STIE MCESTIE MCE

Journal of Accounting, Business and Management (JABM)Journal of Accounting, Business and Management (JABM)

Kebutuhan akan mekanisme tata kelola yang kuat semakin terdengar nyaring setelah maraknya kecurangan akuntansi korporasi dalam beberapa dekade terakhir. Di India, kasus Satyam menodai reputasi profesi audit dan menegaskan perlunya perbaikan kerangka tata kelola perusahaan. Undang-Undang Perseroan 2013 membuka era baru tata kelola di India dengan fokus pada komite audit. Penelitian ini bertujuan meneliti signifikansi peran komite audit dari perspektif auditor. Metode Proses Hirarki Analitik (AHP) digunakan untuk menganalisis tanggapan 50 auditor yang diminta memberi peringkat peran komite audit melalui metode perbandingan berpasangan. Hasil AHP menunjukkan bahwa menurut persepsi auditor, tanggung jawab paling signifikan komite audit adalah memantau independensi dan kinerja auditor serta meninjau efektivitas proses audit. Temuan dapat membimbing regulator memberikan wewenang lebih tegas kepada komite audit atas proses pelaporan keuangan. Komite audit, meskipun bagian dari dewan, perlu dipersepsikan sebagai badan netral oleh perusahaan dan auditor.

Hasil analisis menyoroti fungsi paling krusial yang harus dilaksanakan komite audit.Independensi auditor dan kepatuhan pada kode etik profesional sangat vital untuk kesucian proses audit.Penerapan AHP menunjukkan memantau independensi dan kinerja auditor adalah tanggung jawab paling signifikan komite audit.Temuan mencerminkan pengakuan tersirat bahwa independensi auditor mengandung ancaman campur tangan manajerial.

Berdasarkan temuan bahwa campur tangan manajerial masih mengancam independensi auditor, muncul gagasan untuk meneliti apakah komite audit 100% independen benar-benar efektif menekan earnings management di India. Studi lanjutan bisa menelusuri pola dan tingkat manajemen laba pada perusahaan yang sudah menerapkan komite audit independen penuh, lalu membandingkan dengan perusahaan yang belum. Selain itu, menarik untuk menyelidiki bagaimana mekanisme whistle-blowing yang dikelola komite audit memengaruhi kejadian kecurangan: apakah jumlah laporan dugaan kecurangan meningkat setelah komite audit independen hadir, dan bagaimana kualitas tindak lanjutnya. Terakhir, bisa dikaji pula peran teknologi: apakah penggunaan audit berbasis big data dan continuous monitoring oleh komite audit dapat menyaring praktik akuntansi curang lebih dini, sehingga risiko skandal seperti Satyam bisa dicegah sejak awal.

  1. #komite audit#komite audit
  2. #audit quality#audit quality
Read online
File size227.16 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-1TH
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test