UNTUNT
Indonesian Health Science JournalIndonesian Health Science JournalKecemasan pada remaja putri di masa pubertas dapat disebabkan oleh body image negatif. Perubahan fisik dan psikologis selama pubertas dapat mempengaruhi persepsi diri dan meningkatkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas hubungan antara body image negatif dan kecemasan pada remaja putri di masa pubertas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa body image negatif berdampak pada kecemasan remaja putri di masa pubertas.Ketidakmampuan untuk menerima diri sendiri dapat menyebabkan persepsi body image negatif, yang pada akhirnya dapat berdampak pada munculnya kecemasan di kalangan remaja.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menginvestigasi faktor-faktor yang mempengaruhi body image negatif pada remaja putri di masa pubertas, serta mengembangkan intervensi untuk meningkatkan persepsi diri dan mengurangi kecemasan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai jenis terapi dalam mengatasi kecemasan pada remaja putri di masa pubertas. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang hubungan antara body image negatif dan kecemasan pada remaja putri di masa pubertas.
- BODY IMAGE SISWA DITINJAU DARI GENDER | Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan. body siswa ditinjau gender... Doi.Org/10.32939/Tarbawi.V14i2.291BODY IMAGE SISWA DITINJAU DARI GENDER Tarbawi Jurnal Ilmu Pendidikan body siswa ditinjau gender Doi Org 10 32939 Tarbawi V14i2 291
- KEJADIAN DEPRESI PADA REMAJA MENURUT DUKUNGAN SOSIAL DI KABUPATEN JEMBER | Journal of Community Mental... Doi.Org/10.51602/Cmhp.V3i2.55KEJADIAN DEPRESI PADA REMAJA MENURUT DUKUNGAN SOSIAL DI KABUPATEN JEMBER Journal of Community Mental Doi Org 10 51602 Cmhp V3i2 55
- Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kecemasan pada Remaja yang Mengalami Bullying | Jurnal Ilmiah... Doi.Org/10.52022/Jikm.V13i1.173Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kecemasan pada Remaja yang Mengalami Bullying Jurnal Ilmiah Doi Org 10 52022 Jikm V13i1 173
| File size | 503.35 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG 84 Hasil uji statistik paired t test didapatkan P Value 0,000, artinya ada perbedaan yang signifikan pengetahuan siswa antara sebelum diberikan penyuluhan84 Hasil uji statistik paired t test didapatkan P Value 0,000, artinya ada perbedaan yang signifikan pengetahuan siswa antara sebelum diberikan penyuluhan
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Sampel berjumlah 75 orang dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis data bivariat menggunakanSampel berjumlah 75 orang dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis data bivariat menggunakan
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Tujuan: Untuk mengetahui gambaran di Indonesia. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah perawat di seluruhTujuan: Untuk mengetahui gambaran di Indonesia. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah perawat di seluruh
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Pasien juga sering mendengar bisikan orang marah-marah dekat telinga. R dengan keluhan pasien mengatakan sering mendengar suara orang tertawa di dekatPasien juga sering mendengar bisikan orang marah-marah dekat telinga. R dengan keluhan pasien mengatakan sering mendengar suara orang tertawa di dekat
BUMIGORABUMIGORA Gagal ginjal kronik (GGK) tidak hanya berdampak pada aspek fisiologis, tetapi juga menurunkan kualitas hidup pasien. Penilaian terhadap kualitas hidupGagal ginjal kronik (GGK) tidak hanya berdampak pada aspek fisiologis, tetapi juga menurunkan kualitas hidup pasien. Penilaian terhadap kualitas hidup
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Dengan demikian, terapi hemodialisa berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan psikologisDengan demikian, terapi hemodialisa berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan psikologis
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Lama menjalani terapi hemodialisa tidak ada hubungannya dengan status gizi pasien, baik pengukuran status gizi menggunakan SGA dan IMT. Hasil penelitianLama menjalani terapi hemodialisa tidak ada hubungannya dengan status gizi pasien, baik pengukuran status gizi menggunakan SGA dan IMT. Hasil penelitian
UMSBUMSB Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan rancangan two group pretest and posttest design. Sampel penelitian berjumlah 52 ibu yang mauPenelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan rancangan two group pretest and posttest design. Sampel penelitian berjumlah 52 ibu yang mau
Useful /
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Frekuensi hemodialisa setiap pasien berbeda-beda, ada frekuensi 2x dan 3x seminggu, lamanya hemodialisa ini berperan penting dalam mempengaruhi kualitasFrekuensi hemodialisa setiap pasien berbeda-beda, ada frekuensi 2x dan 3x seminggu, lamanya hemodialisa ini berperan penting dalam mempengaruhi kualitas
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh petugas di Puskesmas Tebing Bulang memiliki persepsi atau respon yang positif dimana mayoritas memilikiBerdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh petugas di Puskesmas Tebing Bulang memiliki persepsi atau respon yang positif dimana mayoritas memiliki
UNBINUNBIN Anggaran adalah rencana keuangan tahunan yang disusun dan dikelola oleh pihak SMKS, yang mencakup perkiraan pendapatan dan belanja sekolah untuk menjalankanAnggaran adalah rencana keuangan tahunan yang disusun dan dikelola oleh pihak SMKS, yang mencakup perkiraan pendapatan dan belanja sekolah untuk menjalankan
UNIMUGOUNIMUGO Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada manajemen glukosa dan pengendalian diet antara kelompok glukosa darah tidak terkendaliPenelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada manajemen glukosa dan pengendalian diet antara kelompok glukosa darah tidak terkendali