UPI YAIUPI YAI

IKRAITH-EKONOMIKAIKRAITH-EKONOMIKA

Kepemimpinan transformasional biasanya dibicarakan dalam lingkungan organisasi dan dianggap mampu meningkatkan hasil kerja serta semangat para anggotanya. Meskipun begitu, penelitian tentang kepemimpinan transformasional dalam keluarga masih belum banyak, padahal keluarga adalah unit sosial yang paling kecil namun sangat penting dalam membentuk kepribadian dan nilai moral seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai kepemimpinan transformasional terlihat dalam film Bila Esok Ibu Tiada (2024) melalui sosok Ibu Rahmi, yang berperan sebagai ibu dan sekaligus pemimpin keluarga. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif, dengan menganalisis adegan dan dialog dalam film yang menunjukkan empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, serta pertimbangan individual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibu Rahmi mampu mempertahankan keharmonisan keluarga dengan penuh empati, menjadi contoh moral yang baik, serta mendorong anak-anak untuk berpikir lebih jernih. Namun, tindakannya menyembunyikan penyakit anak juga menunjukkan adanya dilema antara perlindungan dan transparansi, sehingga kepemimpinan dalam keluarga tidak selalu sempurna. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa film bisa menjadi alat pembelajaran tentang kepemimpinan yang penuh nilai moral, serta memberikan ruang untuk mempertimbangkan peran ganda perempuan sebagai ibu sekaligus pemimpin keluarga.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Bu Rahmi dalam film Bila Esok Ibu Tiada memperlihatkan bentuk kepemimpinan transformasional melalui empat aspek utama, yaitu pengaruh ideal, motivasi yang memotivasi, pengembangan berpikir, serta perhatian terhadap individu.Bu Rahmi tidak hanya bertindak sebagai orang yang mengambil keputusan dalam keluarga, tetapi juga menjadi contoh moral, pemicu semangat, penggerak pemikiran, serta sosok yang penuh perhatian dan empati terhadap anak-anaknya.Kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Bu Rahmi menunjukkan bahwa model transformasional tidak hanya cocok untuk organisasi formal, tetapi juga sangat efektif dalam lingkungan keluarga.Dengan ketulusan, keteguhan, dan rasa peduli yang tinggi, Bu Rahmi mampu mempertahankan keharmonisan serta memperkuat ketahanan keluarga meski menghadapi tantangan berupa penyakit dan konflik di dalam keluarga.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi tentang bagaimana kepemimpinan transformasional dalam keluarga dapat memengaruhi perkembangan emosional dan intelektual anak-anak dalam jangka panjang. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai dampak kepemimpinan transformasional perempuan dalam keluarga terhadap kesetaraan gender di masyarakat. Ide penelitian lain adalah mengeksplorasi bagaimana media film dapat digunakan sebagai alat edukasi untuk mempromosikan nilai-nilai kepemimpinan transformasional dalam berbagai konteks sosial, termasuk keluarga dan organisasi kecil.

  1. Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 | IKRAITH-EKONOMIKA. vol ikraith ekonomika... journals.upi-yai.ac.id/index.php/IKRAITH-EKONOMIKA/issue/view/244Vol 9 No 2 2026 IKRAITH EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 IKRAITH EKONOMIKA vol ikraith ekonomika journals upi yai ac index php IKRAITH EKONOMIKA issue view 244
  1. #kepemimpinan transformasional#kepemimpinan transformasional
Read online
File size949.12 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-29i
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test