STIESTIE

One moment, please...One moment, please...

Cidera merupakan hilangnya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh trauma seperti kecelakaan lalu lintas. Komplikasi yang sangat fatal yaitu terjadinya syok neurogenik akibat adanya reaksi vasovagal berlebih. Tujuan dari studi kasus ini yaitu untuk menggambarkan asuhan keperawatan gawat darurat pada pasien cidera dengan pemenuhan rasa nyaman nyeri. Cedera masih menjadi masalah yang global, dimana menjadi penyebab utama kematian disabilitas pada usia muda, cedera menyebakan respon nyeri pada penderitanya. Nyeri disebabkan karena peningkatan asam laktat dan tekanan untuk mengatasi nyeri maka dapat dilakukan dengan prosedur yang benar dan tepat, dan prosedur tersebut dapat di dukung dengan peralatan yang menghasilkan suara lembut dan menenangkan.

Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas responden mempunyai skala nyeri sedang (20.0%) kemudian mempunyai skala nyeri ringan 23 (76.Pasien mengalami ketidaknyamanan ringan (1-3) yang dapat diatasi tanpa menggunakan obat-obatan.Tingkat Kecemasan pada kategori tidak ada kecemasan yaitu 30 responden (71,2%), sedangkan kategori kecemasan ringan terdapat tanpa menggunakan obat-obatan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas intervensi non-farmakologis, seperti terapi musik atau aromaterapi, dalam mengurangi nyeri pada pasien cidera di IGD. Hal ini penting untuk mengetahui apakah intervensi tersebut dapat menjadi alternatif yang efektif dan aman untuk mengurangi ketergantungan pada obat-obatan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor psikologis dan sosial yang memengaruhi persepsi nyeri pada pasien cidera. Dengan memahami faktor-faktor ini, perawat dapat memberikan dukungan psikologis yang lebih tepat sasaran dan membantu pasien mengelola nyeri dengan lebih baik. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas protokol manajemen nyeri yang terstandarisasi di IGD. Protokol ini harus mencakup penilaian nyeri yang komprehensif, pemilihan intervensi yang tepat, dan evaluasi respons pasien terhadap terapi. Pengembangan protokol ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan mengurangi variabilitas dalam manajemen nyeri.

  1. #skala nyeri#skala nyeri
  2. #skala nyeri turun#skala nyeri turun
Read online
File size233.7 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-3as
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test