FEBUBHARA SBYFEBUBHARA SBY
Equity: Jurnal AkuntansiEquity: Jurnal AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi prosedur audit atas kredit yang diterapkan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) XYZ dalam pemeriksaan laporan keuangan Bank Perekonomian Rakyat (BPR), serta membandingkannya dengan prosedur audit atas piutang yang dijelaskan dalam literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen internal KAP, wawancara terhadap auditor berpengalaman, serta penelaahan teori dan pedoman audit piutang yang tercantum dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur audit atas kredit yang diterapkan KAP XYZ secara umum memiliki kesesuaian dengan pedoman audit piutang. Meskipun terdapat beberapa prosedur piutang yang tidak diterapkan, seperti konfirmasi saldo debitur dan pemeriksaan wesel tagih, hal tersebut disebabkan oleh ketidaksesuaian dengan karakteristik operasional BPR. Temuan ini menunjukkan bahwa KAP XYZ telah melakukan penyesuaian prosedur secara efektif agar tetap relevan dan efisien dalam mengidentifikasi risiko serta menjaga keandalan informasi keuangan yang disajikan BPR.
Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa prosedur audit kredit yang diterapkan oleh KAP XYZ selaras dengan prosedur audit piutang secara umum.Penyesuaian prosedur dilakukan untuk mengakomodasi karakteristik unik BPR, khususnya dalam hal penyesuaian terhadap pedoman audit standar.Hal ini menunjukkan bahwa KAP XYZ mampu mengidentifikasi risiko dan memastikan keandalan informasi keuangan yang disajikan BPR secara efektif.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif antara KAP XYZ dengan KAP lain yang mengaudit BPR untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam audit kredit. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model penilaian risiko kredit yang lebih akurat dan relevan untuk BPR, dengan mempertimbangkan karakteristik operasional dan regulasi yang berlaku. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji pengaruh penerapan prosedur audit yang disesuaikan terhadap kualitas audit dan tingkat kepercayaan investor terhadap BPR. Pengembangan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas audit kredit di BPR dan mendukung stabilitas sektor keuangan mikro.
| File size | 488.66 KB |
| Pages | 12 |
| Short Link | https://juris.id/p-37e |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
YWNRYWNR Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Sistem Pengendalian Internal (SPI) pada proses pemberian Kredit Mantap Pensiun (KMP) di PT Bank Mandiri TaspenPenelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Sistem Pengendalian Internal (SPI) pada proses pemberian Kredit Mantap Pensiun (KMP) di PT Bank Mandiri Taspen
UNPERUNPER Teknologi AI seperti Robotic Process Automation (RPA), Machine Learning (ML), Natural Language Processing (NLP), dan Optical Character Recognition (OCR)Teknologi AI seperti Robotic Process Automation (RPA), Machine Learning (ML), Natural Language Processing (NLP), dan Optical Character Recognition (OCR)
UMKUMK Sebaliknya, solvabilitas berdampak signifikan secara positif terhadap krisis keuangan, yang berarti tingginya modal tidak selalu melindungi bank, tetapiSebaliknya, solvabilitas berdampak signifikan secara positif terhadap krisis keuangan, yang berarti tingginya modal tidak selalu melindungi bank, tetapi
JOURNAL UIM MAKASSARJOURNAL UIM MAKASSAR Pendekatan tersebut juga berkontribusi pada pengembangan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan implementasi berkelanjutanPendekatan tersebut juga berkontribusi pada pengembangan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan implementasi berkelanjutan
ANANPUBLISHERANANPUBLISHER Karya Masindo Lestari guna mendapatkan gambaran yang jelas mengenai faktor apa saja yang menyebabkan piutang tak tertagih. Penelitian ini menggunakan metodeKarya Masindo Lestari guna mendapatkan gambaran yang jelas mengenai faktor apa saja yang menyebabkan piutang tak tertagih. Penelitian ini menggunakan metode
PRINPRIN 998 untuk data berukuran 10.000 dan 0. 999 untuk data berukuran 100.000. Akan tetapi, Random Forest hanya mampu mencapai F1-score sebesar 0. 700 untuk998 untuk data berukuran 10.000 dan 0. 999 untuk data berukuran 100.000. Akan tetapi, Random Forest hanya mampu mencapai F1-score sebesar 0. 700 untuk
DINASTIREVDINASTIREV G/2023/PN Mgg) dengan mengajukan gugatan sederhana karna Gugatan sederhana diajukan terhadap perkara dengan nilai gugatan materil paling banyak Rp500 juta,G/2023/PN Mgg) dengan mengajukan gugatan sederhana karna Gugatan sederhana diajukan terhadap perkara dengan nilai gugatan materil paling banyak Rp500 juta,
STIA LK DUMAISTIA LK DUMAI Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini telah memberikan wawasan dan informasi baru kepada masyarakat tentang pentingnya penguatan manajemenMelalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini telah memberikan wawasan dan informasi baru kepada masyarakat tentang pentingnya penguatan manajemen
Useful /
UNPERUNPER NPM berpengaruh negatif signifikan, sementara GPM berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Oleh karena itu, NPM dan GPM merupakan faktor dominanNPM berpengaruh negatif signifikan, sementara GPM berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Oleh karena itu, NPM dan GPM merupakan faktor dominan
DINASTIREVDINASTIREV Perceraian yang terjadi tentu akan menimbulkan akibat hukum terhadap suami istri dan anak. Banyak perkara perceraian yang tidak dikabulkan oleh majelisPerceraian yang terjadi tentu akan menimbulkan akibat hukum terhadap suami istri dan anak. Banyak perkara perceraian yang tidak dikabulkan oleh majelis
MARANATHAMARANATHA Karies paling banyak pada kelompok umur 9 tahun (76,9%). Pada pemeriksaan 460 gigi M1, 142 gigi M1 (30,9%) mengalami karies, dari 142 gigi M1 tingkat kedalamanKaries paling banyak pada kelompok umur 9 tahun (76,9%). Pada pemeriksaan 460 gigi M1, 142 gigi M1 (30,9%) mengalami karies, dari 142 gigi M1 tingkat kedalaman
UMBUMB Ekspresi wajah menjadi bahasa yang universal. Bahkan perubahan ekspresi wajah dapat membantu pengambilan keputusan. Pada tahun 1972, Paul Ekman mengklasifikasikanEkspresi wajah menjadi bahasa yang universal. Bahkan perubahan ekspresi wajah dapat membantu pengambilan keputusan. Pada tahun 1972, Paul Ekman mengklasifikasikan