UMWUMW

Jurnal Nasional TeknomedikJurnal Nasional Teknomedik

Pekerja dengan kerja fisik berat, sikap tubuh yang salah selama bekerja atau kerja statis berisiko untuk mengalami low back pain (LBP) atau nyeri pada daerah sekitar pinggang. Penyakit ini menyebabkan rasa tidak nyaman dan membatasi gerak penderita sehingga mengurangi produktivitas kerja. Salah satu usaha untuk mengurangi rasa nyeri akibat LBP adalah dengan memberikan terapi panas pada daerah yang terasa nyeri. Sensasi panas dapat menyebabkan vasodilatasi yaitu pelebaran pembuluh darah sehingga peredaran darah menjadi lancar dan membuat otot menjadi rileks. Suhu terapi optimum tercapai pada suhu 42°C dan lama terapi maksimum adalah 20-30 menit kecuali jika ada rekomendasi dari dokter atau ahli terapi fisik lainnya. Alat termo terapi pinggang dibuat dengan menggunakan sabuk yang dipasang pada pinggang pengguna yang di dalamnya terdapat elemen pemanas PTC dan sensor suhu DS18B20 untuk mendeteksi suhu yang dihasilkan. Sabuk terhubung pada sebuah box yang berisi mikrokontroler sebagai pusat pengendali kerja alat dan dilengkapi dengan tombol pengatur. Pengguna dapat melakukan pengaturan waktu dan suhu sesuai dengan yang diinginkan dengan menekan tombol up dan down pada box alat. Pada saat pengguna menekan tombol enter, maka heater akan mulai bekerja sehingga suhu dalam sabuk meningkat dan pengguna mulai merasakan efek panas. Suhu dalam sabuk akan terus meningkat dan apabila suhu setingan tercapai, waktu setingan mulai menghitung mundur. Mikrokontroler akan terus menjaga agar suhu dalam sabuk tetap stabil pada suhu setingan. Buzzer dipasang pada alat sebagai indikator yang akan berbunyi ketika waktu dan suhu terapi yang diinginkan telah tercapai. Proses pengujian keberhasilan rancangan alat dilakukan dengan dua pengujian kinerja alat yaitu pengujian suhu dan waktu yang ditampilkan pada LCD. Berdasarkan hasil pengujian kinerja alat diperoleh selisih suhu dengan thermometer yang telah dikalibrasi sebesar 1,4°C dengan nilai error sebesar 0,03%. Sementara pengujian waktu diperoleh rata-rata selisih sebesar 87,5 detik dengan stopwatch dan nilai error sebesar 18,12%.

Alat terapi pinggang hasil rancangan telah berhasil dibuat menggunakan mikrokontroler Atmega 328 sebagai pengendali, elemen pemanas PTC sebagai sumber panas, dan sensor suhu DS18B20.Hasil pengujian suhu menunjukkan rata-rata selisih 1,4°C dengan error sebesar 0,03%.Pengujian waktu menunjukkan rata-rata selisih 87,5 detik dengan error sebesar 18,12%.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang efektivitas alat ini terhadap berbagai tingkat keparahan nyeri pinggang, apakah alat ini lebih efektif untuk nyeri ringan, sedang, atau berat, dan bagaimana respons fisiologis pengguna terhadap terapi panas suhu 42°C dalam durasi berbeda. Kedua, sebaiknya dilakukan studi lanjutan untuk mengintegrasikan fitur pengaturan otomatis berbasis kondisi fisiologis pengguna, seperti deteksi suhu kulit secara real-time dan penyesuaian durasi terapi secara adaptif menggunakan algoritma pada mikrokontroler, agar terapi lebih personal dan aman. Ketiga, perlu penelitian mengenai desain ergonomis alat dalam jangka panjang, termasuk analisis kenyamanan penggunaan harian, kemungkinan iritasi kulit, serta portabilitas perangkat saat digunakan dalam aktivitas dinamis, guna memastikan alat tidak hanya akurat secara teknis namun juga layak digunakan secara klinis dan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

  1. #output suara#output suara
  2. #rancang bangun alat#rancang bangun alat
Read online
File size603.52 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-254
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test