IRIBBIRIBB

Menara PerkebunanMenara Perkebunan

Fungisida organik Ganor berpotensi mengurangi serangan Ganoderma, cendawan patogenik penyebab penyakit busuk pangkal batang. Aplikasi Ganor pada tanaman kelapa sawit di kebun yang terserang Ganoderma menghambat pertumbuhan tubuh buah Ganoderma, memperbaiki perakaran, dan merangsang pembukaan daun tombak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi secara molekuler adanya Ganoderma pada tanaman kelapa sawit terserang Ganoderma yang telah mendapat perlakuan Ganor secara rutin selama tiga bulan. Analisis molekuler dilakukan dengan teknik PCR menggunakan primer DNA spesifik Ganoderma. Hasil analisis sampel batang dan akar tanaman kelapa sawit menunjukkan bahwa tanaman perlakuan, yaitu kelapa sawit terserang Ganoderma yang telah mendapat perlakuan Ganor, 96,4% bebas Ganoderma. Dari 28 sampel tanaman perlakuan yang diperiksa, 27 sampel tidak menunjukkan adanya pita DNA spesifik Ganoderma. Sementara itu, pada tanaman kontrol, yaitu tanaman kelapa sawit terserang Ganoderma dan tidak mendapat perlakuan Ganor, 100% masih terdeteksi adanya Ganoderma. Dari 7 sampel tanaman kontrol yang diperiksa, semuanya menunjukkan adanya pita DNA spesifik Ganoderma. Hasil analisis molekuler ini mengindikasikan bahwa perlakuan Ganor efektif mengurangi tingkat serangan Ganoderma pada tanaman kelapa sawit di kebun yang terinfeksi Ganoderma. Namun demikian, untuk lebih meyakinkan praktisi perkebunan, penggunaan teknik molekuler ini masih perlu diuji lebih lanjut terkait konsistensinya. Reprodusibilitas dapat dikonfirmasi dengan mengulangi percobaan menggunakan lebih banyak sampel. Efektivitas Ganor dalam menyehatkan tanaman kelapa sawit terserang Ganoderma ini terindikasi juga dari perkembangan organ reproduktifnya. Sex ratio meningkat dalam waktu 10 hingga 12 minggu setelah perlakuan.

Teknik PCR menggunakan primer spesifik mengindikasikan bahwa perlakuan fungisida organik Ganor efektif mengurangi gejala serangan Ganoderma pada tanaman kelapa sawit di kebun terinfeksi busuk pangkal batang.Efektivitas Ganor dalam menyehatkan tanaman kelapa sawit terserang Ganoderma terindikasi dari perkembangan organ reproduktif, di mana sex ratio meningkat 10 hingga 12 minggu setelah perlakuan.Namun, untuk meyakinkan praktisi perkebunan, teknik molekuler ini perlu diuji lebih lanjut dalam skala lebih besar guna menilai konsistensinya.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menguji konsistensi deteksi dini Ganoderma menggunakan teknik PCR spesifik pada skala kebun yang lebih luas dan dalam periode waktu yang lebih panjang, agar dapat dievaluasi keandalannya sebelum diterapkan secara komersial. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana kombinasi Ganor dengan biostimulan berbasis rumput laut memengaruhi fisiologi tanaman, khususnya dalam proses diferensiasi bunga, untuk memahami mekanisme di balik peningkatan sex ratio pada tanaman terserang. Ketiga, diperlukan studi membandingkan efektivitas metode PCR dengan metode deteksi alternatif seperti pendekatan serologi, untuk menentukan pendekatan yang paling akurat, praktis, dan terjangkau dalam monitoring lapangan secara rutin. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dan membantu pengembangan strategi pengendalian Ganoderma yang lebih terintegrasi dan andal di perkebunan kelapa sawit.

  1. #pabrik kelapa sawit#pabrik kelapa sawit
  2. #embrio somatik sagu#embrio somatik sagu
Read online
File size483.8 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-1NL
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test