STIKESEUBSTIKESEUB

Jurnal Estu Utomo Health ScienceJurnal Estu Utomo Health Science

Latar belakang: Di Indonesia, kejadian kanker serviks merupakan kanker kedua terbanyak setelah kanker payudara, dan pencegahan primer yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker serviks adalah vaksinasi HPV, yang efektif diberikan pada usia 11-26 tahun. Menurut data Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang tahun 2016, terdapat 29 kasus positif kanker serviks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat tahun 2019. Metode: Desain penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri atas 25 pertanyaan tentang pengetahuan. Pengolahan data dilakukan melalui editing, coding, processing, dan cleaning. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 50 responden (59,5%), pengetahuan cukup sebanyak 32 responden (38,1%), dan pengetahuan baik sebanyak 2 responden (2,4%).

Sebagian besar remaja putri di SMKN 4 Kota Tanjungpinang tahun 2019 memiliki tingkat pengetahuan yang kurang (59,5%) tentang vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks.Pengetahuan terendah terdapat pada aspek tujuan dan manfaat vaksinasi HPV, yaitu 81,0% responden berpengetahuan kurang.Faktor seperti pendidikan, informasi, budaya, lingkungan, dan pengalaman pribadi turut memengaruhi rendahnya tingkat pengetahuan tersebut.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas penyuluhan kesehatan berbasis sekolah dalam meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai vaksinasi HPV, dengan membandingkan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukasi secara rutin. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pengaruh media sosial terhadap pembentukan sikap dan pengetahuan remaja putri terkait vaksinasi HPV melalui studi kualitatif yang mendalam terhadap pola konsumsi informasi digital di kalangan pelajar. Ketiga, diperlukan kajian tentang integrasi materi edukasi kanker serviks dan vaksinasi HPV ke dalam kurikulum kesehatan reproduksi di sekolah menengah, untuk melihat bagaimana pendekatan formal di kelas dapat membentuk pemahaman yang lebih baik dalam jangka panjang. Ketiga ide penelitian ini saling melengkapi dengan saran dalam penelitian asli yang menekankan pentingnya edukasi, namun mengembangkannya ke arah intervensi terstruktur, media kontemporer, dan kebijakan pendidikan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan solusi berkelanjutan yang tidak hanya bersifat temporer namun dapat diukur dan diadopsi secara luas.

  1. #status gizi#status gizi
  2. #kanker payudara#kanker payudara
Read online
File size174.9 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2gK
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test