UMSJUMSJ

SRODJA : Sroedji Journal AdministrationSRODJA : Sroedji Journal Administration

Kualitas pelayanan perizinan usaha menengah di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jember penting untuk membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Regulasi perizinan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kadang menghambat proses izin. Keluhan masyarakat terkait lambatnya dan kurangnya keramahan pelayanan ini sering muncul di media. Artikel ini bertujuan menjelaskan kualitas pelayanan perizinan UMKM di dinas tersebut dengan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif. Dalam artikel ini, 50 responden terlibat melalui accidental sampling. Kualitas pelayanan dinilai menggunakan model E-Service Quality atau Servqual yang mencakup enam dimensi: efisiensi, ketersediaan sistem, pemenuhan, privasi, responsivitas, dan kompensasi. Hasilnya menunjukkan kesenjangan antara persepsi masyarakat dan harapan mereka terhadap pelayanan perizinan, dengan gap negatif -14,3. Ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan perizinan usaha menengah di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jember belum memenuhi harapan masyarakat dan masih terkategori sebagai pelayanan yang cukup.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan perizinan usaha menengah di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jember belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.Skor E-Servqual yang negatif (-14,3) mengindikasikan adanya kesenjangan antara persepsi dan harapan, terutama pada dimensi efisiensi, reliabilitas, pemenuhan, responsivitas, dan kontak.Meskipun dimensi privasi dinilai baik, perbaikan menyeluruh diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan dan memenuhi kebutuhan pelaku usaha.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan memperluas cakupan geografis, melibatkan responden dari berbagai sektor usaha menengah di Kabupaten Jember, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kualitas pelayanan perizinan. Kedua, penelitian kualitatif, seperti wawancara mendalam dengan pelaku usaha dan petugas dinas, dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi kualitas pelayanan. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model peningkatan kualitas pelayanan yang spesifik untuk Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jember, dengan mempertimbangkan karakteristik lokal dan kebutuhan pelaku usaha. Penelitian ini dapat menguji efektivitas implementasi solusi inovatif, seperti penggunaan teknologi digital yang lebih canggih atau peningkatan pelatihan bagi petugas dinas, dalam meningkatkan efisiensi, responsivitas, dan kepuasan pelaku usaha. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

  1. #pelaku usaha#pelaku usaha
  2. #persepsi masyarakat#persepsi masyarakat
Read online
File size905.15 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-3sG
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test