UNUUNU

Al-Iqro': Journal of Islamic StudiesAl-Iqro': Journal of Islamic Studies

Kajian ini membincangkan konstruksi asas epistemologi pendidikan AbdulHamid AbuSulayman (1936-2021) khususnya dalam konteks kerohanian dan instruksi dalaman tentang hubungan rumah tangga. Ia bertujuan memahami persoalan kekeluargaan dan rumah tangga ini dari konteks penafsiranannya yang meluas terhadap maksud ayat mengikuti semangat dan kehendak asal syariat. Metode kajian bersifat kualitatif berdasarkan penelitian kepustakaan dan tinjauan isi. Bahan dan data kajian diperoleh daripada sumber primer dan sekunder yang terkait dan dianalisis berasaskan pendekatan hermeneutika, konteksual dan gerak ganda Abdullah Saeed dan Fazlur Rahman. Dapatan kajian menunjukkan pembaharuan epistemologis dan struktural yang diperkenalkan AbdulHamid AbuSulayman dalam karyanya tentang adab rumah tangga dan harga diri insan sesuai dengan doktrin maqasid dan maslahah dalam proses pendidikan rumah tangga. Hal ini dirumuskan mengikuti pendekatan dan pemahaman teks al-Quran dan hadith yang syumul yang meraikan kemaslahatan dan kebajikan kaum wanita dan kanak-kanak, dan nilai kemanusiaan dan prinsip timbal balik serta pembelaan hak dan tanggungjawab mereka yang dijamin oleh hukum dan selari dengan fatwa-fatwa syariah yang mutakhir. Ia menyumbang kepada pembangunan modul pendidikan yang strategik yang mengangkat suara dan aspirasi mereka yang terpendam.

Kesimpulan dan ikhtisar yang dapat diambil berkaitan prinsip yang dibawakan oleh AbdulHamid AbuSulayman dalam bukunya Marital Discord Recapturing Human Dignity through the Higher Objectives of Islamic Law terkait nilai pendidikan rumahtangga dan pemahaman yang praktis yang dirumuskannya dalam persoalan rumah tangga, menyimpulkan bahawa pemikiran dan ijtihadnya ini konsisten dengan hikmah, dalil dan ajaran al-Quran tentang hubungan suami isteri yang berkait rapat dengan struktur keluarga dan hubungan manusiawi dalam menciptakan ketenteraman, kasih sayang dan belas ihsan dan menyediakan persekitaran spiritual, emosi, dan psikologi yang selamat dan responsif kepada cabaran zaman.sesuai dengan semangat, maksud, objektif dan matlamat tertinggi hukum, dan arahan yang kolektif dari shariah dan keseluruhan idealisme dan tradisi kenabian.Akhirnya disarankan agar tafsiran AbdulHamid AbuSulayman terhadap konsep daraba ini diangkat sebagai pedoman pendidikan dalam mencermati persoalan rumah tangga dan meluruskan dekadensi moralnya yang telah meretakkan hubungan suami isteri akibat salah faham terhadap pemaknaan ayat yang bersifat rekonsiliatif dan akomodatif.

Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut dampak dari interpretasi dan penerapan konsep daraba dalam al-Quran terhadap hubungan suami-istri dan keluarga, serta implikasinya terhadap pendidikan rumah tangga. 2. Melakukan studi komparatif antara pemikiran AbdulHamid AbuSulayman tentang pendidikan rumah tangga dengan teori-teori pendidikan rumah tangga lainnya, untuk memahami keunikan dan kontribusinya dalam konteks Islam. 3. Menjelajahi lebih dalam tentang bagaimana nilai-nilai kemanusiaan, timbal balik, dan hak-hak individu dapat diintegrasikan dalam pendidikan rumah tangga, khususnya dalam konteks modern dan dinamis.

  1. PENDIDIKAN RUMAH TANGGA MENURUT ABDULHAMID ABUSULAYMAN | Al-Iqro': Journal of Islamic Studies. pendidikan... ejournal.unu.ac.id/index.php/aijis/article/view/483PENDIDIKAN RUMAH TANGGA MENURUT ABDULHAMID ABUSULAYMAN Al Iqro Journal of Islamic Studies pendidikan ejournal unu ac index php aijis article view 483
  1. #bahtsul masail#bahtsul masail
  2. #rumah tangga kdrt#rumah tangga kdrt
Read online
File size249.4 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-3mr
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test