ATIDEWANTARAATIDEWANTARA
SINGKERRUSINGKERRUKegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini sebagai bentuk optimalisasi terhadap pengelolaan laboratorium. Laboratorium sebagai sarana dan prasarana pembelajaran yang penting pada pendidikan kejuruan untuk mendukung pengalaman langsung terhadap pengaplikasian teori. Kegiatan pengabdian dilakukan di SMK Dewantara dengan tujuan membenahi berbagai hal berkaitan manajemen laboratorium. Kegiatan diawali dengan observasi yang dilanjutkan kegiatan pendampingan, pembenahan, dan inventarisasi terhadap hal-hal yang dianggap perlu agar mampu mendukung kegiatan pembelajaran sehingga praktikum dapat berjalan lebih kondusif. Pengabdian yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan diharapkan setelahnya, pihak sekolah dapat menerapkan proses manajamen laboratorium yang lebih baik.
Kegiatan pengabdian yang dilakukan ini berupa kegiatan pendampingan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dengan melakukan optimalisasi pengelolaan terhadap laboratorium.Selanjutnya, diharapkan pihak sekolah dapat menerapkan proses manajamen laboratorium yang baik sehingga proses pembelajaran khususnya kegiatan praktikum dapat berjalan lebih kondusif dan kinerja pengelolaan laboratorium dapat lebih ditingkatkan.
Berdasarkan hasil observasi dan pendampingan, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model tata letak laboratorium yang ergonomis dan mendukung efisiensi kegiatan praktikum, dengan mempertimbangkan kebutuhan spesifik berbagai jenis mata pelajaran kejuruan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk merancang sistem database laboratorium yang terintegrasi dan mudah digunakan, mencakup informasi lengkap mengenai inventarisasi alat dan bahan, kondisi teknis, serta riwayat pemeliharaan. Ketiga, penelitian dapat mengkaji efektivitas pelatihan tenaga laboran dalam meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium, termasuk aspek keselamatan kerja dan pemeliharaan alat.
| File size | 236.72 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
OJSOJS Metode yang digunakan oleh penulis untuk membuat jurnal ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara,Metode yang digunakan oleh penulis untuk membuat jurnal ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara,
OJSOJS Temuan tambahan menunjukkan bahwa kelas dengan nilai rata-rata tinggi merupakan kelas unggulan yang mendapatkan pelajaran tambahan, yang mengindikasikanTemuan tambahan menunjukkan bahwa kelas dengan nilai rata-rata tinggi merupakan kelas unggulan yang mendapatkan pelajaran tambahan, yang mengindikasikan
EDUPEDEDUPED Bentuk penelitian yang dilakukan berupa penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif. Subjek penelitian siswa kelas XII IPS 1 MAN Kota Pariaman yang berjumlahBentuk penelitian yang dilakukan berupa penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif. Subjek penelitian siswa kelas XII IPS 1 MAN Kota Pariaman yang berjumlah
EDUPEDEDUPED Sebagian besar siswa kelas XII SMAN 1 Cariu belum mencapai ketuntasan belajar PAI, dengan hanya 42% yang tuntas dan 58% belum tuntas. Faktor-faktor tersebutSebagian besar siswa kelas XII SMAN 1 Cariu belum mencapai ketuntasan belajar PAI, dengan hanya 42% yang tuntas dan 58% belum tuntas. Faktor-faktor tersebut
EDUPEDEDUPED Subyek penelitianny adalah peserta didik kelas I UPTD Satdik SDN Karangrejo 06 tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 28 orang. Instrumen pengumpulan dataSubyek penelitianny adalah peserta didik kelas I UPTD Satdik SDN Karangrejo 06 tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 28 orang. Instrumen pengumpulan data
EDUPEDEDUPED Metode pembelajaran terus dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran ekonomi tidak hanya pada materi cara mengatasiMetode pembelajaran terus dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran ekonomi tidak hanya pada materi cara mengatasi
MAHADEWAMAHADEWA Penerapan model discovery learning meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas X P MIPA 4. Langkah-langkah implementasi mencakup stimulasi,Penerapan model discovery learning meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas X P MIPA 4. Langkah-langkah implementasi mencakup stimulasi,
MAHADEWAMAHADEWA Pada siklus I ketuntasan secara klasikal masih di bawah 85% sehingga siklus dilanjutkan ke siklus II. Setelah dilakukan tindakan, pada siklus II, nilaiPada siklus I ketuntasan secara klasikal masih di bawah 85% sehingga siklus dilanjutkan ke siklus II. Setelah dilakukan tindakan, pada siklus II, nilai
Useful /
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT The findings extend existing technology adoption models, including the Technology Acceptance Model (TAM) and the Unified Theory of Acceptance and Use ofThe findings extend existing technology adoption models, including the Technology Acceptance Model (TAM) and the Unified Theory of Acceptance and Use of
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Meskipun kegiatan ini tidak melibatkan pengukuran kuantitatif, sosialisasi terbukti menjadi langkah awal yang signifikan dalam memperkuat kapasitas masyarakatMeskipun kegiatan ini tidak melibatkan pengukuran kuantitatif, sosialisasi terbukti menjadi langkah awal yang signifikan dalam memperkuat kapasitas masyarakat
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Tujuan dari PKM ini adalah untuk menciptakan mitra yang akan menjadi pusat model pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan masyarakat jangka panjangTujuan dari PKM ini adalah untuk menciptakan mitra yang akan menjadi pusat model pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan masyarakat jangka panjang
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Hasil menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, 28 orang (80%) memiliki pengetahuan kurang, sedangkan setelah penyuluhan, 31 orang (89%) memiliki pengetahuanHasil menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, 28 orang (80%) memiliki pengetahuan kurang, sedangkan setelah penyuluhan, 31 orang (89%) memiliki pengetahuan