STIE PASSTIE PAS

Majalah Bisnis & IPTEKMajalah Bisnis & IPTEK

Cryptocurrency semakin menunjukkan popularitasnya sebagai media investasi yang semakin mengambil perhatian masyarakat Indonesia baik masyarakat awam maupun ahli. Fenomena ini rentan untuk dilakukan manipulasi terhadap pasar dengan melakukan pump and dump terhadap suatu entitas cryptocurrency tertentu sehingga menjebak para investor pemula. Responden penelitian ini diambil dari masyarakat Indonesia yang memiliki crytocurrency dan pengguna media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 151 responden. Instrumen data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disebarkan secara daring. Hasil yang didapat melalui survei yang telah dilakukan membuktikan bahwa influencer media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian cryptocurrency masyarakat Indonesia.

Penelitian ini membuktikan bahwa influencer media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian cryptocurrency masyarakat Indonesia.Pengaruh ini muncul karena masyarakat merasa memiliki kemiripan perilaku dan latar belakang dengan influencer, serta menganggap influencer memberikan nilai dan rekomendasi yang baik.Studi selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel berita dan isu teknologi yang sedang berkembang untuk pengembangan lebih lanjut.

Untuk memperkaya pemahaman kita tentang pengaruh influencer di media sosial terhadap keputusan investasi cryptocurrency, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, akan sangat berharga untuk menggali lebih dalam mekanisme psikologis yang mendasari mengapa masyarakat, terutama investor pemula, begitu mudah terpengaruh oleh rekomendasi influencer, bahkan ketika ada risiko manipulasi pasar atau kurangnya regulasi. Penelitian kualitatif melalui wawancara mendalam atau studi kasus bisa mengungkap bagaimana kepercayaan yang dibangun influencer mampu mengesampingkan pertimbangan rasional atau informasi peringatan resmi. Apakah ada bias kognitif tertentu yang dimanfaatkan secara tidak sengaja atau sengaja oleh para influencer? Pemahaman ini penting untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian. Kedua, studi selanjutnya dapat menyelidiki seberapa efektifnya upaya edukasi atau peringatan dari pihak berwenang, seperti Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dalam mengurangi dampak negatif dari rekomendasi influencer yang berpotensi menyesatkan atau melibatkan aset tidak terdaftar. Pertanyaan penelitian bisa berfokus pada format penyampaian informasi yang paling efektif dan kelompok demografi mana yang paling responsif terhadap peringatan tersebut. Ini krusial mengingat kekhawatiran bahwa masyarakat masih belum terampil dalam menyaring informasi yang kredibel. Ketiga, menarik untuk meneliti bagaimana karakteristik dan dinamika platform media sosial yang berbeda (misalnya, TikTok, YouTube, atau Telegram) memengaruhi efektivitas dan jenis pengaruh yang diberikan oleh seorang influencer kripto. Apakah ada perbedaan signifikan dalam tingkat kepercayaan, jenis konten yang paling persuasif, atau bahkan demografi pengikut antara platform-platform ini? Memahami nuansa lintas platform dapat memberikan wawasan lebih lanjut bagi strategi pemasaran influencer maupun upaya regulasi di era digital ini.

  1. #keputusan investasi#keputusan investasi
  2. #provinsi jawa#provinsi jawa
Read online
File size948.18 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-2U3
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test