WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA

JPAK: Jurnal Pendidikan Agama KatolikJPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik

Pandemi Covid-19 membuka peluang unik bagi keluarga Kristiani untuk merevitalisasi peran mereka sebagai Gereja rumah tangga. Masa keterbatasan ini mendorong dialog internal, keharmonisan dan pendampingan anak sehingga keluarga menjadi laboratorium nilai-nilai kemanusiaan dan iman.

Pandemi Covid-19 dipandang sebagai penderitaan yang menyelamatkan yang menuntut keluarga hadir secara utuh satu sama lain.Momentum ini diharapkan melahirkan pola pikir dan spiritualitas baru berbasis kasih, solidaritas dan keteguhan iman setelah lulus dari sekolah keluarga.

Bagaimana jika peneliti menelusuri sejauh mana efektivitas kegiatan ibadah keluarga online yang dilakukan selama pandemi dalam membentuk spiritualitas anak-anak jangka panjang? Apakah model asuhan keluarga berbasis digital yang tiba-tiba marak dapat dijadikan kurikulum pendidikan iman permanen tanpa kehilangan nuansa kehangatan personal? Studi banding lintas agama di kawasan yang sama juga menarik untuk melihat apakah keluarga non-Kristian mengalami transformasi nilai kemanusiaan serupa atau justru memperlihatkan mekanisme berbeda, sehingga teologi keluarga bisa terus disempurnakan dengan wawasan multikultural.

  1. #model pembelajaran#model pembelajaran
  2. #kampus merdeka belajar#kampus merdeka belajar
Read online
File size80.27 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-1R0
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test