STAIHITKEDIRISTAIHITKEDIRI

Ta'lim : Jurnal Multidisiplin IlmuTa'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu

Pesantren yang merupakan lembaga tertua di Indonesia, memiliki berbagai keunikan untuk diteliti. Corak pendidikannya juga cenderung sama dari masa ke masa, yakni melalui pendekatan-pendekatan berbasis kearifan lokal masyarakat. Begitu pula Pesantren Rakyat Al-Amin yang ada di Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang, yang mampu mengembangkan formulasi dalam tata kelola berlandaskan nilai-nilai kebermanfaatan untuk masyarakat sekitarnya. Oleh karenanya, penelitian ini dimaksudkan untuk memaparkan manajemen pesantren berbasis kearifan lokal yang difokuskan pada sistem tata kelola pendidikan Pesantren berbasis kearifan lokal. Metode dalam penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang bisa disimpulkan, bahwa Sistem Manajerial Pesantren berbasis Kearifan Lokal pada tahap perencanaan kegiatan berbasis potensi masyarakat sekaligus melibatkan seluruh elemen masyarakat melalui jajak dengar pendapat yang dilakukan dengan prinsip dimana pun, kapan pun dan dengan siapa pun. Adapun kegiatan yang telah dirumuskan menyasar beberapa aspek yakni (1) aspek kurikulum, meliputi pemilihan tenaga pengajar dari kompetensi masyarakat dan konten pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan seni budaya, pengembangan kewirausahaan, pertanian serta peternakan; (2) aspek ekonomi, meliputi pendirian lumbung Pesantren, tabungan santri dan masyarakat sekitar; (3) aspek kelembagaan yang meliputi pendirian pendidikan formal sebagai sistem pendukung pendidikan diniyah.

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa manajemen Pesantren berbasis kearifan lokal dirumuskan dari, oleh dan untuk masyarakat.Pada tahap perencanaan sistem tata kelola Pesantren berbasis kearifan lokal, peran serta dan keterlibatan semua elemen masyarakat sangat diperlukan.Maka Pesantren Rakyat Al-Amin Sumberpucung melaksanakan program musyawarah Jagong Maton sebagai wadah dalam merumuskan sebuah kebijakan tata kelola Pesantren.Pelibatan masyarakat dari berbagai elemen pada akhirnya dapat membuahkan program kegiatan yang menyasar berbagai aspek, yakni (1) aspek kurikulum, meliputi pemilihan tenaga pengajar dari kompetensi masyarakat dan konten pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan seni budaya, pengembangan kewirausahaan, pertanian serta peternakan.(2) aspek ekonomi, meliputi pendirian lumbung pangan, tabungan santri dan masyarakat sekitar.(3) aspek kelembagaan yang meliputi pendirian pendidikan formal sebagai sistem pendukung pendidikan diniyah.

Untuk memberikan kontribusi baru terhadap studi ini, beberapa penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, perlu diteliti bagaimana strategi implementasi program kearifan lokal di pesantren yang berlokasi di daerah perkotaan dengan karakteristik masyarakat yang berbeda. Kedua, penting untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pendidikan berbasis kearifan lokal terhadap kepekaan sosial santri terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim dan digitalisasi. Ketiga, penelitian dapat memperluas analisis tentang peran teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal, terutama dalam konteks pembelajaran hybrid yang semakin mendominasi di era modern.

  1. #nilai kearifan lokal#nilai kearifan lokal
  2. #lokal masyarakat#lokal masyarakat
Read online
File size246.39 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-2Xs
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test