STIFERASTIFERA

Jurnal Farmasi & Sains IndonesiaJurnal Farmasi & Sains Indonesia

Luka gangren adalah komplikasi serius pada diabetes mellitus yang berpotensi menimbulkan kematian. Madu dan Lidah buaya (Aloe vera) adalah bahan alam yang masing-masing telah terbukti memiliki aktivitas dalam penyembuhan luka. Riset ini bertujuan untuk mendapatkan formula polyherbal topikal madu dan lidah buaya yang terbaik sebagai sediaan topikal untuk terapi luka gangren diabetik. Formulasi gel kombinasi madu dan lidah buaya menggunakan carbophol 934, propilenglikol dan TEA dalam berbagai perbandingan. Evaluasi sediaan krim meliputi uji organoleptis, uji homogenitas fisik, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji viskositas. Pengujian efektivitas sediaan dilakukan terhadap penyembuhan luka gangren diabetik pada mencit jantan galur swiss webster. Penentuan formula optimum gel dengan metode simplex lattice design menggunakan software Design Expert, yang diverifikasi secara statistik dengan uji T berpasangan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan Formula optimum sediaan gel kombinasi lidah buaya 4,8% dan madu 15,2% menghasilkan sediaan yang baik dalam hal karakteristik fisik, dengan efektivitas penyembuhan luka gangren diabetik lebih maksimal.

Formula optimum sediaan gel kombinasi lidah buaya 4,8% dan madu 15,2% menghasilkan sediaan yang baik dalam hal karakteristik fisik, dengan efektivitas penyembuhan luka gangren diabetik lebih maksimal.Penelitian ini mengindikasikan bahwa kombinasi lidah buaya dan madu memiliki potensi besar dalam mempercepat penyembuhan luka gangren diabetik dan dapat menjadi alternatif terapi yang efektif dan aman.Pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk menguji efektivitas dan keamanan formula ini pada pasien diabetes dengan luka gangren.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme aksi dari kombinasi madu dan lidah buaya dalam penyembuhan luka gangren diabetik, termasuk pengaruhnya terhadap inflamasi, angiogenesis, dan reepitelisasi. Kedua, perlu dilakukan uji klinis pada pasien diabetes dengan luka gangren untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan formula gel kombinasi ini dalam kondisi klinis yang sebenarnya, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis luka, stadium luka, dan komorbiditas pasien. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi gel yang lebih optimal, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran partikel, sistem pengantaran, dan stabilitas formula, untuk meningkatkan efektivitas dan memperpanjang durasi kerja obat.

  1. #standar pelayanan#standar pelayanan
  2. #ikan tongkol#ikan tongkol
Read online
File size1.8 MB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2wC
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test