yang lebih luas. Penelitian ini bisa mengeksplorasi model pelatihan berkelanjutan bagi mereka serta strategi untuk meningkatkan kolaborasi antarpihak dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak di berbagai wilayah dengan karakteristik yang berbeda. Dengan demikian, hasil penelitian lanjutan ini dapat menjadi landasan untuk pengembangan kebijakan kesehatan anak yang lebih efektif dan dapat direplikasi.
- Smart Nutrition for a Golden Generation: Nutrition Education for Mothers of Toddlers | JURNAL PENGMAS... doi.org/10.35451/jpk.v4i1.2164Smart Nutrition for a Golden Generation Nutrition Education for Mothers of Toddlers JURNAL PENGMAS doi 10 35451 jpk v4i1 2164
- Factors Affecting the Completeness of Basic Immunizations for Infants Aged 12 Months during the COVID-19... jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/1316Factors Affecting the Completeness of Basic Immunizations for Infants Aged 12 Months during the COVID 19 jurnal htp ac index php keskom article view 1316
- Peran Gizi Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita | Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu... jurnal.stikeskesosi.ac.id/index.php/Antigen/article/view/260Peran Gizi Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita Antigen Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu jurnal stikeskesosi ac index php Antigen article view 260
| File size | 587.19 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IBRAHIMYIBRAHIMY Pelecehan seksual atau fisik terhadap anak sebelum usia delapan belas tahun dianggap sebagai kekerasan terhadap anak karena stigma dan ketakutan untukPelecehan seksual atau fisik terhadap anak sebelum usia delapan belas tahun dianggap sebagai kekerasan terhadap anak karena stigma dan ketakutan untuk
JURNALSAINSJURNALSAINS Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Pemanfaatan Water Bottle Recycling dapat dijadikan sebagai Media pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan botolKesimpulan dalam penelitian ini yaitu Pemanfaatan Water Bottle Recycling dapat dijadikan sebagai Media pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan botol
POLTESAPOLTESA Pembinaan ini meliputi kegiatan Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak (SDIDTKA) di masyarakat, yang dapat dilaksanakan olehPembinaan ini meliputi kegiatan Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak (SDIDTKA) di masyarakat, yang dapat dilaksanakan oleh
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,2% balita memiliki status gizi stunting, denganPengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,2% balita memiliki status gizi stunting, dengan
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, populasi adalah ibu dengan balita usia 0-5 tahun. Sampel penelitian diambilPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, populasi adalah ibu dengan balita usia 0-5 tahun. Sampel penelitian diambil
MEDIKASUHERMANMEDIKASUHERMAN Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dan hipertensi pada kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUDBerdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dan hipertensi pada kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Tingkat pengetahuan ibu balita di Puskesmas Kedawung didominasi kategori cukup (54,5%). Analisis Chi-Square memperlihatkan hubungan bermakna (p = 0,027)Tingkat pengetahuan ibu balita di Puskesmas Kedawung didominasi kategori cukup (54,5%). Analisis Chi-Square memperlihatkan hubungan bermakna (p = 0,027)
JURNALSAINSJURNALSAINS Diantaranya, kemampuan fisik, kognitif, afektif, bahasa, seni, sosial, emosional, moral, konsep diri, kemandirian, kedisiplinan dan agama. KemandirianDiantaranya, kemampuan fisik, kognitif, afektif, bahasa, seni, sosial, emosional, moral, konsep diri, kemandirian, kedisiplinan dan agama. Kemandirian
Useful /
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan apakah permainan 4 on 4 dapat meningkatakan keterampilan passing bawah bolavoli pada peserta didik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan apakah permainan 4 on 4 dapat meningkatakan keterampilan passing bawah bolavoli pada peserta didik.
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR 444) dengan kejadian bayi berat rendah, sehingga ibu yang kurang energi dan protein berisiko lima kali lebih tinggi melahirkan bayi berat rendah. Tidak444) dengan kejadian bayi berat rendah, sehingga ibu yang kurang energi dan protein berisiko lima kali lebih tinggi melahirkan bayi berat rendah. Tidak
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR 67. Berdasarkan hasil penelitian, substitusi tepung terigu dengan pure labu kuning berpengaruh signifikan terhadap karakteristik bolu kukus, termasuk warna,67. Berdasarkan hasil penelitian, substitusi tepung terigu dengan pure labu kuning berpengaruh signifikan terhadap karakteristik bolu kukus, termasuk warna,
DAARULHUDADAARULHUDA Tujuan dari laporan ini adalah memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan yang komprehensif terhadap lansia dengan risiko jatuh, Pelayanan kesehatanTujuan dari laporan ini adalah memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan yang komprehensif terhadap lansia dengan risiko jatuh, Pelayanan kesehatan