JOURNALMPCIJOURNALMPCI
Journal of Health and Nutrition ResearchJournal of Health and Nutrition ResearchLovina adalah salah satu tujuan wisata terkemuka di Bali Utara, yang menjadi target program CHSE (Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Keberlanjutan Lingkungan) sebagai upaya untuk mewujudkan pariwisata yang aman dan berkelanjutan. Namun, belum ada evaluasi sistematis mengenai implementasi CHSE di masyarakat yang tinggal di wilayah wisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendahulu (perencanaan), transaksi (proses), dan hasil (output) dari program CHSE. Pendekatan deskriptif digunakan dengan model evaluasi Stake Countenance yang mencakup 3 tahap utama, yaitu konteks (perencanaan), proses (implementasi), dan hasil (output). Selanjutnya, penelitian ini terdiri dari 50 responden, yang terdiri dari masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah wisata Lovina yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi program CHSE lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program CHSE di Lovina sangat baik, meskipun beberapa aspek masih perlu ditingkatkan, termasuk pemahaman masyarakat tentang standar, partisipasi aktif dalam menerapkan protokol kesehatan, dan dukungan dari pemerintah daerah, baik dalam bentuk sosialisasi dan pengawasan yang berkelanjutan. Pada tahap pendahulu, 62% responden mengkonfirmasi kesiapan dan pemahaman kategori yang tepat. Sementara pada tahap transaksi, 60% responden secara rutin menerapkan praktik kebersihan sesuai dengan pedoman CHSE. Pada tahap hasil, sebagian besar responden (88%) memiliki persepsi yang sesuai dengan keberlanjutan. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan pariwisata berbasis kesehatan di Bali, khususnya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku pariwisata, dan masyarakat setempat. Sebagai rekomendasi, hasil penelitian dapat digunakan sebagai dasar untuk merumuskan kebijakan yang efektif dalam meningkatkan kualitas layanan pariwisata yang aman, sehat, dan berkelanjutan di destinasi wisata Lovina dan daerah lain di Bali.
Berdasarkan Evaluasi Model Stake Countenance dalam Implementasi Program CHSE di Destinasi Wisata Pantai Lovina, 1) Evaluasi aspek perencanaan (pendahulu) menunjukkan bahwa implementasi program CHSE cukup baik, meskipun beberapa anggota masyarakat masih belum memiliki pemahaman yang memadai.2) Evaluasi aspek transaksi menunjukkan bahwa program CHSE baik sesuai dengan indikator yang ditetapkan.Proses implementasi berjalan sangat baik dengan dukungan dan kerjasama berbagai pihak serta adanya infrastruktur yang kondusif.3) Evaluasi aspek hasil (output) menunjukkan bahwa program CHSE belum diimplementasikan secara optimal sesuai dengan indikator keberhasilan.Masyarakat diharapkan mendukung implementasi program CHSE untuk mewujudkan desa wisata yang sehat, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi partisipasi aktif masyarakat dalam program CHSE, termasuk peran pendidikan, sosialisasi, dan insentif ekonomi. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam perspektif dan pengalaman masyarakat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model implementasi CHSE yang adaptif terhadap karakteristik unik setiap destinasi wisata, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti budaya lokal, kondisi geografis, dan sumber daya yang tersedia. Model ini dapat diuji coba melalui studi kasus di beberapa destinasi wisata di Bali. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi mobile dan platform media sosial, untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan sosialisasi program CHSE kepada masyarakat dan wisatawan. Penelitian ini dapat melibatkan pengembangan prototipe aplikasi dan pengujian penggunaannya dalam skala terbatas. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana meningkatkan implementasi program CHSE secara berkelanjutan, sehingga dapat menciptakan destinasi wisata yang lebih aman, sehat, dan ramah lingkungan bagi semua pihak.
| File size | 452.63 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
ASIAASIA Program ini berhasil meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan alat akuntansi digital, meningkatkan kualitas pengajaran, dan meningkatkan kesiapanProgram ini berhasil meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan alat akuntansi digital, meningkatkan kualitas pengajaran, dan meningkatkan kesiapan
LP3KAMANDANULP3KAMANDANU Model pemberdayaan tiga pilar yang mengintegrasikan edukasi gizi, literasi pangan lokal, dan penguatan ekonomi rumah tangga terbukti efektif meningkatkanModel pemberdayaan tiga pilar yang mengintegrasikan edukasi gizi, literasi pangan lokal, dan penguatan ekonomi rumah tangga terbukti efektif meningkatkan
UYMUYM Waktu penelitian dimulai dari bulan Februari tahun 2024. Informan penelitian berjumlah 9 orang informan utama dan 6 orang sebagai informan pendukung. HasilWaktu penelitian dimulai dari bulan Februari tahun 2024. Informan penelitian berjumlah 9 orang informan utama dan 6 orang sebagai informan pendukung. Hasil
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Implementation of handoff communication and SBAR still shows substantial challenges, both in terms of effectiveness and quality. Although SBAR has beenImplementation of handoff communication and SBAR still shows substantial challenges, both in terms of effectiveness and quality. Although SBAR has been
IAINAMBONIAINAMBON Keberhasilan ditunjang oleh guru bersanad, metode yang sistematis, serta dukungan lingkungan madrasah. Namun, tantangan seperti ketidakkonsistenan hafalanKeberhasilan ditunjang oleh guru bersanad, metode yang sistematis, serta dukungan lingkungan madrasah. Namun, tantangan seperti ketidakkonsistenan hafalan
IAI ALZAYTUNIAI ALZAYTUN Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis field research, melalui wawancara dengan ketua yayasan, manajer relawan,Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis field research, melalui wawancara dengan ketua yayasan, manajer relawan,
INDO INTELLECTUALINDO INTELLECTUAL Oleh karena itu, program mungkin tidak dapat memenuhi kebutuhan resepsionis hotel. Poin kedua adalah kekuatan silabus dan program itu sendiri. programOleh karena itu, program mungkin tidak dapat memenuhi kebutuhan resepsionis hotel. Poin kedua adalah kekuatan silabus dan program itu sendiri. program
UMKOUMKO Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah dilaksanakan di Desa Talang Jali, Kecamatan Kotabumi Kota wilayah Tanjung Aman selama 31 Hari dimulai pada tanggal 1 AgustusKuliah Kerja Nyata (KKN) telah dilaksanakan di Desa Talang Jali, Kecamatan Kotabumi Kota wilayah Tanjung Aman selama 31 Hari dimulai pada tanggal 1 Agustus
Useful /
ASIAASIA Pelatihan ini telah membekali peserta dengan keterampilan praktis dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menghasilkan pendapatan melalui kerajinan batikPelatihan ini telah membekali peserta dengan keterampilan praktis dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menghasilkan pendapatan melalui kerajinan batik
ASIAASIA This study aims to assist MSME Yasuka Grill & Shabu-Shabu in Salatiga in implementing digital marketing using content creation and Artificial IntelligenceThis study aims to assist MSME Yasuka Grill & Shabu-Shabu in Salatiga in implementing digital marketing using content creation and Artificial Intelligence
IAI ALZAYTUNIAI ALZAYTUN Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pembulatan harga di Laundry Mahad Al-Zaytun ditinjau dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Menggunakan metodePenelitian ini bertujuan menganalisis praktik pembulatan harga di Laundry Mahad Al-Zaytun ditinjau dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Menggunakan metode
UM SURABAYAUM SURABAYA Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan warga untuk mempromosikan potensi desa wisata. Metode yang digunakan adalah penyuluhanPengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan warga untuk mempromosikan potensi desa wisata. Metode yang digunakan adalah penyuluhan