UNISKA BJMUNISKA BJM

An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Scabies adalah suatu kondisi yang dapat menyebar melalui kontak langsung atau tidak langsung. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi korelasi antara tingkat kebersihan pribadi, kepadatan tempat tinggal, tingkat kelembaban, sistem ventilasi, intensitas pencahayaan, dan suhu terhadap kemunculan keluhan penyakit scabies. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei analitik menggunakan desain cross-sectional. Populasi yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah penduduk daerah kerja Puskesmas Banjarbaru Selatan, yang memiliki total populasi sebanyak 563 individu. Sampel sebanyak 86 responden dengan teknik pengambilan sampel case control. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan adanya korelasi antara tingkat kebersihan pribadi dengan insiden kasus scabies (p-value = 0,000), ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian scabies (p-value=0,001), ada hubungan antara kelembaban dengan kejadian scabies (p-value=0,001), ada hubungan antara ventilasi dengan kejadian scabies (p-value=0,003), ada hubunga antara pencahayaan dengan kejadian scabies (p-value=0,001), ada hubungan antara suhu dengan kejadian scabies (p-value=0,003). Kepada puskesmas agar menyediakan fasilitas sanitasi dasar yang sesuai syarat kesehatan dan terpelihara, membuat poster kesehatan terkait personal hygiene.

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kejadian scabies dengan faktor-faktor seperti kebersihan pribadi, kepadatan hunian, kelembaban, ventilasi, pencahayaan, dan suhu.Penting bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan guna meminimalkan penyebaran penyakit ini.Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mendorong pelaksanaan gaya hidup sehat.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial ekonomi yang berkontribusi terhadap risiko scabies, seperti tingkat pendapatan dan akses terhadap fasilitas kesehatan. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan perilaku masyarakat terkait pencegahan scabies, sehingga intervensi kesehatan dapat dirancang lebih efektif. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi dan intervensi sanitasi dalam mengurangi angka kejadian scabies di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Selatan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai determinan scabies dan mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. Determinan Yang Berhubungan Dengan Keluhan Penyakit Scabies Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarbaru Selatan... doi.org/10.31602/ann.v10i2.13080Determinan Yang Berhubungan Dengan Keluhan Penyakit Scabies Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarbaru Selatan doi 10 31602 ann v10i2 13080
  1. #pengaruh kualitas#pengaruh kualitas
  2. #perilaku masyarakat#perilaku masyarakat
Read online
File size155.71 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2oL
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test