UKRIMUKRIM

JURNAL PENABIBLOSJURNAL PENABIBLOS

Kaum muda adalah generasi penerus gereja dan aset berharga bagi gereja. Mereka yang akan membawa warisan iman dan pelayanan bagi gereja. Salah satu strateginya melalui gerakan pemuridan dapat menumbuhkan iman dan kedewasaan rohani mereka. Tetapi yang menjadi masalahnya kurangnya pelaksanaan gerakan pemuridan dan kurangnya pembinaan penginjilan serta gerakan pemuridan dari gereja. Tujuan penelitian untuk menjelaskan tentang prinsip pemuridan Yesus menurut Injil Matius dan untuk menjelaskan gerakan pemuridan kaum muda GKKA-I Jelmu Sibak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil dari pembahasan prinsip gerakan pemuridan menurut Injil Matius adalah sebuah kegerakan untuk menjadikan seseorang murid Yesus, mengajar dan memperlengkapinya dan mengutusnya untuk memuridkan orang lain. Dengan kata lain prinsip kegerakan pemuridan ini adalah multiplikasi murid. Prinsip gerakan pemuridan menurut Injil Matius adalah: Pertama, Yesus mencari dan memanggil beberapa Murid (4:18-22). Kedua, Yesus mengajar/ memperlengkapi murid (5:1-2). Ketiga, Yesus menetapkan 12 murid dan memberikan kuasa (10:1-4). Keempat, Yesus mengutus murid-murid untuk memuridkan orang lain (10:5-10). Kelima, gerakan pemuridan Yesus, (28:18-20).

Prinsip pemuridan Yesus menurut Injil Matius meliputi pencarian dan pemanggilan murid, pengajaran dan perlengkapan, penunjukan dan pemberian kuasa, pengutusan untuk memuridkan, dan gerakan pemuridan itu sendiri.Penelitian menunjukkan bahwa implementasi gerakan pemuridan di GKKA-I Jelmu Sibak masih kurang, disebabkan oleh kurangnya pemahaman, penerapan, dan dukungan sumber daya.Oleh karena itu, gereja perlu meningkatkan pemahaman tentang gerakan pemuridan, memperbarui pengajaran, dan menyediakan pelatihan serta kurikulum yang relevan untuk membekali kaum muda dalam melaksanakan tugas perutusan.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai metode pemuridan dalam konteks budaya dan sosial kaum muda di GKKA-I Jelmu Sibak. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan gereja-gereja lain yang berhasil menerapkan gerakan pemuridan untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan persepsi kaum muda tentang gerakan pemuridan, serta tantangan dan peluang yang mereka hadapi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang bagaimana gereja dapat secara efektif membekali kaum muda untuk menjadi murid Kristus yang setia dan agen perubahan di masyarakat. Dengan memahami kebutuhan dan konteks kaum muda, gereja dapat merancang program pemuridan yang relevan, menarik, dan berdampak, sehingga mendorong pertumbuhan iman dan pelayanan mereka.

  1. #generasi gereja#generasi gereja
Read online
File size321.28 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-3nF
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test