JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR

JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCEJOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE

Hukum humaniter internasional (HHI) bertujuan untuk melindungi individu yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata, termasuk anak-anak yang sering kali menjadi korban atau bahkan pelaku dalam peperangan. Penelitian ini membahas implikasi hukum bagi pihak-pihak yang melanggar ketentuan mengenai perekrutan anak sebagai tentara, dengan fokus pada ketentuan dalam Statuta Roma yang mengklasifikasikan perekrutan tentara anak sebagai kejahatan perang. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis penyebab utama konflik bersenjata di Sudan dan bagaimana mekanisme pertanggungjawaban internasional dapat dioptimalkan untuk menindak pelaku kejahatan terhadap anak. Di samping itu, penelitian ini mengidentifikasi peluang dan kendala dalam mewujudkan keadilan bagi anak-anak yang menjadi korban konflik bersenjata, serta pentingnya kerja sama internasional dalam menyediakan perlindungan dan rehabilitasi bagi mereka. Diharapkan, temuan ini dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai tantangan dan upaya yang diperlukan untuk melindungi hak-hak anak di tengah perang serta pentingnya penegakan hukum internasional untuk mencegah eksploitasi anak dalam konflik bersenjata.

Statuta Roma dan hukum humaniter internasional, khususnya, sangat dilanggar ketika tentara anak direkrut untuk digunakan dalam konflik bersenjata.Perekrutan semacam itu menempatkan anak-anak dalam situasi di mana mereka dipaksa untuk melakukan tindakan ilegal, termasuk kejahatan perang, selain melanggar hak-hak mereka atas kesejahteraan, perlindungan, dan pendidikan.Strategi yang mengutamakan kesejahteraan, keadilan, dan kebenaran harus digunakan untuk memprioritaskan perlindungan hukum bagi anak-anak yang dirugikan oleh perang.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan mengenai efektivitas organisasi internasional seperti UNICEF dan ICC dalam memberikan perlindungan hukum bagi tentara anak dan membantu rehabilitasi mereka. Selain itu, perlu diteliti pelaksanaan mekanisme penegakan hukum terhadap pelaku perekrutan tentara anak di negara-negara yang belum meratifikasi Statuta Roma, serta dampak jangka panjang terhadap anak-anak yang telah direkrut menjadi tentara, termasuk dampak psikologis, sosial, dan ekonomi. Dengan demikian, pemahaman yang lebih komprehensif mengenai isu ini dapat diperoleh, sehingga dapat mendorong tindakan yang lebih efektif untuk melindungi anak-anak dari eksploitasi dalam konflik bersenjata.

  1. #konvensi hak anak#konvensi hak anak
  2. #hewan peliharaan#hewan peliharaan
Read online
File size1.07 MB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-3iB
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test