ISI PADANGPANJANGISI PADANGPANJANG

V-art: Journal of Fine ArtV-art: Journal of Fine Art

Proses penciptaan karya seni ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman pribadi seniman. Keterikatan emosional terhadap kucing menjadi sumber inspirasi utama dalam proses kreatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tahapan kreatif dalam memvisualisasikan figur kucing sebagai ide seni dua‑dimensi dengan pendekatan teknik assemblage. Metode yang dipakai mengacu pada tahapan Alma M. Hawkins, yaitu eksplorasi, improvisasi, dan realisasi. Pada tahap eksplorasi dilakukan pengumpulan data langsung melalui observasi serta tinjauan literatur; tahap improvisasi meliputi pengembangan pola gambar dan percobaan bentuk serta teknik assemblage; dan tahap realisasi mengeksekusi karya sesuai desain hingga selesai. Karakteristik khas kucing menginspirasi kolase yang memadukan teknik assemblage, media campuran, serta bahan seperti clay, kertas tisu, dan potongan majalah. Karya yang dihasilkan menampilkan perilaku harian kucing pada kanvas berukuran 50 × 60 cm, terdiri dari tiga buah karya yang menggambarkan beragam perilaku, mitos, dan kepercayaan terhadap kucing yang dapat ditafsirkan dalam konteks kehidupan manusia.

Proses penciptaan kolase dengan teknik assemblage menunjukkan bahwa figur kucing merupakan objek visual yang kaya makna, mencakup perilaku, kebiasaan, dan mitos dalam masyarakat.Tiga karya yang dihasilkan – Sobriety, Roof King, dan The Myth of a Black Cat – berhasil mengolah estetika dan simbolisme kucing menjadi bahasa visual dua dimensi, membuktikan efektivitas teknik assemblage sebagai media ekspresi.Penelitian ini membuka peluang kajian lebih lanjut mengenai penggunaan material alternatif dalam seni rupa kontemporer.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi teknologi digital, seperti augmented reality, dapat memperkaya pengalaman interaksi penonton dengan karya kolase berbasis assemblage yang menampilkan figur kucing, sehingga menilai dampak media digital terhadap persepsi estetika. Selanjutnya, studi komparatif antara teknik assemblage dan teknik mixed‑media lain (misalnya, teknik decoupage atau textile art) dapat mengidentifikasi kelebihan dan keterbatasan masing‑masing dalam mengungkapkan simbolisme kucing serta mempengaruhi tingkat keterlibatan penonton. Penelitian ketiga dapat menyelidiki persepsi budaya terhadap simbolisme kucing dalam karya seni kolase dengan membandingkan respons penonton dari berbagai latar belakang budaya, guna memahami bagaimana nilai‑nilai lokal memoderasi interpretasi visual dan memperluas aplikasi seni kolase dalam konteks multikultural. Semua penelitian ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman tentang potensi kreatif teknik assemblage serta kontribusinya terhadap inovasi material dan interaksi penonton dalam seni rupa kontemporer.

Read online
File size660.75 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test