IDEBAHASAIDEBAHASA

IdeBahasaIdeBahasa

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis tindak tutur ilokusi yang dilakukan oleh tokoh utama, Miles Morales, dalam film animasi *Spider-Man: Into the Spider-Verse*, serta menginterpretasikan kontribusi tindak tutur tersebut terhadap konstruksi identitasnya. Sumber data terdiri atas ujaran Miles Morales sepanjang film. Penelitian menerapkan klasifikasi tindak tutur Searle sebagai kerangka teoretis, yang mencakup lima kategori: assertif, direktif, ekspresif, kommisif, dan deklaratif. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam pendekatan pragmatik, data dikumpulkan melalui observasi cermat dan transkripsi dialog yang relevan. Ujaran yang terkumpul kemudian diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan lima jenis tindak tutur ilokusi. Hasil disajikan berupa persentase untuk menunjukkan distribusi masing‑masing kategori tindak tutur. Temuan menunjukkan bahwa tindak tutur assertif (36 %) dan ekspresif (32 %) paling sering digunakan, diikuti oleh direktif (28 %) dan kommisif (4 %), sementara tidak terdapat tindak tutur deklaratif. Temuan ini mengindikasikan bahwa Miles Morales membangun identitasnya terutama melalui pernyataan kepercayaan dan ekspresi emosional, mencerminkan karakter dalam fase transisi emosional dan penemuan diri. Oleh karena itu, tindak tutur ilokusi dalam film ini tidak hanya berfungsi secara pragmatik tetapi juga berperan penting dalam representasi identitas karakter pada narasi media populer.

Penelitian ini memeriksa tindak tutur ilokusi pada Miles Morales dalam film *Spider-Man.Into the Spider-Verse* dengan mengacu pada klasifikasi Searle, dan menemukan bahwa act assertif (36 %) dan ekspresif (32 %) mendominasi, diikuti oleh direktif (28 %) serta kommisif (4 %) dan tidak ada deklaratif.Pola tersebut menunjukkan karakter remaja tersebut membangun identitasnya terutama melalui pernyataan kepercayaan, persepsi diri, dan ekspresi emosional, sementara penggunaan direktif yang meningkat mencerminkan perkembangan agensi, dan ketiadaan deklaratif menegaskan keterbatasan otoritas sosialnya.Temuan ini menegaskan peran penting tindak tutur dalam konstruksi identitas karakter animasi dan membuka peluang penelitian lanjutan mengenai perbandingan dengan protagonis lain serta analisis terhadap karakter pendukung.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana tindak tutur ilokusi digunakan oleh protagonis remaja lain dalam film animasi lintas budaya, misalnya dengan membandingkan frekuensi dan fungsi act assertif serta ekspresif pada karakter serupa di film Amerika, Jepang, dan Indonesia, untuk menguji pengaruh konteks budaya terhadap konstruksi identitas. Selain itu, studi dapat memperluas analisis ke karakter pendukung atau antagonis dalam *Spider‑Man: Into the Spider‑Verse* guna mengidentifikasi pola perbedaan tindak tutur antara protagonis dan karakter lain, yang dapat memperjelas dinamika kekuasaan dan peran sosial dalam narasi visual. Akhirnya, penelitian dapat menggabungkan pendekatan kuantitatif‑kualitatif dengan mengukur hubungan antara frekuensi tipe tindak tutur dan persepsi penonton terhadap perkembangan karakter, melalui survei atau eksperimen psikologis, untuk menilai sejauh mana penggunaan act linguistik memengaruhi empati dan identifikasi penonton dengan tokoh utama.

Read online
File size348.24 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test