DINASTIREVDINASTIREV
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikJurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikImplementasi kebijakan relokasi pedagang kaki lima di Kota Padang, khususnya di Pantai Padang dan Jembatan Siti Nurbaya, melalui Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban Umum, melarang berjualan di area yang dilarang seperti badan jalan dan fasilitas umum. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan keberhasilan implementasi kebijakan relokasi di kedua lokasi. Fokus penelitian ini adalah mengkaji secara komparatif implementasi kebijakan relokasi pedagang kaki lima di dua lokasi di Kota Padang Pantai Padang dan Jembatan Siti Nurbaya dengan menyoroti dampak ekonomi, sosial, budaya, dan pariwisata yang ditimbulkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Model Van Meter dan Van Horn, enam variabel implementasi termasuk standar kebijakan, sumber daya, komunikasi, karakteristik pelaksana, kondisi sosial ekonomi, dan disposisi pelaksana belum sepenuhnya terpenuhi dalam konteks ini. Temuan lapangan memperlihatkan adanya perbedaan antara kerangka teoritis dan realitas implementatif, khususnya di Pantai Padang, di mana tujuan penataan kawasan wisata tidak diikuti oleh peningkatan kesejahteraan pedagang. Secara ekonomi, relokasi menyebabkan penurunan pendapatan pedagang karena lokasi baru yang tidak strategis dan kurang mendukung. Secara sosial dan budaya, relokasi memicu perubahan karena ruang usaha lama telah menjadi bagian dari identitas dan relasi sosial komunitas. Dari sisi pariwisata, meskipun kawasan menjadi lebih tertib secara visual, vitalitas ekonomi dan budaya justru menurun akibat kurangnya integrasi antara kawasan relokasi dan atraksi wisata utama.
Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Kota Padang menghadapi tantangan yang kompleks dan menghasilkan konsekuensi yang berbeda di dua lokasi strategis, yaitu Pantai Padang dan Jembatan Siti Nurbaya.Di Pantai Padang, relokasi cenderung menimbulkan dampak negatif terhadap aspek ekonomi dan sosial.Penurunan pendapatan pedagang, keterputusan ruang sosial, serta munculnya resistensi menjadi indikator bahwa implementasi kebijakan belum sepenuhnya berhasil.Keberhasilan penataan kawasan dari sisi estetika tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan pedagang maupun kualitas pengalaman wisata.Sebaliknya, implementasi di Jembatan Siti Nurbaya relatif lebih berhasil karena disertai dengan pembentukan Koperasi Kuliner Jembatan Siti Nurbaya (KKJSN) dan integrasi aktivitas seni-budaya.Hal ini membuat kawasan tetap hidup sebagai ruang interaksi sosial sekaligus mendukung citra pariwisata kota.Meskipun demikian, tantangan terkait keterbatasan fasilitas dan keberlanjutan pendapatan pedagang masih memerlukan perhatian lebih lanjut.Secara teoritis, penelitian ini menegaskan relevansi model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn, terutama variabel komunikasi antarorganisasi, sumber daya, serta disposisi pelaksana, yang terbukti menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi.Temuan ini juga memperlihatkan bahwa kebijakan relokasi PKL tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan tata ruang, tetapi harus dilihat secara multidimensi yang mencakup ekonomi, sosial, budaya, dan pariwisata.
Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang dampak sosial dan budaya dari relokasi pedagang kaki lima, khususnya di Pantai Padang, untuk memahami bagaimana relokasi tersebut mempengaruhi identitas dan relasi sosial komunitas setempat. Kedua, penelitian dapat fokus pada strategi ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis komunitas yang dapat diterapkan untuk mendukung keberlanjutan pendapatan pedagang kaki lima. Ketiga, studi komparatif antara dua lokasi relokasi, Pantai Padang dan Jembatan Siti Nurbaya, dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan relokasi dan dampaknya terhadap berbagai dimensi, seperti ekonomi, sosial, budaya, dan pariwisata.
| File size | 273.24 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
USAHIDUSAHID Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk partisipasi pemuda, faktor pendukung, dan penghambat dalam pengembangan Tradisi Raju sebagai atraksi wisata.Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk partisipasi pemuda, faktor pendukung, dan penghambat dalam pengembangan Tradisi Raju sebagai atraksi wisata.
USAHIDUSAHID Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) adalah komunitas lokal yang membantu proses pengelolaan kampung wisata maupun desa wisata. Pokdarwis ini memiliki perananKelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) adalah komunitas lokal yang membantu proses pengelolaan kampung wisata maupun desa wisata. Pokdarwis ini memiliki peranan
USAHIDUSAHID Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan internal berupa keaslian budaya dan keterlibatan masyarakat, serta peluang melalui inovasi atraksi dan kolaborasiAnalisis SWOT mengidentifikasi kekuatan internal berupa keaslian budaya dan keterlibatan masyarakat, serta peluang melalui inovasi atraksi dan kolaborasi
USAHIDUSAHID Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui proses wawancara dan pengumpulan data sekunder. Wawancara dilakukan dengan perwakilanPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui proses wawancara dan pengumpulan data sekunder. Wawancara dilakukan dengan perwakilan
POLIMEDIAPOLIMEDIA Kegiatan berwisata melibatkan manusia, lingkungan, dan peralatan yang berpotensi mengalami kerugian material maupun jiwa. Keselamatan, keamanan, dan kesehatanKegiatan berwisata melibatkan manusia, lingkungan, dan peralatan yang berpotensi mengalami kerugian material maupun jiwa. Keselamatan, keamanan, dan kesehatan
OSOOSO Pontianak Utara, Kota Pontiana, dengan jumlah kunjungan yang mencapai ratusan ribu wisatawan baik asing dan lokal tiap tahunnya yang mengunjungi Tugu Khatulistiwa,Pontianak Utara, Kota Pontiana, dengan jumlah kunjungan yang mencapai ratusan ribu wisatawan baik asing dan lokal tiap tahunnya yang mengunjungi Tugu Khatulistiwa,
UPNYKUPNYK Jumlah restoran dan rumah makan berpengaruh positif namun tidak signifikan sedangkan Jumlah atraksi wisata tidak berpengaruh terhadap jumlah PendapatanJumlah restoran dan rumah makan berpengaruh positif namun tidak signifikan sedangkan Jumlah atraksi wisata tidak berpengaruh terhadap jumlah Pendapatan
UTUT Protokol COVID-19 memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan dan niat untuk kembali mengunjungi Desa Wisata Cibuntu. Berdasarkan hasil analisisProtokol COVID-19 memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan dan niat untuk kembali mengunjungi Desa Wisata Cibuntu. Berdasarkan hasil analisis
Useful /
DINASTIREVDINASTIREV Kendala adaptasi terhadap regulasi terbaru dan keterbatasan sumber daya manusia dapat diatasi melalui pelatihan rutin, implementasi sistem keuangan terintegrasi,Kendala adaptasi terhadap regulasi terbaru dan keterbatasan sumber daya manusia dapat diatasi melalui pelatihan rutin, implementasi sistem keuangan terintegrasi,
E SIBERE SIBER Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah kepemimpinan kepala sekolah dalam mempersiapkan bimbingan konseling berperan terhadap Generasi Z. MetodePenelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah kepemimpinan kepala sekolah dalam mempersiapkan bimbingan konseling berperan terhadap Generasi Z. Metode
E SIBERE SIBER Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran motivasi, disiplin belajar, dan kompetensi terhadap pencapaian belajar. Metode yang digunakan adalahPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran motivasi, disiplin belajar, dan kompetensi terhadap pencapaian belajar. Metode yang digunakan adalah
UPNYKUPNYK Dan untuk penanaman modal dalam negeri memiliki pengaruh negatif dan signifikan pada jumlah pengangguran. Pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatifDan untuk penanaman modal dalam negeri memiliki pengaruh negatif dan signifikan pada jumlah pengangguran. Pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatif