STAIBSLLGSTAIBSLLG

Prodising ISIDProdising ISID

Artikel ini bertujuan untuk menambah pengetahuan di bidang diplomasi dalam Islam. Dengan menggabungkan dua pendekatan metodologis, yaitu studi area dan Islamisasi pengetahuan manusia, saya bertujuan untuk memperkenalkan gagasan tentang memasukkan konsep Islam lokal untuk memperkaya diskusi tentang diplomasi Islam. Silaturahmi yang dipahami dan dipraktikkan di wilayah Nusantara, khususnya di Indonesia, menjadi contoh. Abstrak ini membahas bagaimana konsep silaturahmi dapat diterapkan dalam diplomasi di dunia Muslim dan non-Muslim. Dengan mengusulkan untuk memasukkan konsep Islam lokal silaturahmi dalam bidang diplomasi, saya menggabungkan metodologi studi area dengan menggunakan konsep emik dengan kerangka konseptual pandangan dunia Islam dan islamisasi ilmu-ilmu manusia. Konsep silaturahmi, yang berasal dari Al-Quran dan Sunnah, memiliki potensi untuk mengubah persepsi pusat-pinggiran dalam dunia Muslim.

Konsep Islam lokal silaturahmi sangat penting dalam memahami identitas Muslim di Indonesia.Dengan menggabungkan dua pendekatan metodologis yang berbeda, yaitu studi area dan Islamisasi pengetahuan manusia, saya berpendapat bahwa konsep Islam lokal silaturahmi, sebagaimana dipraktikkan di Indonesia, adalah konsep esensial dalam kerangka diplomasi Islam.Jika kita ingin membangun kembali peradaban Islam, kita perlu kembali ke konsep dan ide yang diperkenalkan dalam Al-Quran dan Sunnah.Tugas kita sebagai akademisi dan sarjana Muslim adalah untuk mengkaji kembali konsep-konsep ini dan memasukkan mereka ke dalam ilmu-ilmu manusia modern kita, termasuk bidang diplomasi.Konsep Islam lokal silaturahmi adalah salah satu konsep yang dapat memperkaya ilmu-ilmu manusia modern kita dengan cara yang positif, provokatif, dan substansial.

Saran penelitian lanjutan yang diusulkan dalam artikel ini adalah untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana konsep silaturahmi dapat diterapkan dalam diplomasi Islam secara lebih luas. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konsep ini dapat digunakan untuk memperkuat hubungan antara negara-negara Muslim dan non-Muslim, serta bagaimana silaturahmi dapat menjadi jembatan untuk mempromosikan pemahaman dan kerjasama antar budaya. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk memahami bagaimana silaturahmi dapat diterapkan dalam konteks diplomasi internasional, dan bagaimana konsep ini dapat membantu dalam membangun hubungan yang lebih harmonis dan saling menguntungkan antara negara-negara. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana silaturahmi dapat menjadi alat untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di wilayah-wilayah yang rentan terhadap konflik, dan bagaimana konsep ini dapat membantu dalam membangun dialog antar agama dan budaya.

  1. #pola asuh#pola asuh
  2. #ekonomi syariah#ekonomi syariah
Read online
File size142.38 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-33i
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test