MCMC
Mauriduna : Journal of Islamic StudiesMauriduna : Journal of Islamic StudiesPenelitian ini bertujuan mengkontekstualisasikan etika dakwah Rasulullah SAW sebagaimana tercantum dalam Q.S. An-Nahl [16]:125, Q.S. Ali Imran [3]:104, dan Q.S. Fussilat [41]:33 melalui kajian komparatif terhadap Tafsir Al-Maraghi dan Tafsir Al-Misbah, serta menilai relevansinya dalam praktik dakwah digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis kepustakaan yang menelaah sumber klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga prinsip utama dakwah bil hikmah, al-mauizhah al-hasanah, dan al-mujādalah billatī hiya aḥsan memiliki nilai etis yang dapat diterapkan secara efektif dalam ekosistem digital yang ditandai oleh percepatan informasi, interaktivitas tinggi, serta kerentanan terhadap provokasi dan disinformasi. Kedua tafsir menegaskan pentingnya kebijaksanaan, keteladanan, dan dialog konstruktif sebagai fondasi dakwah yang humanis dan adaptif. Penelitian ini menegaskan bahwa etika Qurani mampu berfungsi sebagai pedoman normatif dan praktis untuk menjaga integritas dakwah di tengah digitalisasi. Temuan ini memberikan implikasi perlunya literasi etika dakwah digital bagi para pendakwah agar penyampaian pesan keagamaan tetap akurat, santun, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.
This study concludes that the ethics of the Prophet Muhammads preaching as contained in Q.33, when examined through Tafsir Al-Maraghi and Tafsir Al-Misbah, provide an ethical foundation that remains relevant to addressing the needs of dawah in the digital age.The principles of bil hikmah, al-mauizhah al-hasanah, and al-mujādalah billati hiya ahsan have proven to be normative guidelines that maintain the moral quality of dawah in terms of understanding the audience, the pattern of message delivery, and the attitude of dai in facing differences and the dynamics of digital discourse.The contextualization of these values shows that dawah activities in the digital space demand greater wisdom, exemplary behavior, and caution, given the fast-paced, interactive nature of the media and its susceptibility to misinformation and distortion of religious authority.Thus, the research objective to identify and affirm the relevance of the Prophet Muhammads preaching ethics in digital preaching practices has been achieved.Quranic ethical values not only survive as spiritual norms but also serve as practical guidelines that can minimize information bias, commercialization of religion, and provocative preaching practices.This study points to the importance of strengthening digital ethics literacy for preachers so that the religious messages conveyed remain oriented towards benefit and accuracy.Further research is recommended to empirically examine the application of dawah ethics on various digital platforms, so that the effectiveness of the Prophet Muhammads dawah principles in facing the challenges of new media can be measured more comprehensively.
Based on the research findings, several suggestions for further research can be proposed. Firstly, it is recommended to conduct empirical studies on the application of dawah ethics on various digital platforms, such as social media, podcasts, and YouTube channels. This would provide a more comprehensive understanding of the effectiveness of the Prophet Muhammads dawah principles in addressing the challenges of new media. Secondly, exploring the relationship between Quranic ethical values and the algorithmic dynamics of social media is essential. Algorithms play a significant role in shaping the visibility and form of dawah delivery, and further research in this area could contribute to a deeper understanding of how to navigate the ethical challenges posed by algorithmic mechanisms. Lastly, given the increasing complexity of digital dawah, it is crucial to develop strategies for strengthening digital ethics literacy among preachers. This could involve designing training programs or workshops that emphasize the importance of maintaining integrity, accuracy, and public trust in religious communication. By combining these suggestions, future research can contribute to a more nuanced and practical approach to upholding the ethical foundations of Islamic dawah in the digital age.
- Peran Dakwah Digital dalam Menyebarkan Pesan Islam di Era Modern | Jurnal An-nasyr: Jurnal Dakwah Dalam... ejournal.unisai.ac.id/index.php/jian/article/view/842Peran Dakwah Digital dalam Menyebarkan Pesan Islam di Era Modern Jurnal An nasyr Jurnal Dakwah Dalam ejournal unisai ac index php jian article view 842
- Kompetensi Dai Profesional untuk Berdakwah di Kalangan Generasi Z | Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram.... doi.org/10.55372/tanzhim.v2i2.33Kompetensi Dai Profesional untuk Berdakwah di Kalangan Generasi Z Tanzhim Jurnal Dakwah Terprogram doi 10 55372 tanzhim v2i2 33
- DIGITALISASI DAN TANTANGAN DAKWAH DI ERA MILENIAL | Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer. digitalisasi... jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/muasharah/article/view/3666DIGITALISASI DAN TANTANGAN DAKWAH DI ERA MILENIAL Muoarah Jurnal Kajian Islam Kontemporer digitalisasi jurnal uin antasari ac index php muasharah article view 3666
| File size | 409 KB |
| Pages | 14 |
| Short Link | https://juris.id/p-3wA |
| DMCA | Report |
Related /
FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA Dakwah di era digital telah mengalami perubahan signifikan seiring dengan perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat modern. Fenomena Fear of MissingDakwah di era digital telah mengalami perubahan signifikan seiring dengan perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat modern. Fenomena Fear of Missing
SASTRA UNESSASTRA UNES These findings suggest that implicature is used effectively to strengthen communication in movies, both in message delivery and character development.These findings suggest that implicature is used effectively to strengthen communication in movies, both in message delivery and character development.
MCMC Hal ini menghasilkan generasi yang mahir secara teknis tetapi rentan secara eksistensial. Al-Quran dan Hadis menegaskan bahwa pendidikan harus dimulaiHal ini menghasilkan generasi yang mahir secara teknis tetapi rentan secara eksistensial. Al-Quran dan Hadis menegaskan bahwa pendidikan harus dimulai
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Masalah utama yang diangkat adalah ketegangan antara ketergantungan tradisional kelompok ini pada khuruj atau perjalanan dakwah dan interaksi tatap mukaMasalah utama yang diangkat adalah ketegangan antara ketergantungan tradisional kelompok ini pada khuruj atau perjalanan dakwah dan interaksi tatap muka
UNSERAUNSERA Tingginya keaktifan dan antusiasme siswa selama pelaksanaan membuktikan efektivitas pendekatan edukatif yang menyenangkan, aplikatif, dan partisipatifTingginya keaktifan dan antusiasme siswa selama pelaksanaan membuktikan efektivitas pendekatan edukatif yang menyenangkan, aplikatif, dan partisipatif
UNSERAUNSERA Pelatihan serta pembuatan bank sampah digital memberikan pengetahuan praktis mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3, serta menghasilkan nilaiPelatihan serta pembuatan bank sampah digital memberikan pengetahuan praktis mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3, serta menghasilkan nilai
UNSERAUNSERA Selain itu, tim pengabdian melakukan pendampingan pembuatan NIB (Nomer Induk Berusaha) yang merupakan identitas dan izin usaha yang harus dimiliki olehSelain itu, tim pengabdian melakukan pendampingan pembuatan NIB (Nomer Induk Berusaha) yang merupakan identitas dan izin usaha yang harus dimiliki oleh
UNTUNT Pendahuluan: Kusta merupakan penyakit yang menyerang saraf dan menyebabkan munculnya kerusakan saraf, dan menyerang kulit, mukosa mulut, saluran pernafasanPendahuluan: Kusta merupakan penyakit yang menyerang saraf dan menyebabkan munculnya kerusakan saraf, dan menyerang kulit, mukosa mulut, saluran pernafasan
Useful /
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Oleh karena itu, pergeseran paradigma melalui revolusi keilmuan disinyalir mengandung masalah yang menjauhkan manusia dari alam serta menyebabkan kerusakanOleh karena itu, pergeseran paradigma melalui revolusi keilmuan disinyalir mengandung masalah yang menjauhkan manusia dari alam serta menyebabkan kerusakan
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji secara historis dan kritis peran Taḥkīm dalam lahirnya aliran-aliran seperti Khawārij, Syiah, Murjiʾah, danTujuan studi ini adalah untuk mengkaji secara historis dan kritis peran Taḥkīm dalam lahirnya aliran-aliran seperti Khawārij, Syiah, Murjiʾah, dan
POLSRIPOLSRI Kajian ini bertujuan menghitung nilai pokok produksi yang tepat menerapkan pendekatan Activity Based Costing (ABC) serta memperoleh laba maksimal untukKajian ini bertujuan menghitung nilai pokok produksi yang tepat menerapkan pendekatan Activity Based Costing (ABC) serta memperoleh laba maksimal untuk
POLSRIPOLSRI PT Kramat Djati Asri Sejati Cabang Palembang menargetkan laba pada tahun 2019 s. d 2021 sebesar 60% dari penjualan tiket. Dengan pendekatan tradisional/konvensional,PT Kramat Djati Asri Sejati Cabang Palembang menargetkan laba pada tahun 2019 s. d 2021 sebesar 60% dari penjualan tiket. Dengan pendekatan tradisional/konvensional,