POLTEKPEL SBYPOLTEKPEL SBY

Jurnal 7 SamudraJurnal 7 Samudra

Biaya operasi kapal yang tinggi merupakan tantangan bagi setiap industri maritim. Beberapa studi menemukan bahwa komponen biaya untuk perawatan kapal mencapai 40 persen dari keseluruhan biaya operasi. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan sistem perawatan kapal untuk menekan biaya ini tanpa mengurangi kualitas layanan. Sistem Pemeliharaan Kapal Terencana (SPKT/PMS) adalah sistem yang mencakup rencana, prosedur, dan langkah-langkah untuk mengurangi pemeliharaan darurat sekecil mungkin, sehingga dapat menekan biaya pemeliharaan. SPKT juga membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan perawatan mendatang, mengurangi penggunaan suku cadang dan inventaris, menghindari pemborosan tenaga kerja, memangkas waktu dan biaya docking, serta menjamin kondisi teknis kapal agar tetap laik laut. Pemeliharaan terencana meliputi perbaikan (corrective maintenance) dan pencegahan (preventive maintenance). Standard Operation Procedure PMS yang ada saat ini masih bersifat manual dengan pengisian formulir berbasis kertas. Implementasi teknologi informasi pada SPKT bertujuan mentransformasikan SOP manual menjadi berbasis elektronik guna meningkatkan kualitas sistem. Jurnal ini menguraikan langkah-langkah implementasi teknologi informasi pada Sistem Pemeliharaan Kapal Terencana, mulai dari transformasi SOP, arsitektur jaringan, hingga metode pelaporan.

Implementasi teknologi informasi pada Sistem Pemeliharaan Kapal Terencana berhasil mentransformasikan prosedur operasi standar manual menjadi sistem berbasis elektronik yang lebih efisien dan andal.Sistem ePMS yang dikembangkan mendukung pengelolaan perawatan kapal secara real-time melalui antarmuka web dan mobile, dengan infrastruktur cloud yang memungkinkan akses data kapan saja dan di mana saja.Sistem ini juga meningkatkan akurasi data, efisiensi komunikasi antar entitas, serta kemampuan perencanaan anggaran dan daftar perbaikan docking.

Pertama, perlu dikaji efektivitas sistem ePMS dalam jangka panjang dengan mempelajari dampaknya terhadap frekuensi kerusakan mesin dan biaya pemeliharaan tahunan selama minimal lima tahun operasi, untuk menilai keberlanjutan manfaat sistem. Kedua, penting untuk meneliti integrasi ePMS dengan sistem navigasi dan monitoring kondisi mesin secara real-time menggunakan sensor IoT, guna mengembangkan sistem pemeliharaan prediktif yang lebih proaktif. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang adopsi dan penerimaan pengguna terhadap ePMS di berbagai perusahaan pelayaran dengan karakteristik operasional berbeda, untuk merancang modul pelatihan dan antarmuka yang lebih adaptif serta mendukung digitalisasi yang merata di sektor maritim Indonesia.

  1. #manfaat sistem#manfaat sistem
  2. #pesisir pantai#pesisir pantai
Read online
File size320.22 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2tW
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test