UnlaUnla

Almana : Jurnal Manajemen dan BisnisAlmana : Jurnal Manajemen dan Bisnis

Nilai pasar mencerminkan persepsi investor terhadap kondisi keuangan dan prospek masa depan suatu perusahaan. Namun, di pasar emergen seperti Indonesia, sering kali terjadi disparitas antara fundamental keuangan yang kuat dan valuasi pasar aktual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model struktural yang menganalisis pengaruh faktor-faktor fundamental keuangan terhadap nilai pasar, dengan Return on Assets (ROA) sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan pada 15 perusahaan, yang terdiri dari perusahaan non-finansial dan perbankan, yang secara konsisten terdaftar dalam Indeks LQ45 selama periode 2021–2023. Data sekunder dikumpulkan dari laporan keuangan yang diaudit dan dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif melalui Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa CAPEX, DER, FATA, SIZE, dan WCTO secara simultan memengaruhi ROA dengan nilai R² sebesar 0,577. Secara parsial, CAPEX memiliki efek positif yang signifikan, sementara SIZE dan WCTO menunjukkan efek negatif yang signifikan terhadap ROA. DER dan FATA tidak signifikan secara statistik. Selanjutnya, ROA secara positif memengaruhi PBV; namun, hanya menjelaskan 2,2% variasi (R² = 0,022). Temuan ini menunjukkan bahwa nilai pasar tidak hanya digerakkan oleh kinerja internal, yang menekankan pentingnya menggabungkan faktor eksternal dan kualitatif dalam model valuasi di masa depan.

Penelitian ini menemukan bahwa belanja modal (CAPEX) berpengaruh positif terhadap profitabilitas (ROA), sementara ukuran perusahaan (SIZE) dan efisiensi modal kerja (WCTO) berpengaruh negatif, namun profitabilitas hanya memiliki pengaruh kecil terhadap nilai pasar (PBV), yang menunjukkan adanya faktor lain di luar fundamental internal.Secara teoretis, temuan ini memperkuat teori sinyal dan teori pertumbuhan internal, serta mengindikasikan adanya disekonomi skala pada perusahaan besar di pasar Indonesia.Implikasi praktisnya adalah manajer perlu menyeimbangkan investasi pertumbuhan dengan kompleksitas ukuran, sementara penelitian selanjutnya disarankan untuk mengintegrasikan variabel kualitatif seperti tata kelola perusahaan dan kinerja ESG untuk meningkatkan daya prediksi model valuasi.

Penelitian ini membuka jalan bagi studi lanjutan yang lebih holistik. Pertama, bagaimana pengaruh faktor non-keuangan seperti kinerja ESG dan kualitas tata kelola perusahaan secara langsung maupun tidak langsung memediasi hubungan antara fundamental perusahaan dan nilai pasar? Kedua, sejauh mana perbedaan karakteristik industri memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap valuasi pasar, terlebih jika menggunakan metrik seperti ROE atau EPS selain ROA, dan apakah pola ini konsisten di berbagai sektor? Ketiga, apa peran perilaku investor, seperti sentimen pasar yang tercermin dari media sosial atau volume perdagangan, dalam memoderasi efektivitas sinyal keuangan perusahaan terhadap nilai pasar? Dengan menjawab pertanyaan ini, model valuasi di masa depan diharapkan dapat menjadi lebih komprehensif, tidak hanya bergantung pada angka keuangan historis, tetapi juga mempertimbangkan aspek kualitatif dan dinamika pasar yang lebih relevan.

  1. Structural Model of the Influence of Corporate Fundamental Factors on Market Value: A SEM-PLS Approach... doi.org/10.36555/almana.v9i2.2898Structural Model of the Influence of Corporate Fundamental Factors on Market Value A SEM PLS Approach doi 10 36555 almana v9i2 2898
  1. #service quality#service quality
  2. #turnover intention#turnover intention
Read online
File size170.78 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1W5
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test