UNIBAUNIBA
IDENTIFIKASIIDENTIFIKASIKebakaran merupakan salah satu bahaya utama di lingkungan kerja yang dapat menimbulkan kerugian besar, baik berupa kerusakan aset, gangguan operasional, maupun korban jiwa, sehingga diperlukan sistem tanggap darurat yang efektif dan berkelanjutan. Meskipun berbagai organisasi telah menerapkan sistem tanggap darurat kebakaran, efektivitasnya masih terbatas akibat rendahnya kesiapan pekerja, kurang optimalnya pelatihan dan simulasi, serta belum adanya evaluasi berkelanjutan yang sistematis. Penelitian terdahulu umumnya berfokus pada aspek pemenuhan standar keselamatan dan ketersediaan sarana proteksi kebakaran, sementara integrasi antara pelatihan, simulasi, dan evaluasi berkelanjutan masih jarang dikaji secara komprehensif. Selain itu, sebagian besar studi kesiapsiagaan masih berasal dari konteks bencana alam yang belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik risiko kebakaran di tempat kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran berbasis pelatihan, simulasi, dan evaluasi berkelanjutan melalui pendekatan literature review. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020–2025 dan diperoleh melalui database seperti Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed, dengan proses seleksi menggunakan alur PRISMA. Analisis data dilakukan melalui thematic analysis untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan temuan utama terkait pelatihan, simulasi, evaluasi berkelanjutan, dan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan simulasi berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan respons, sementara evaluasi berkelanjutan menjadi faktor kunci dalam menjaga efektivitas sistem secara jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang terintegrasi dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran di tempat kerja.
Kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran di tempat kerja merupakan faktor krusial dalam meminimalkan risiko dan dampak kebakaran, baik terhadap keselamatan pekerja maupun organisasi.Pelatihan, simulasi, dan evaluasi berkelanjutan saling melengkapi dalam meningkatkan kesiapsiagaan.Namun, pelaksanaan pelatihan dan simulasi masih belum optimal, serta evaluasi yang sistematis sering kali diabaikan.Integrasi ketiga komponen tersebut dalam sistem yang berkelanjutan menjadi kunci utama untuk meningkatkan efektivitas tanggap darurat kebakaran.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji integrasi pelatihan, simulasi, dan evaluasi berkelanjutan dalam berbagai sektor industri untuk mengevaluasi efektivitasnya. Selain itu, penelitian perlu mengembangkan metode evaluasi yang lebih sistematis untuk memastikan keberlanjutan program kesiapsiagaan. Terakhir, studi tentang pengaruh budaya keselamatan organisasi terhadap partisipasi pekerja dalam pelatihan dan simulasi dapat memberikan wawasan baru untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara holistik.
| File size | 324.73 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Prosedur tanggap darurat konvensional yang bersifat reaktif, terfragmentasi, dan berbasis skenario statis tidak lagi memadai untuk menjamin keselamatanProsedur tanggap darurat konvensional yang bersifat reaktif, terfragmentasi, dan berbasis skenario statis tidak lagi memadai untuk menjamin keselamatan
UNIBAUNIBA Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi CSR pada aspek sosial masih mendominasi dibandingkan aspek ekonomi dan lingkungan. Program CSR yang palingHasil kajian menunjukkan bahwa implementasi CSR pada aspek sosial masih mendominasi dibandingkan aspek ekonomi dan lingkungan. Program CSR yang paling
UNIBAUNIBA Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai jurnal nasional dan internasionalMetode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai jurnal nasional dan internasional
UNIBAUNIBA Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan telah memiliki fasilitas keselamatan kerja seperti APAR, alarm kebakaran, jalur evakuasi,Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan telah memiliki fasilitas keselamatan kerja seperti APAR, alarm kebakaran, jalur evakuasi,
UNIBAUNIBA Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai REBA pada pekerja las berada di antara 8 hingga 11 yang termasuk dalam kategori risiko tinggi hingga sangat tinggiHasil penelitian menunjukkan bahwa nilai REBA pada pekerja las berada di antara 8 hingga 11 yang termasuk dalam kategori risiko tinggi hingga sangat tinggi
UNIBAUNIBA XYZ Kota Balikpapan dan pekerjaan sejenis dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu postur kerja yang tidak ergonomis, aktivitas berulang, durasi kerjaXYZ Kota Balikpapan dan pekerjaan sejenis dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu postur kerja yang tidak ergonomis, aktivitas berulang, durasi kerja
UNIBAUNIBA Hasil penilaian risiko menunjukkan distribusi bahaya yang signifikan: 70% berada pada kategori risiko tinggi, 20% pada kategori sedang, dan 10% beradaHasil penilaian risiko menunjukkan distribusi bahaya yang signifikan: 70% berada pada kategori risiko tinggi, 20% pada kategori sedang, dan 10% berada
EJOURNALUNIGOROEJOURNALUNIGORO Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko penyebab, dampak, dan kontrol untuk pencegahan dan mitigasi menggunakan Bowtie. Penelitian ini menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko penyebab, dampak, dan kontrol untuk pencegahan dan mitigasi menggunakan Bowtie. Penelitian ini menggunakan
Useful /
UNIBAUNIBA Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan literature review melalui telaah beberapa jurnal ilmiah yang membahas penerapanMetode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan literature review melalui telaah beberapa jurnal ilmiah yang membahas penerapan
EJOURNALUNIGOROEJOURNALUNIGORO Perencanaan ulang dengan memperbesar diameter pipa, mengurangi jarak antar pipa, serta mengganti lapisan tanah dengan material yang memiliki porositasPerencanaan ulang dengan memperbesar diameter pipa, mengurangi jarak antar pipa, serta mengganti lapisan tanah dengan material yang memiliki porositas
EJOURNALUNIGOROEJOURNALUNIGORO 314,50 skr/jam, tetapi kapasitasnya justru menurun menjadi 1. 526,56 skr/jam. Derajat kejenuhan meningkat menjadi 0,86 dan kecepatan rata-rata kendaraan314,50 skr/jam, tetapi kapasitasnya justru menurun menjadi 1. 526,56 skr/jam. Derajat kejenuhan meningkat menjadi 0,86 dan kecepatan rata-rata kendaraan
UPN VeteranUPN Veteran Kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam pengembangan desa wisata berkelanjutan, dengan mayoritas kepala desa menerapkan gaya transformatif dan beberapaKepemimpinan menjadi faktor kunci dalam pengembangan desa wisata berkelanjutan, dengan mayoritas kepala desa menerapkan gaya transformatif dan beberapa